The Role of Religious Moderation Education in Forming Tolerance Awareness In the educational domain, tolerance plays an important role as a guide for all individuals involved in it. Tolerance is a crucial thing to instill among all Indonesian citizens, considering that Indonesia consists of various tribes and religions which are the richness and uniqueness of this nation. However, if not managed well, this diversity can become a source of various conflicts in society. Therefore, educational institutions have an important role in promoting the spirit of tolerance, especially in relations between religious communities. Educators and educational institutions are responsible for the process of teaching, learning, coaching, direction and character formation so that students can develop into individuals who are knowledgeable, intelligent and have dignity. To achieve its objectives, this research uses the library research method. One of the challenges students face when integrating into society is the existence of certain groups that openly display attitudes of subordination, marginalization and hostility towards other groups with different beliefs. This research concludes that there are five core concepts that can be the essence of tolerance, namely: accepting diversity, respecting differences, having inclusive morality, showing an open attitude towards other people, and providing full support for differences and emphasizing the importance of autonomy. Abstrak Peran Pendidikan Moderasi Beragama dalam Membentuk kesadaran Toleransi Dalam domain pendidikan, toleransi memegang peranan penting sebagai pedoman bagi semua individu yang terlibat di dalamnya. Toleransi menjadi hal yang krusial untuk ditanamkan di kalangan seluruh warga negara Indonesia, mengingat Indonesia terdiri dari beragam suku dan agama yang menjadi kekayaan dan keunikan bangsa ini. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, keragaman ini dapat menjadi sumber berbagai konflik dalam masyarakat. Oleh karena itu, lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam mempromosikan semangat toleransi, terutama dalam hubungan antar umat beragama. Para pendidik dan lembaga pendidikan bertanggung jawab dalam proses pengajaran, pembelajaran, pembinaan, arahan, dan pembentukan karakter sehingga siswa dapat berkembang menjadi individu yang berpengetahuan, cerdas, dan memiliki martabat. Untuk mencapai tujuan, penelitian ini menggunakan metode library research. Salah satu tantangan yang dihadapi siswa ketika berintegrasi dalam masyarakat adalah adanya kelompok tertentu yang secara terang-terangan memperlihatkan sikap subordinasi, marginalisasi, dan permusuhan terhadap kelompok lain yang berbeda keyakinan. Penelitian ini menyimpulkan bahwasanya terdapat lima konsep inti yang dapat menjadi esensi dari toleransi, yaitu: menerima keberagaman, menghargai perbedaan, memiliki moralitas yang inklusif, menunjukkan sikap terbuka terhadap orang lain, dan memberikan dukungan penuh terhadap perbedaan dan menekankan pentingnya otonomi.