Markus Tuhumury
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Hermeneutika Teks Mazmur 42 dan Implikasinya untuk Pemulihan Mandiri dari Depresi dengan Melakukan Komunikasi Intrapersonal Jekson Tulus; Sang Putra Immanuel Duha; Lilis Haryanti; Markus Tuhumury
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Vol 4 No 2 (2024): DPJTMG: November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/dp.v4i2.398

Abstract

Man's fall into sin resulted in the human soul being vulnerable and fragile. If not addressed immediately, it will cause social problems. Returning something to its original condition is the goal of restoration. Not only God, individual participation is the main key to turning things around. Instead of demanding that circumstances change, what is more important is to change your personal perspective in dealing with problems, and that is personal responsibility. This process is called self-healing. By using intrapersonal communication methods, an individual is able to become the best healer for himself. Reflecting on the experience of a psalmist in Psalm 42, psychological values are implied that can be applied in today's life to reduce psychological illnesses, such as depression. Through an exegetical approach and integrating it with psychology, a coping mechanism can be formulated that can help believers to carry out self-healing, as first aid.
TINJAUAN TEOLOGIS TERHADAP MUSIK GEREJA MODERN DAN IMPLIKASINYA BAGI PELAYANAN DI GEREJA Markus Tuhumury; Talizaro Tafonao; Timotius Mangiring Tua Togatorop; Tafonao, Talizaro
Jurnal Sarita Bahalap Vol. 1 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Jurnal Sarita Bahalap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak sedikit para pelayan gereja menganggap bahwa pelayanan musik di gereja merupakan hal yang biasa. Jika para pelayan memiliki konsep seperti ini maka tidak ada bedanya dengan musik yang dimainkan oleh orang-orang di luar gereja (dunia). Tulisan ini hadir untuuk menjelaskan posisi musik dalam gereja secara teologis.  Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi implikasi teologis dari penggunaan musik gereja modern terhadap spiritualitas dan kehidupan beribadah jemaat. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka. Hasil yang diperoleh adalah musik di dalam gereja dapat menyatukan jemaat dengan kehadiran Tuhan. Namun hal ini harus dibangun berdasarkan pemahaman dan pengetahuan yang benar sebagaimana penjelasan dalam artikel ini. Sebab musik gereja bukan merupakan pilihan, melainkan kewajiban bagi setiap umat untuk merespon atas karya penebusan dari Allah.