Claim Missing Document
Check
Articles

KEMAMPUAN MEMBAYAR IURAN BPJS BAGI MASYARAKAT PEKERJA SEKTOR INFORMAL (STUDI PADA TUKANG OJEK DAN BECAK/BENTOR) Nurbaeti, Nurbaeti; Batara, Andi Surahman
PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2018): PROMOTIF - DESEMBER
Publisher : PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.07 KB) | DOI: 10.31934/promotif.v8i2.499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesanggupan persentase penghasilan dalam membayar iuran BPJS bagi masyarakat pekerja sektor informal atau juga disebut pekerja bukan penerimah upah (PBPU) di kota Makassar. Target keluaran dalam penelitian ini yaitu mengetahui berapa besar kemampuan dalam membayar iuran setiap bulan bagi setiap orang jika mereka sebagai peserta BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan. Jenis penelitian adalah diskriptif dengan menggunakan data kuantitatif dan dijelaskan secara kualitatif. Populasi penelitian ini adalah masyarakat pekerja tukang Becak/Bentor/ojek. Pengambilan sampel adalah simple random sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara acak (random). Sampel penelitian ini sebanyak 47 orang. Penelitian menemukan bahwa terdapat 74.5% pekerja tidak mempunyai kelebihan anggaran rumah tangga. Kemampuan membayar iuran BPJS sebesar 93.7% orang yang sanggup mengeluarkan pembayaran BPJS 5% dari jumlah penghasilan keluarga. Rata-rata penghasilan keluarga Rp. 1.500.000 setipa bulan dengan anggota keluarga rata-rata 6 orang.
EFEKTIVITAS SISTEM BERBASIS DATA TERKOMPUTERISASI PADA PELAYANAN RAWAT JALAN (STUDI KASUS DI PUSKESMAS BARUKKU KAB. SIDRAP) Said, Sunandar; Sunandar, Sunandar; Batara, Andi Surahman
Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol 13 No 6 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.462 KB)

Abstract

Teknologi informasi dalam dunia kesehatan sebenarnya sudah sangat maju dan terus berkembang dari waktu ke waktu. Namun kenyataannya dapat dilihat bahwa teknologi ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh penyedia layanan kesehatan yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk manganalisis efektivitas penggunaan sistem berbasis data terkomputerisasi pada pelayanan rawat jalan Puskesmas Barukku Kab. Sidrap. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian sebanyak 11 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja aplikasi basis data ini memiliki kecepatan dan akurasi data yang lebih baik dibandingkan dengan sistem lama. Kualitas informasi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan Puskesmas Barukku. Dari sisi ekonomi, dapat dilihat bahwa penggunaan aplikasi basis data ini bisa meminimalisir penggunaan biaya operasional serta dapat menigkatkan pendapatan Puskesmas dengan akurasi data yang dihasilkan. Kemanan yang dimiliki aplikasi ini berupa penggunaan password, backup data secara rutin, serta pemeliharaan sistem secara rutin. Layanan yang diberikan oleh aplikasi berupa kemudahan petugas dalam melakukan pekerjaannya serta kemudaha dalam mempelajari aplikasi. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan sistem berbasis data terkomputerisasi memberikan manfaat bagi kinerja petugas di pelayanan rawat jalan Puskesmas Barukku.
Implementasi Strategi Penemuan Kasus Tuberkulosis Berbasis Masyarakat di Puskesmas Paccerakkang Kota Makassar Tahun 2019 Aulia, Tsarwah; Batara, Andi Surahman; Amelia, A. Rizki
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (Agustus, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i2.57

Abstract

Penemuan kasus tuberkulosis merupakan salah satu strategi dalam kegiatan penanggulangan tuberkulosis yang bertujuan untuk menemukan penderita melalui serangkaian kegiatan sehingga dapat menurunkan kesakitan dan kematian akibat tuberkulosis serta penularanya. Hasil pencatatan dan pelaporan dari Puskesmas Paccerakkang Kota Makassar menunjukkan penemuan kasus baru yang ditemukan selama tahun 2018 terdapat 238 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh infromasi mendalam tentang implementasi strategi penemuan kasus tuberkulosis berbasis masyarakat di Puskesmas Paccerakkang Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dimana pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang yaitu Pengelola Program Tuberkulosis, Kader Tuberkulosis, dan Tokoh Masyarakat. Hasil penelitian diperoleh bahwa penemuan kasus tuberkulosis secara pasif yaitu suspek datang ke sarana kesehatan untuk memeriksakan kesehatannya, sedangkan penemuan kasus secara aktif yaitu dilakukannya pemeriksaan kontak serumah dan tidak serumah kepada warga yang mengalami gejala-gejala tuberculosis. Penjaringan yang dilakukan yaitu dengan cara mengajak sarana kesehatan lainnya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat, kader , dan tokoh masyarakat tentang tuberkulosis. Disarankan untuk pihak Puskesmas Paccerakkang lebih melibatkan dan mengikutsertakan masyarakat dalam menemukan penderita dan para kader harus lebih aktif lagi dalam menemukan kasus agar penemuan kasus tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Paccerakkang dapat maksimal dan mencapai target.
Penerapan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja PT. Industri Kapal Indonesia Rio, Rio Fatli Adnan; Batara, Andi Surahman; Mahmud, Nur Ulmy
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 3 (Oktober, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i3.115

