Ekawati, Ati
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Antara Pola Asuh dengan Anak yang Berkonflik Hukum di Bapas Kelas I Bandung Ekawati, Ati
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola asuh yang diterapkan oleh orang tua terhadap anak yang berkonflik dengan hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah pedekatan Metode Kualitatif, dengan deskriptif dimana hasil penelitian akan memberikan gambaran secara valid terkait hubungan pola asuh dengan anak yang berkonflik dengan hukum. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara dan observasi lapangan. Populasi dalam penelitian ini adalah anak yang berkonflik dengan hukum yang didampingi oleh Pembimbing Kemasyarakatan Balai Pemasyarakatan Kelas I Bandung dan sampel yang digunakan adalah jumlah dari seluruh populasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Pola Asuh yang didominasi oleh pola asuh permisif dengan anak yang berkonflik dengan hukum.
Hubungan Antara Penerimaan Diri dan Kecemasan Terhadap Status Mantan Narapidana Ekawati, Ati
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penerimaan diri dengan kecemasan terhadap mantan narapidana. Metode penelitian yang digunakan adalah pedekatan Metode Kuntitatif, dimana hasil penelitian akan memberikan gambaran secara valid terkait hubungan penerimaan diri dengan kecemasan terhadap mantan narapidana. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara dan kuisioner. Populasinya adalah seluruh mantan narapidana/klien Pemasyarakatan di Balai Pemasyarakatan Kelas I Bandung dengan teknik pengambilan sampel yaitu Simple Random Sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 orang untuk penelitian. Pengujian hipotesis dilakukan dengan teknik Korelasi Product Moment setelah sebelumnya dilakukan uji normalitas dan linieritas. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa diperoleh harga rxy = -0.473 dengan p < 0,001 menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara penerimaan diri dengan kecemasan terhadap status sebagai mantan narapidana. Artinya, semakin tinggi penerimaan diri, maka makin rendah kecemasan terhadap status sebagai narapidana, dan sebaliknya.
Pola Pelaksanaan Bimbingan Klien Pemasyarakatan Selama Menjalankan Program Integrasi untuk Tidak Melakukan Tindak Pidana: Studi di Balai Pemasyarakatan Kelas I Bandung Ekawati, Ati
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang Pola Pelaksanaan Bimbingan Klien Pemasyarakatan Selama Menjalankan Program Integrasi untuk Tidak Melakukan Tindak Pidana. Hal ini dilatarbelakangi bahwa Balai Pemasyarakatan (BAPAS) juga mempunyai peran yang penting dalam memberikan bimbingan terhadap para narapidana yang telah memperoleh program integrasi, yaitu dengan pemberian pengawasan yang khusus. Untuk menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengawas tak jarang Balai Pemasyarakatan (BAPAS) sering mengalami berbagai macam kendala. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana pola pembimbingan terhadap klien Balai Pemasyarakatan (BAPAS), kendala yang dihadapi klien serta upaya yang dilakukan BAPAS Bandung dalam menjalankan program bimbingan terhadap narapidana yang telah mendapatkan program integrasi untuk tidak melakukan tindak pidana. Dalam penulisan makalah ini metode pendekatan yang digunakan adalah Metode Kualitatif, dengan deskriptif dimana hasil penelitian akan memberikan gambaran secara valid terkait pola pelaksanaan bimbingan terhadap klien pemasyarakatan selama menjalankan program integrasi untuk tidak melakukan tindak pidana. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara dan observasi lapangan, yaitu prosedur pemecahan masalah dengan cara memaparkan data yang telah diperoleh. Hasil penelitian yang dilakukan bahwa cara pembimbingan yang dilakukan oleh BAPAS Bandung, yaitu: dengan secara langsung (home visit), klien datang langsung, dan surat menyurat. Sedangkan untuk bimbingan yang diberikan BAPAS Bandung, yaitu: perkelompok, perorangan, dan penyaluran kerja. Dalam melakukan bimbingan tersebut BAPAS Bandung mengalami kendala terhadap klien, diantaranya: faktor ekonomi klien, sumber daya manusia yang dimiliki oleh klien dan faktor ketergantungan terhadap klien narkoba. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut, yaitu: dengan langsung mencabut ijin integrasinya sesuai Permenkumham RI No.M.02.PK.04-10 tahun 2007 tentang Syarat dan Tatatcara Pelaksanaan Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat. Klien yang kembali melakukan tindak pidana selama masa bimbingan akan langsung dicabut hak integrasinya.