Rahmadi Agus Setiawan
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN TINGGI ISLAM SWASTA (STUDI KASUS PADA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA) Rahmadi Agus Setiawan
Jurnal Kajian Agama Hukum dan Pendidikan Islam (KAHPI) Vol. 5 No. 2 (2023): VOL. 5, NO.2, Desember 2023
Publisher : Lembaga Kajian Keagamaan Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perguruan tinggi swasta di Indonesia secara kuantitas sangatlah banyak dan bahkan jauh lebih banyak dibandingkan dengan negara-negara lain. Namun begitu suburnya PTS di Indonesia, seiring dengan waktu beberapa PTS mulai berguguran atau harus melakukan merger dengan PTS lain agar tetap eksis. Hal ini karena di era globalisasi ini perguruan tinggi dituntut untuk kompetitif dan bermutu agar dapat hidup dengan baik dan sehat. Salah kunci dari keberlangsungan perguruan tinggi agar terus eksis dan layak adalah penerapan manajemen mutu. UII sebagai perguruan tinggi swasta tertua di Indonesia, bahkan lebih tua dari beberapa PTN, mempunyai perjalanan yang cukup panjang bagaimana mengelola manajamen mutu, sehingga pada tahun 2009 berhasil meraih penghargaan penjaminan mutu internal terbaik se-Indonesia. Hingga saat ini, menurut beberapa survey, UII masuk dalam daftar universitas terbaik baik secara nasional maupun internasional. UII sebagai perguruan tinggi Islam juga menarik untuk diteliti karena menanamkan nilai-nilai keislaman dan diintergrasikan dalam pengelolalaan manajemen pendidikan di UII. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada fenomenologi, bertujuan untuk merinci keadaan atau peristiwa yang terjadi. Upaya dilakukan untuk merangkum data yang terkumpul melalui analisis deskriptif kualitatif. Metode penelitian ini memungkinkan penggalian data lapangan secara menyeluruh, mencakup elemen-elemen kompleks yang terjadi di UII dalam konteks pelaksanaan manajemen mutu program pendidikan. Penelitian kualitatif ini berusaha memahami mutu hasil pendidikan di UII dengan menyelidiki berbagai informasi dari berbagai sumber, termasuk dokumen, sumber di website resmi UII, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah manajemen yang dilakukan di UII menggunakan Total Quality Management (TQM) dimana setiap setiap elemen di UII mempunyai kesadaran dan komitmen untuk menjaqa mutu di UII. Pelaksanaan manajemen mutu, terdiri dari input, proses, dan output, dan dilaksankan oleh suatu badan yang bernama Badan Penjaminan Mutu (BPM). Dalam penjaminan mutunya UII berpegang pada visi “rahmatan lil ‘alamin” yang berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman.
Model Pendidikan Agama Islam Berbasis Rahmatan Lil ‘Alamin dalam Merespon Fase Industri 4.0: Studi Kasus di Universitas Islam Indonesia (UII) Rahmadi Agus Setiawan
Journal of Education and Islamic Studies (JEIS) Vol. 1 No. 2 (2024): Journal of Education and Islamic Studies (JEIS)
Publisher : Minhaj Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62083/eh58rc02

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) holds an important role in the national curriculum as a course for personality development, which not only encompasses general scientific competence but also promotes piety, religiosity, and noble character. Achieving this goal is not easy, so continuous development and evaluation of the implementation of PAI are necessary. In response to the advent of the Industrial 4.0 phase, adjustments have been made to the implementation of PAI, especially to address globalization, thus necessitating the implementation of PAI based on the concept of rahmatan lil 'alamin (blessing for the entire world). Additionally, the Industrial 4.0 phase demands mastery of technology in all fields, including education. This research takes a case study at the Indonesian Islamic University (UII). The approach used in this research is a qualitative approach, where the data obtained is analyzed using content analysis and then concluded inductively to generate theory. The results of this research indicate that the concept of Rahmatan lil 'Alamin in PAI learning at UII provides benefits, including: first, educating students to uphold values of tolerance, moderation, and peaceful religious practice. Second, utilizing the knowledge they learn to become rahmatan lil 'alamin, beneficial for others and all creatures, and to build a better world civilization. Third, the implementation of PAI in the era of the Industrial 4.0 revolution must adapt to the digitalization era. Besides being familiar to students, the digitalization era has advantages that should be utilized in PAI learning. ABSTRAK Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peranan penting dalam kurikulum nasional sebagai mata kuliah pengembangan kepribadian, yaitu kepribadian yang tidak hanya cakap dalam keilmuwan umum namun juga bertaqwa, religius dan memiliki akhlak yang mulia. Untuk mencapai tujuan ini tidaklah mudah sehingga perlu dilakukan pengembangan dan evaluasi secara berkelanjutan terhadap pelaksanaan PAI ini. Dalam merespon hadirnya fase industri 4.0 ini telah dilakukan penyesuaian pelakasanaan PAI terutama dalam merespon globalisasi maka perlunya implementasi PAI yang berbasis rahmatan lil ‘alamin. Disamping itu fase industri 4.0 menuntut adanya penguasaan teknologi dalam segala bidang tidak terkecuali dalam bidang pendidikan. Penelitian ini mengambil studi kasus di Universitas Islam Indonesia. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dimana dari data yang didapatkan dianalisis dengan menggunakan analisis isi kemudian disimpulkan secara induktif untuk menghasilkan teori. Hasil dari penelitian ini bahwa konsep Rahmatan lil ‘Alamin dalam pembelajaran PAI di UII memberikan kemanfaatan diantaranya: pertama, mendidik peserta didik menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, moderat, dan beragama secara damai. Kedua, memanfaatkan ilmu yang dipelajarinya agar menjadi rahmatan lil ‘alamin, bermanfaat bagi orang lain dan seluruh makhluk, dan membangun peradaban dunia yang lebih baik. Ketiga, implementasi PAI di era revolusi industri 4.0 harus beradaptasi dengan era digitalisasi. Selain familiar dengan peserta didik, era digitalisasi mempunyai kelebihan-kelelebihan yang harus dimanfaatkan dalam pembelajaran PAI.
Rahmatan lil ‘Alamin as a Pedagogical Paradigm in Islamic Education: A Literature Review Rahmadi Agus Setiawan
Jurnal Harmoni Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Harmoni Pendidikan
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/jhp.v2i1.182

Abstract

Although ethical values are central to Islamic education, many foundational Islamic concepts remain framed primarily in normative-theological terms, with limited pedagogical development. One such concept is rahmatan lil ‘alamin, which is frequently invoked to promote inclusivity, moderation, and compassion but rarely articulated as a coherent educational paradigm. This conceptual gap limits its pedagogical relevance in contemporary and plural educational contexts. This article aims to reconstruct rahmatan lil ‘alamin as a pedagogical paradigm in Islamic education by translating its ethical foundations into educational principles. Using a qualitative literature review, the study examines Qur’anic and Prophetic sources alongside Islamic education scholarship and international literature on religious and values-based education. The analysis identifies four interrelated pedagogical principles through which rahmatan lil ‘alamin can be operationalized: humanization of education, justice and inclusivity, orientation toward public good and social responsibility, and integrative epistemology of learning. These principles position learners as ethical agents, affirm diversity as a pedagogical resource, connect learning with social engagement, and integrate religious knowledge with contemporary disciplines. This study contributes by reframing rahmatan lil ‘alamin from a moral ideal into a pedagogical framework and by situating Islamic education within broader global debates on inclusive and humane education.