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan bagian yang tak terpisahkan bagi kebutuhan mendasar pekerja. Keamanan dan kesehatan sistem manajemen atau program keselamatan dapat membantu karyawan untuk meningkatkan kinerja pekerja, meningkatkan motivasi karyawan dan kepuasan, sedangkan bagi perusahaan berdampak menurunnya pendapatan perusahaan serta citra buruk terhadap kualitas dan kapasitas perusahaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penerapan program keselamatan dan kesehatan kerja di PT. Industri Kapal Indonesia (IKI) Makassar tahun 2018. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan teknik pengumpulan dan penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling dengan teknik observasi analitik, wawancara, dan dokumentasi dengan jumlah sampel 50 responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa PT. Industri Kapal Indonesia (IKI) Makassar pada penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan presentasi sebanyak 50 (100%), safety talk sebanyak 50 (100%), reward sebanyak 48(96%), pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja sebanyak 48 (96%), dan kinerja sebanyak 50 (100%) responden. Penerapan program keselamatan dan kesehatan kerja telah dilaksanakan di PT. Industri Kapal Indonesia dengan baik dan sesuai dengan UU No. 1 Th. 1970 dan sesuai dengan syarat- syarat yang diatur didalam undang–undang tersebut dan berdasarkan hasil wawancara dan juga observasi langsung dilapangan adapun saran untuk PT. Industri Kapal Indonesia (IKI) Makassar sebaiknya memberikan pengawasan dan sanksi yang lebih tegas setelah teguran lisan tentang penggunaan APD di area kerja perusahaan dan sebaiknya perusahaan memberikan reward kepada pekerja bukan hanya di hari besar melainkan saat pekerja mampu memberikan kinerja yang bagus atau pekerja yang mematuhi aturan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja yang ada.
Analisis Kesiapan Puskesmas Cendrawasih Kota Makassar dalam Implementasi Akreditasi Puskesmas Tahun 2019 Septiany, Ficy; A. Surahman Batara; Sitti Patimah
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 5 (Februari, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i5.201

Abstract

Indikator mutu pelayanan kesehatan dapat diperoleh melalui akreditasi. Salah satu puskesmas yang dicanangkan wajib akreditasi di tahun 2019 adalah Puskesmas Cendrawasih Kota Makassar. Untuk melakukan akreditasi ini, puskesmas diharuskan untuk melakukan persiapan sebelum akreditasi. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesiapan Puskesmas Cendrawasih Kota Makassar dalam implementasi akreditasi puskesmas tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pemilihan informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persiapan akreditasi puskesmas Cendrawasih, dapat dilihat dari segi masukan (input) dimana komunikasi antara Dinas Kesehatan dengan Puskesmas Cendrawasih terlaksana dengan baik, sumber daya yang dimiliki oleh Puskesmas Cendrawasih tergolong cukup dan para staf juga menyikapi dan mendukung pelaksanaan akreditasi ini, struktur birokrasi juga sudah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Dari segi proses dimana lokakarya rutin diadakan serta penyusunan dokumen telah dilakukan untuk persiapan akreditasi sedangkan dari segi output dimana persentase persiapan Puskesmas Cendrawasih yaitu 82%. Adapun kesimpulan dari penelitian ini bahwa Puskesmas Cendrawasih Kota Makassar telah siap untuk melakukan akreditasi, yang dimana segala persiapan yang dilakukan mencakup semua aspek yang mendukung proses akreditasi telah dijalankan dengan baik walaupun memiliki beberapa kendala yaitu kurangnya fasilitas pendukung yang menghambat penyusunan dokumen akreditasi. Disarankan kepada kepala puskesmas untuk lebih memperhatikan kelengkapan fasilitas pendukung seperti printer yang dibutuhkan oleh staf sehingga tidak menghambat pekerjaannya.
Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Membayar Iuran BPJS pada Peserta Mandiri di Wilayah Kerja Puskesmas Tamamaung Kota Makassar Tahun 2020 Hasan, Nawirah; Andi Surahman Batara
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 4 (Desember, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i4.233

