Islamic Religious Education (PAI) holds an important role in the national curriculum as a course for personality development, which not only encompasses general scientific competence but also promotes piety, religiosity, and noble character. Achieving this goal is not easy, so continuous development and evaluation of the implementation of PAI are necessary. In response to the advent of the Industrial 4.0 phase, adjustments have been made to the implementation of PAI, especially to address globalization, thus necessitating the implementation of PAI based on the concept of rahmatan lil 'alamin (blessing for the entire world). Additionally, the Industrial 4.0 phase demands mastery of technology in all fields, including education. This research takes a case study at the Indonesian Islamic University (UII). The approach used in this research is a qualitative approach, where the data obtained is analyzed using content analysis and then concluded inductively to generate theory. The results of this research indicate that the concept of Rahmatan lil 'Alamin in PAI learning at UII provides benefits, including: first, educating students to uphold values of tolerance, moderation, and peaceful religious practice. Second, utilizing the knowledge they learn to become rahmatan lil 'alamin, beneficial for others and all creatures, and to build a better world civilization. Third, the implementation of PAI in the era of the Industrial 4.0 revolution must adapt to the digitalization era. Besides being familiar to students, the digitalization era has advantages that should be utilized in PAI learning. ABSTRAK Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peranan penting dalam kurikulum nasional sebagai mata kuliah pengembangan kepribadian, yaitu kepribadian yang tidak hanya cakap dalam keilmuwan umum namun juga bertaqwa, religius dan memiliki akhlak yang mulia. Untuk mencapai tujuan ini tidaklah mudah sehingga perlu dilakukan pengembangan dan evaluasi secara berkelanjutan terhadap pelaksanaan PAI ini. Dalam merespon hadirnya fase industri 4.0 ini telah dilakukan penyesuaian pelakasanaan PAI terutama dalam merespon globalisasi maka perlunya implementasi PAI yang berbasis rahmatan lil ‘alamin. Disamping itu fase industri 4.0 menuntut adanya penguasaan teknologi dalam segala bidang tidak terkecuali dalam bidang pendidikan. Penelitian ini mengambil studi kasus di Universitas Islam Indonesia. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dimana dari data yang didapatkan dianalisis dengan menggunakan analisis isi kemudian disimpulkan secara induktif untuk menghasilkan teori. Hasil dari penelitian ini bahwa konsep Rahmatan lil ‘Alamin dalam pembelajaran PAI di UII memberikan kemanfaatan diantaranya: pertama, mendidik peserta didik menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, moderat, dan beragama secara damai. Kedua, memanfaatkan ilmu yang dipelajarinya agar menjadi rahmatan lil ‘alamin, bermanfaat bagi orang lain dan seluruh makhluk, dan membangun peradaban dunia yang lebih baik. Ketiga, implementasi PAI di era revolusi industri 4.0 harus beradaptasi dengan era digitalisasi. Selain familiar dengan peserta didik, era digitalisasi mempunyai kelebihan-kelelebihan yang harus dimanfaatkan dalam pembelajaran PAI.
Copyrights © 2024