Sang Putra Immanuel Duha
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Hermeneutika Teks Mazmur 42 dan Implikasinya untuk Pemulihan Mandiri dari Depresi dengan Melakukan Komunikasi Intrapersonal Jekson Tulus; Sang Putra Immanuel Duha; Lilis Haryanti; Markus Tuhumury
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Vol 4 No 2 (2024): DPJTMG: November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/dp.v4i2.398

Abstract

Man's fall into sin resulted in the human soul being vulnerable and fragile. If not addressed immediately, it will cause social problems. Returning something to its original condition is the goal of restoration. Not only God, individual participation is the main key to turning things around. Instead of demanding that circumstances change, what is more important is to change your personal perspective in dealing with problems, and that is personal responsibility. This process is called self-healing. By using intrapersonal communication methods, an individual is able to become the best healer for himself. Reflecting on the experience of a psalmist in Psalm 42, psychological values are implied that can be applied in today's life to reduce psychological illnesses, such as depression. Through an exegetical approach and integrating it with psychology, a coping mechanism can be formulated that can help believers to carry out self-healing, as first aid.
Kerendahan Hati sebagai Fondasi Efektivitas Pelayanan: Studi Eksegetis Kisah Para Rasul 18:24-28 Sitinjak, Johan Natanael; Upa Silaen; Sang Putra Immanuel Duha
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v3i1.84-98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kerendahan hati sebagai fondasi efektivitas pelayanan Kristen melalui studi eksegetis Kisah Para Rasul 18:24-28. Latar belakang penelitian ini berangkat dari realitas pelayanan gereja yang sering menekankan kompetensi, karisma, dan performa, namun kurang memberi perhatian pada pembentukan karakter rohani pelayan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksegetis-teologis terhadap teks Alkitab, didukung oleh kajian literatur teologi biblika dan pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Apolos merupakan figur pelayan yang memiliki kompetensi dan semangat tinggi, tetapi mengalami keterbatasan teologis yang kemudian diperbarui melalui sikap kerendahan hati dan kesiapan untuk diajar. Kerendahan hati memungkinkan Apolos menerima pembinaan, mengalami pertumbuhan pemahaman iman, dan pada akhirnya melayani secara lebih efektif dan berdampak bagi jemaat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas pelayanan Kristen tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual atau retorika, melainkan terutama oleh karakter rohani yang terbuka terhadap pembelajaran dan karya kasih karunia Allah. Temuan ini menegaskan bahwa kerendahan hati merupakan prinsip teologis mendasar dalam formasi dan praksis pelayanan Kristen yang berkelanjutan.