Media sosial semakin penting bagi usaha mikro keluarga sebagai kanal pemasaran berbiaya rendah untuk memperluas jangkauan dan membangun relasi dengan pelanggan. Namun, pada tingkat komunitas, pemanfaatan media sosial sering belum optimal karena keterbatasan literasi digital, strategi konten, dan konsistensi promosi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku usaha mikro keluarga di Kelurahan Saombo, Kecamatan Gunungsitoli, dalam memanfaatkan media sosial untuk promosi dan peningkatan pendapatan. Mitra kegiatan adalah 28 pelaku usaha mikro keluarga (RT 58–61) dengan ragam usaha rumahan. Metode PkM menggunakan pendekatan partisipatif melalui (1) identifikasi kebutuhan dan survei angket (10 butir skala Likert), (2) workshop edukasi digital (strategi pemasaran, pemilihan platform, pembuatan konten, dan etika berkomunikasi), (3) praktik pembuatan konten serta lomba promosi, dan (4) evaluasi melalui tabulasi angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan mayoritas peserta berada pada kategori “setuju” bahwa media sosial membantu promosi usaha, memudahkan komunikasi dengan konsumen, dan berpotensi meningkatkan pendapatan; namun peserta masih memerlukan pendampingan lanjutan terutama pada desain visual, penjadwalan konten, dan pemanfaatan fitur penjualan. Temuan ini menegaskan bahwa PkM berbasis praktik konten dan evaluasi terukur relevan untuk mempercepat adopsi pemasaran digital pada usaha mikro keluarga.