Abstract

Berdasarkan data dari BPJS Makassar Tahun 2020 bahwa di Sulawesi Selatan tepatnya di Kota Makassar dengan jumlah penduduk 1.475.684 jiwa, penduduk yang sudah terdaftar sebagai Peserta BPJS sebanyak 1.370.683 jiwa atau 92,88% dengan jumlah peserta mandiri/PBPU sebanyak 351.606 jiwa. Dari seluruh peserta BPJS di Kota Makassar, sebanyak 173.345 jiwa tidak memiliki kepatuhan dalam membayar iuran BPJS, jumlah Peserta mandiri /PBPU yang tidak memiliki kepatuhan dalam membayar iuran BPJS di wilayah kerja Puskesmas Tamamaung sebanyak 2.212 jiwa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional study. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan membayar iuran BPJS peserta mandiri di Puskesmas Tamamaung Kota Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien di Puskesmas Tamamaung Kota Makassar berjumlah 563 orang, penarikan sampel dari populasi ini menggunakan tehnik purposive sampling di dapatkan 44a sampel. Hasil analisis uji chi-square dengan α=0,05 menunjukkan bahwa nilai p-value untuk pendidikan pasien sebesar p=0,579, pekerjaan pasien tidak dapat di uji, pendapatan pasien sebesar p=0,000, pengetahuan pasien sebesar p=0,000, persepsi pasien sebesar p=0,000 dan motivasi pasien sebesar p=0,508. Kesimpulannya adalah tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kepatuhan membayar iuran BPJS, variabel pekerjaan tidak dapat di uji, ada hubungan antara pendapatan dengan kepatuhan membayar iuran BPJS, ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan membayar iuran BPJS, ada hubungan antara persepsi dengan kepatuhan membayar iuran BPJS, dan tidak ada hubungan antara motivasi dengan kepatuhan membayar iuran BPJS.
Spasial Analysis of Pulmonary Tuberculosis Transmission Based on Social, Economic, Cultural Interactions in the Slum Areas the City of Makassar Andi Rizki Amelia; Haeruddin; Andi Surahman Batara; Idhar Darlis
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 16 No. 4: DESEMBER 2020
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.79 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v16i4.10778

Abstract

The highest number of Tuberculosis (TB) cases was in Southeast Asia with a percentage of 45%, followed by Africa 25%, West Pacific 17%, Middle East 7%, Europe 3% and American Countries 3%, while for the 5th rank, the highest Tuberculosis sufferers (56% world TB cases) are India, Indonesia, China, the Philippines and Pakistan. The purpose of this study was to observe the spread ofpulmonary tuberculosis through spatial analysis by observing the aspects of social, economic and cultural interactions in the slum areas of Makassar City. Currently, the analysis of the distribution of tuberculosis cases in Makassar City isstill in the form of aggregation, not in the form of mapping. This requiresidentification in the form of spatial analysis. This type of research is qualitative research with the in-depth interview method. The informants in the study were tuberculosis patients and were determined by Snowball Sampling. The results showed that pulmonary tuberculosis transmission based on spatial analysis in slum settlements showed that houses that were close to each other and hadsettlements that tended to be clustered had a greater risk of case transmission. Based on spatial analysis, there is diffusion of pulmonary TB cases in these residential areas. The diffusion pattern that occurs explains the addition of new cases over time. The diffusion pattern that occurs is a contagious diffusion type. Contagious Diffusion is an infection that spreads through direct contact of an individual infected with an infectious disease. Distance greatly affects the process of infectious disease transmission, so that if a person is close to the source of the infection, he will have a much greater probability of being infected when compared to individuals or areas far from the source of the disease.
Hubungan Pola Konsumsi dengan Aktivitas Fisik pada Wanita Usia Subur di Kabupaten Bulukumba Yuliana; Sumiaty; Septiyanti; Sitti Patimah; Andi Surahman Batara
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 6 (April, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i6.269

