Nurjannah, Emilia Palupi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Deklarasi Balfour: Awal Mula Konflik Israel Palestina Nurjannah, Emilia Palupi; Fakhruddin, M.
PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol. 1 No. 1 (2019): PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/periode.011.2

Abstract

The Israeli Palestinian conflict that has seized the world community until now continues. How will the Balfour Declaration be considered as the trigger for the onset of the Palestinian Israeli conflict occur? The Ottoman Turks ruled Palestine for quite a long time, having to give their territory to Britain in 1917 due to the defeat of the Ottoman Turks when the war broke out. It is beneficial for Jews who want the Palestinian territory as a National Home called Israel. Evidenced by the existence of the Balfour Declaration in England which was officially declared on November 2, 1917. For Jews with the existence of this Balfour Declaration beneficial, the article this Declaration promised the Jews to be able to establish a homeland in Palestine. Konflik Israel Palestina yang menyita masyarakat dunia hingga saat ini terus berlanjut. Akan diurakan bagaimana Deklarasi Balfour yang dianggap sebagai pemicu awal mula konflik Israel Palestina terjadi. Turki Utsmani menguasai Palestina begitu cukup lama, harus memberikan wilayah kekuasaannya kepada Inggris pada 1917 dikarenakan kekalahan Turki Utsmani ketika perang terjadi. Hal yang menguntungkan bagi kaum yahudi yang menginginkan wilayah Palestina sebagai National Home yang bernama Israel. Terbukti dengan adanya Deklarasi Balfour di Inggris yang resmi dideklarasikan pada 02 November 1917. Bagi Yahudi dengan adanya Deklarasi Balfour ini menguntungkan, pasalnya Deklarasi ini menjanjikan kaum Yahudi untuk dapat mendirikan tanah air di Palestina.