Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) Dengan Stres Kerja Di PT. Maruki Internasional Kota Makassar Erdin; Andi Surahman Batara; Suharni A. Fachrin
Window of Public Health Journal Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v4i4.925

Abstract

Setiap pekerja didunia pada umumnya sangat menginginkan kenyamanan serta tanpa adanya gangguan-gangguan dan tekanan yang berlebihan didalam pekerjaannya. Namun tuntutan perusahaan didalam persaingan dunia industri mengakibatkan Pemberian beban kerja yang lebih, serta resiko bahaya dalam bekerja yang tinggi untuk para pekera. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa dari total 20 responden, sebanyak 15 pekerja merasa takut apabila tangannya terkena mesin, 14 pekerja merasa takut kehilanggan konsentrasi saat bekerja dan 17 pekerja merasa cemas akan keselamatan mereka di tempat kerja dan hasil kerja yang diberikan. Oleh sebab itu keselamatan kerja berperan penting terhadap gejala stres kerja yang terjadi kepada karyawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) terhadap Stress Kerja pada PT. Maruki Internasional. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif metode Cross-Sectional Study dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling sampel penelitian sebanyak 60 karyawan. Data diambil dengan menggunakan kuesioner selanjutnya dianalisa dengan menggunakan uji Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian diperoleh tidak ada hubungan antara Sistem Manajemen K3 (SMK3) dengan stress kerja nilai (p=0,576) yang berarti H0 diterima dan Ha ditolak. Diharapkan peneliti selanjutnya untuk lebih dapat menganalisa secara mendalam mengenai hubungan penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) dengan stress kerja
Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Karia’a (Studi Pada Masyarakat Desa Sombu Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi) Erdin; Aziz, Ardianto; Tomo, Ahmad Rais
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2024): Religi, Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/religi.v2i1.714

Abstract

Pendidikan dalam Islam tidak hanya terbatas pada pengajaran agama, tetapi juga mencakup aspek-aspek kehidupan lainnya seperti moralitas, etika, dan tata cara berinteraksi dengan lingkungan sosial. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui prosesi dalam tradisi karia masyarakat desa sombu kecamatan wangi-wangi kabupaten wakatobi. Untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan islam yang terdapat dalam tradisi karia masyarakat desa sombu kecamatan wangi-wangi kabupaten wakatobi. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyaarakat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pelaksanaan karia’a memiliki beberapa tahapan atau proses. Pertama yaitu musyawarah menentukan siap yang menjadi tuan rumah, proses kedua yaitu heporukua atau lebih dikenal sebutan hesofui pakili (mandi suci), proses ketiga hekire (mencukur bulu halus pada alis dan ubun ubun), keempat yaitu karia (sunat) anak-anak akan di syahadatkan kemudian di nasehati, kelima lemba’a nu kansoda’a (mengangkat tandu) anak akan diarak-arakan dari ujung kampung keujung kampung, dan terakhir manga poga’a-ga’aka. Dilakukan setelah 7 hari acara karia’a sudah dilakukan sebagai bentuk perpisahan antara beberapa peserta karia. Nilai-nlai Pendidikan Islam yang terdapat pada tradisi karia’a yaitu pada prosesi hesofuia atau bersuci (thaharah), pengucapakan dua kalimat syahadat atau disebut dengan pembentukan akidah, Setelah itu proses ndou-ndou atau memberikan nasehat kepada anak-anak yang telah melakukan atau melaksanakan rangkaian prosesi karia. Kemudian terakhir proses berlangsungnya muamalah atau hubungan antar sesama manusia.