Hidayah Rusli, Nur
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

VALIDITY AND EFFECTIVENESS OF DEVELOPING PROCEDURE TEXT ITEMS USING WORDWALL LEARNING MEDIA FOR GRADE VII STUDENTS OF 12TH STATE JUNIOR HIGH SCHOOL IN MAKASSAR Nur Hidayah Rusli; Munirah Munirah; Muhammad Agus
Proceedings of the 1st International Conference on Social Science (ICSS) Vol. 2 No. 1 (2023): Proceedings of the 2nd International Conference on Social Science (ICSS)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/icss.v2i1.99

Abstract

The validity and effectiveness of the development of procedural text questions using Wordwall learning media in grade VII students at SMP Negeri 12 Makassar is a research aimed at determining the validity and effectiveness of the use of Wordwall media as an evaluation media in the form of questions in procedural text learning for grade VII students of SMP Negeri 12 Makassar, specifically referring to the independent curriculum. The research is a research and development (R&D) using quantitative descriptive analysis method. The 4D model is used, which includes the stages of define, design, development, and disseminate. The subjects of the study are Indonesian language material experts, media experts, students, and educators using questionnaires and evaluation sheets. The data collection techniques used in this study are observation, interviews, and questionnaires. The sample determination in this study uses the Slovin model. The results of this study indicate that the implementation of procedural text questions on Wordwall learning media is considered valid by validators selected by the researcher and has met the qualifications to assess learning media, stating that 96% of the questions in this media are very feasible, while the media assessment is also very feasible with a percentage of 100%, so it is recommended to be used in the evaluation process of Indonesian language learning, especially in the procedural text sub-material for grade VII students of SMP Negeri 12 Makassar from various aspects. The effectiveness of the media is assessed based on the scores obtained by students on the questions provided in Wordwall media, which can be answered with an average score of 17 out of 19 questions or 89% of students get a satisfactory score, so it is considered very effective. In addition, the Worwall learning media is considered very interesting with a percentage of 92.7% so it can be used as an alternative learning media. The 4D model used has been carried out and fulfilled as a whole
INTEGRASI MODEL PEMBELAJARAN MULTIMODAL DALAM PEMBELAJARAN TEKS EKSPOSISI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS: INTEGRATION OF MULTIMODAL LEARNING MODELS IN LEARNING EXPOSITION TEXTS IN HIGH SCHOOL Nur Hidayah Rusli
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v16i1.112230

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas integrasi model pembelajaran multimodal berbasis pedagogi genre dalam meningkatkan kompetensi menulis teks eksposisi siswa SMA di wilayah kepulauan. Masalah utama yang dihadapi adalah dominannya pendekatan monomodal dalam pembelajaran teks eksposisi sehingga siswa kesulitan menyusun argumen yang koheren dan didukung bukti faktual. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan mixed-methods explanatory sequential. Partisipan penelitian adalah 60 siswa kelas XI SMAN 1 Kepulauan Selayar yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=29) dan kelompok kontrol (n=31). Intervensi pembelajaran dilakukan selama lima pertemuan. Data kuantitatif dikumpulkan melalui pretest dan posttest menulis teks eksposisi menggunakan rubrik analitik, kemudian dianalisis dengan N-gain dan uji Mann-Whitney. Data kualitatif diperoleh melalui observasi kelas dan angket respons siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kelompok eksperimen dengan rata-rata N-gain sebesar 0,62 (kategori sedang-tinggi), sedangkan kelompok kontrol hanya 0,34 (kategori rendah-sedang). Perbedaan antar kelompok bersifat signifikan (p < 0,05). Peningkatan paling tinggi terjadi pada aspek organisasi struktur teks dan pengembangan argumen. Selain itu, siswa memberikan respons sangat positif terhadap pembelajaran multimodal (rata-rata skor 4,24). Penelitian ini menegaskan bahwa model pembelajaran multimodal efektif meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi dan keterlibatan siswa di daerah kepulauan.
Penguatan Kompetensi Guru Menyusun Perangkat Pembelajaran Inovatif Berbasis Learning Management System dan Edukasi Urban Farming di SMA Muhammadiyah Benteng Hidayah Rusli, Nur; Al Aswar Rusman, Muh; Waris, Anggraini; Rahmadania, Lisa
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v5i1.1314

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SMA Muhammadiyah Benteng dalam menyusun perangkat pembelajaran inovatif berbasis Learning Management System (LMS) serta memberikan edukasi mengenai urban farming sebagai bentuk pemberdayaan berbasis lingkungan. Permasalahan yang diidentifikasi meliputi rendahnya literasi digital guru dalam penggunaan LMS, kurangnya variasi dalam perangkat ajar, serta belum optimalnya pemanfaatan lahan rumah tangga untuk pertanian mandiri. Metode yang digunakan mencakup pelatihan, workshop, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru terhadap LMS, ditandai dengan perbaikan perangkat ajar dan meningkatnya kepercayaan diri dalam mengelola pembelajaran digital. Berdasarkan hasil post-test, terjadi peningkatan skor rata-rata sebesar 34%, dari 58 menjadi 77. Implementasi LMS juga berdampak positif pada keterlibatan siswa dan fleksibilitas pembelajaran. Di sisi lain, edukasi urban farming mendapat respons sangat positif dari seluruh guru dengan 100% menyatakan bahwa edukasi ini sangat membantu. Guru tidak hanya memahami konsep pertanian berkelanjutan di lingkungan rumah tangga, tetapi juga mulai mengimplementasikan teknik menanam menggunakan media polybag, pembuatan pupuk organik dari limbah dapur, dan merancang sistem pertanian sederhana. Program ini membuktikan bahwa penguatan kompetensi guru melalui pendekatan multidisipliner (pendidikan dan pertanian) dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pembelajaran dan pemberdayaan komunitas sekolah