Abstract

Dalam melakukan aktivitas fisik, otot membutuhkan energi diluar metabolisme untuk bergerak. Tubuh manusia mendapatkan energi dari hasil pembakaran karbohidrat, protein, dan lemak. Namun, apabila terjadi ketidakseimbangan energi, maka akan menimbulkan masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi dengan aktivitas fisik pada wanita usia subur di Kabupaten Bulukumba. Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ialah wanita usia subur (WUS) yang ada di RT 002, Kelurahan Caile, Kabupaten Bulukumba. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 109 orang berusia 15-49 tahun yang dipilih sesuai kriteria inklusif dan ekslusif. Metode analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (uji chi square). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa responden sering mengonsumsi sumber karbohidrat (76,1%), protein (77,0%), dan lemak (78,0%). Sedangkan, fastfood (83,1%) jarang dikonsumsi oleh responden dengan tingkat aktivitas fisik yang rendah (78,0%). Sementara itu, hasil analisis bivariat tidak menunjukkan hubungan yang signifikan antara pola konsumsi sumber karbohidrat (p=1,000>0,05), protein (p=0,843>0,05), dan lemak (p=0,976>0,05) dengan aktivitas fisik pada WUS di Kabupaten Bulukumba. Namun, terdapat hubungan antara pola konsusmsi fastfood (0,020<0,05) dengan aktivitas fisik pada WUS di Kabupaten Bulukumba. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa tingkat keseringan seseorang dalam mengonsumsi karbohidrat, protein, dan lemak tidak mampu membuktikan adanya hubungan yang signifikan dengan aktivitas fisik pada WUS di Kabupaten Bulukumba. Meskipun begitu, disarankan agar sekiranya WUS tetap memperhatikan pola hidup dengan menjaga keseimbangan antara makanan yang dikonsumsi dan aktivitas fisik seperti berolahraga agar mampu mencegah terjadinya penyakit degeneratif.
Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Program Deteksi Dini Kanker Serviks dengan IVA pada Peserta BPJS Kelrey, Nur Rahmi; Surahman Batara, Andi; Burhanuddin, Nurfardiansyah
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 6 (April, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i6.298

Abstract

Penderita Kanker serviks di Indonesia sebanyak 32.469 jiwa atau 9,3% dari prevalensi kasus kanker di Indonesia, yang mencapai angka 348.809 jiwa. Angka kematian akibat kanker serviks mencapai 18.279 jiwa. Salah satu upaya pencegahan kanker serviks adalah dengan melakukan program deteksi dini dengan metode inspeksi visual asam (IVA). Tolak ukur keberhasilan program deteksi dini kanker serviks ada pada pemanfaatan pelayanan pemeriksaan IVA oleh Wanita usia subur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemanfaatan program deteksi dini kanker serviks pada peserta BPJS di Puskesmas Bara-baraya Kota Makassar Tahun 2020. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Bara-baraya. Teknik pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 264 responden. Metode analisis data menggunakan uji univariat dan uji regresi linier berganda. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa ada tidak ada pengaruh antara tingkat pengetahuan (p = 0.096) terhadap pemanfaatan program deteksi dini kanker serviks dengan IVA. Sedangkan jumlah paritas (p = 0.016) dan sikap (p = 0.007) kesehatan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemanfaatan program deteksi dini kanker serviks dengan IVA (p <0.05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan antara paritas dan sikap terhadap pemanfaatan program deteksi dini kanker serviks dengan IVA. Untuk itu diharapkan penyebarluasan informasi yang lebih maksimal dalam mendorong masyarakat untuk lebih memahami faktor resiko terjadinya kanker serviks serta pentingnya deteksi dini kanker serviks sebagai upaya pencegahan.
Gambaran Kemampuan Membayar Iuran BPJS Kesehatan pada Pedagang di Pasar Terong Kota Makassar Syamsinar, Suci; Batara, Andi Surahman; A. Rizki Amelia
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 6 (April, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i6.333

