Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of News Announcements on the Volatility of Share Prices of PT. Bank Syariah Indonesia Tbk Alamsyah, Muhammad Fajar; Asri, Wenny Nadya; Intani, Fitria; Sofia; Jumadi, Sri Wahyuni; Habbe, Abdul Hamid; Mediaty
AFEBI Economic and Finance Review Vol. 8 No. 1 (2023): June
Publisher : Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the effect of news announcement on stock price volatility of PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Using a quantitative approach, historical data of BSI stock prices and relevant news announcements were collected for the study period. Through regression analysis, this study found a significant influence between news announcements and BSI stock price volatility. News announcements containing important information about a company's performance or management changes can lead to significant stock price fluctuations. These results provide insights for investors and market participants in managing risks and making appropriate investment decisions. The practical implication is the importance of paying attention to recent news announcements for risk management. Further studies could involve other factors that affect BSI's share price volatility and look at the long-term impact of news announcements on overall company performance.
Konvergensi Mental Accounting dan self-control Terhadap perilaku debt-paradox Mahasiswa Akuntansi Yusuf, Nurul Yusmia; Asri, Wenny Nadya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konvergensi antara mental accounting dan self-control terhadap fenomena debt-paradox pada mahasiswa S1 Akuntansi STIE LPI Makassar, dengan fokus khusus pada penggunaan fitur paylater sebagai substitusi pendapatan. Fenomena debt-paradox menjadi isu krusial di era ekonomi digital ketika individu menggunakan instrumen utang instan untuk menciptakan likuiditas semu guna menutupi keterbatasan dana jangka pendek, namun secara simultan justru mendegradasi stabilitas finansial jangka panjang. Urgensi penelitian ini berpijak pada adanya knowledge-behavior gap; sebuah kesenjangan antara penguasaan literasi keuangan teoretis yang dimiliki oleh mahasiswa akuntansi dengan realitas praktik pengelolaan keuangan pribadi yang cenderung impulsif dan irasional. Metode penelitian yang diterapkan adalah kuantitatif deskriptif melalui teknik purposive sampling terhadap 50 responden yang aktif menggunakan layanan fintech. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan perangkat lunak SPSS untuk menguji interaksi antarvariabel. Hasil penelitian mengungkapkan temuan fundamental: mental accounting berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku debt-paradox, yang mengindikasikan bahwa kesalahan klasifikasi kognitif—di mana mahasiswa menganggap limit utang sebagai "pendapatan tambahan"—menjadi pemicu utama distorsi keuangan. Sebaliknya, self-control berpengaruh negatif dan signifikan, menegaskan bahwa rendahnya regulasi diri bertindak sebagai akselerator bagi perilaku konsumtif. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis pada bidang behavioral finance dengan mengonfirmasi bahwa latar belakang pendidikan akuntansi tidak serta-merta menjadi perisai terhadap bias kognitif. Justifikasi psikologis dalam pengalokasian dana yang tidak tepat, ditambah dengan lemahnya pengendalian diri, menciptakan "badai sempurna" bagi keterjebakan dalam siklus utang digital.