Non, Nelci
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tanggung Jawab Gereja bagi Kaum Difabel di GMIT Jemaat Lahai Roi Tofa, Klasis Kota Kupang Timur Non, Nelci; Tari, Ezra; Weny, Nelman A.
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Vol 2 No 2 (2022): DPJTMG: November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/dp.v2i2.125

Abstract

Disabled people do not have a proper place in church management. The stigmatization of their abilities can cause marginalization of people with disabilities. The stigmatization of people with disabilities is triggered because much of society still adhere to traditional beliefs. The lack of public understanding of the reality of people with disabilities is due to people's knowledge about the real world of people with disabilities. This paper intends to explain the congregation's understanding of people with disabilities and how the church empowers people with disabilities. The research method used is descriptive qualitative. This study found that initially, it was difficult for people with disabilities to accept their situation. However, they can rise and think positively because they receive assistance from the church. The church assembly activates the Diakonia program through material assistance, pastoral assistance, and empowerment. Now people with disabilities are starting to become independent individuals and actively involved in ministry. For this reason, to increase understanding of the reality of people with disabilities in society, it is necessary to introduce the world of people with disabilities to early childhood through various types of children's literature. Kaum difabel belum mendapat tempat yang layak dalam penatalanan gereja. Marginalisasi terhadap kaum difabel dapat disebabkan adanya stigmatisasi terhadap kemampuan mereka. Stigmatisasi terhadap difabel, dipicu oleh adanya sebagian besar masyarakat yang masih menganut paham tradisional. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai realitas kaum difabel disebabkan pengetahuan masyarakat mengenai dunia kaum difabel yang sebenarnya. Tulisan ini bermaksud menjelaskan pemahaman jemaat tentang kaum difabel serta bagaimana gereja memberdayakan kaum difabel. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa penyandang difabel awalnya sulit untuk menerima keadaannya. Akan tetapi mereka dapat bangkit dan berpikir positif karena mendapat pendampingan dari gereja. Majelis gereja menggiatkan program diakonia baik berupa bantuan materi, pendampingan pastoral dan pemberdayaan. Kini kaum difabel mulai menjadi pribadi yang mandiri dan terlibat aktif dalam pelayanan. Untuk itu, dalam upaya meningkatkan pemahaman mengenai realitas kaum difabel dalam masyarakat, perlu dilakukan pengenalan dunia kaum difabel terhadap anak usia dini melalui berbagai jenis bacaan anak-anak.
Penguatan Kompetensi Tenaga Kependidikan dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMTK Se-Kab. Rote Ndao Nita, Yanti; Daik, Marlen Angela; Saetban, Sem; Non, Nelci; Nabuasa, Trodina
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i2.11876

Abstract

Dalam sistem pendidikan, tenaga kependidikan memiliki peran strategis dalam mendukung efektivitas manajemen dan layanan pendidikan. Namun, berdasarkan hasil pra-survei di SMTK se-Kabupaten Rote Ndao, masih ditemukan berbagai permasalahan, seperti penempatan tenaga kependidikan yang belum sesuai kompetensi, kurangnya pemahaman terhadap tugas dan fungsi, serta belum optimalnya pengelolaan manajemen sekolah. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat komptensi tenaga kependidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMTK se-Kabupaten Rote Ndao. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan tatap muka yang melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Kristen melalui tahapan survei lapangan, penentuan tema berbasis kebutuhan, studi pustaka, penyusunan materi, serta pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan secara interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaksanaan pengabdian yang berlangsung selama dua hari mendapat respons positif dan antusias dari peserta yang terdiri dari guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rote Ndao dan dilanjutkan dengan penyampaian empat materi utama, yaitu: (1) strategi peningkatan kompetensi tenaga kependidikan, (2) peningkatan kepemimpinan kepala sekolah, (3) pengembangan kapasitas staf sekolah, dan (4) kolaborasi antara pendidik dan tenaga kependidikan. Melalui kegiatan ini, peserta mengalami peningkatan pemahaman terkait kompetensi profesional, pengelolaan administrasi, kepemimpinan pendidikan, serta pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan motivasi dan kesadaran peserta terhadap pentingnya profesionalisme dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan demikian kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan serta mendukung peningkatan mutu pendidikan pada SMTK se-Kabupaten Rote Ndao.