Abstract

Tercatat berdasarkan jumlah perserta yang menungak di Kelurahan Wajo Baru sebanyak 931 atau 11,40% peserta, dengan jumlah penunggakan keseluruhan di Kecamatan Bontoala sebanyak 8.164 peserta (BPJS 2020). Kemampuan membayar merupakan salah satu pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam penetapan tarif iuran BPJS Kesehatan. Peran serta masyarakat dalam membayar iuran jaminan kesehatan sangat bergantung dengan Kemampuan Membayar (Ability to Pay) yang dimiliki oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran besar kemanpuan (ATP) membayar iuran BPJS Kesehatan pada pedagang di Pasar Terong kelurahan Wajo Baru Kecamatan Bontoala Kota Makassar. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan studi deskriptif dengan menggunakan metode survey, merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan terhadap sekumpulan objek. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang peserta BPJS mandiri. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 92 responden. Hasil yang diperoleh dari penelitian yaitu jumlah anggota keluarga tertinggi adalah ≤ 4 jumlah anggota keluarga sebanyak 56 responden (60.9%) dan yang terendah adalah >4 sebanyak 36 responden (39.1%), mampu sebanyak 52 responden (56.5%) dan yang terendah adalah tidak mampu sebanyak 40 responden (43.5%), kelas III tertinggi sebanyak 59 responden (64.1%) dan yang terendah adalah kelas II sebanyak 33 responden (35.9%).
Co-Authors A. Fachrin, Suharni A. Rizki Amelia A. Rizki Amelia A. Rizki Amelia AP Abd. Rasyid Syamsuri Adzrin Narulitha Agus, Al Ihksan Ahamd, Aktsar Roskiana Ahri, Reza Aril Akbar Asfar Alfina Baharuddin Ali Seppo, Muthia Ditasya Alwi, Muh. Khidri Amelia, Andi Rizki Amelia, Andi Rizki Amiruddin, Andi Rezky Aulia Amran Razak Andi Akifah Rezkiani Andi Asrina Andi Nurlinda Andi Nurul Azizah Andi Rezki Amelia Andi Rizki Amelia Andi Yuliana Arianti, Putri Dwi Arini Agriani Arman Arman Arman Arni Rizqiani Arni Rizqiani Rusydi Arni Rizqiani Rusydi Arwita Widyanti Aulia, Tsarwah Bahtiar Clarisa Febrianti Darlis, Idhar Diniati Ella Andayanie Elyanovianti, Elyanovianti Erdin Fardeana Tri Chandra Armon Fatmah Afrianty Gobel Fatmah Afriyanti Gobel Fernatubun, Andri Fitrauni, Rika Fitriana, Nurul Asni Gibran Muhti TapiTapi Hadijah Rahmayanti Haeril Amir Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Hamzah, Wardiah Harnita Rahman Harpiana Rahman Hasan, Nawirah Hasri Herbila, Siti Herenal Daeng Toto Hidayat Hikma Hildayanti, Andi Nur Idhar Darlis Idris, Fairus Prihatin Idrus, S. Ahmad Gufran Ikhram Hardi S Indah Rahmawati Jafar, Zaenal Jasmin Ambas Kelrey, Nur Rahmi Lestari S, Andi Dewi Mansur Sididi Marjuni, Nurmaya Masjidi, Iriani Masriadi, Masriadi Muhammad Ikhtiar Muhammad Syafar Muhammad Taufiq Muis, Rahma Multazam, AM Multazam, Andi MUNIRA Munirul Quluub Kasim. P Musdalifah Musdalifah Muttaqin, Muhammad Zainul Nasruddin Syam Nawirah Hasan Nur Amaliyah Riyadh Nur Aziza Ramadani Nur Fadhillah Nur Hildayanti, Andi Nur Ulmy Mahmud Nurbaeti Nurbaeti Nurbaeti Nurfardiansyah Burhanuddin Nurfardiansyah Burhanuddin Nurgahayu Nurhaedar Jafar Nurhaliza Amalya Ananda Ichwan Nurmiati Muchlis Nurul Alrahmi Nurul Hidayat Nurul Inayah Nurul Islam Nurul Ulfah Mutthalib Palu, M.Basir Pratiwi Mundari, Hana Puspita San, Ita Rafika Ulfa Rahman Rahman Rahman Rahmi Fajarwati Rasyidin Abdullah Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Rezkiani, Andi Akifah Rifda Septiani Rio Fatli Adnan Rio, Rio Fatli Adnan Risdayanti Rizky D, Fathannia Rosdiana Rosdianna Rosdianna Rusydi, Arni Rizqiany Sahrani, Sahrani Said, Suanandar Samsualam, Samsualam Saputra, Iswandy Rani Sarfina, Cici Sary Apriady, Mudrikah Selvi Marcellia Septiany, Ficy Septiyanti Siti Hartini Syarifudin Siti Nurjannah Sitti Fatimah Zain Sitti Patimah Sri Novita Sari Amir Stang Stang Suci Safwa Salsabila Suci Syamsinar Sudarman Sudarman Sufirman, Sufirman Suharni A. Fachrin Sukri Palutturi Sumiaty Sumiaty Sumiaty Sunandar Said Sunandar Sunandar Sundari Sundari Sundari Sundari Syamsinar, Suci Syarizcky, La Ode M Ario Syen, Ayu Azizah T, Andriani Tapitapi, Gibran Muhti Tatiek, Tatiek Sri Handayani Tsarwa Auliah Tutik Agustini Ulmy M, Nur Ummi Kalsum Nurais Virsa Handayani Yahya Thamrin Yahya Thamrin Yuliana Yuliana Yusriani, Yusriani Zain, Sitti Fatimah Zulkhair Burhan