Mufarrahah, Intan Nur Laylatul
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Giving Early Stimulation on Child Development Aged 12-24 Months : Systematic Review Mufarrahah, Intan Nur Laylatul; Puspitasari, Nunik; Irwanto
Viva Medika Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v17i1.1391

Abstract

Child development is a gradual change in body function with an increasing ability to make gross and fine movements, speak, and interact with the surrounding environment. In their development, children under two years of age still often experience growth and development disorders such as motor development disorders, language and communication development disorders, intellectual development disorders, and behavioral and emotional well-being disorders. This systematic review aims to giving information about the impact of offering stimulation on the growth of children aged 12-24 months, the systematic review adhered to the PRISMA guidelines the systematic review adhered to the Preferred Reporting tems for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA) guidelines by filtering the titles and abstracts of the included articles using standard Microsoft Excel formulas. Multiple databases, including PubMed and ScienceDirect, were searched using appropriate keywords. Inclusion criteria encompassed English-written studies addressing pertinent subjects, presenting complete texts, and published within a specified timeframe.2018 to 2023. Five articles were reviewed with respondents aged 0-24 months. This article contains several types various kinds of stimulation, such as social interaction with children through talking and physical contact, then providing educational toys such as disassembling toys, puzzles, and story books, then introducing music and encouraging singing, drawing, and exploring the environment, such as providing appropriate challenges. with the child's level of development which can stimulate children's critical thinking abilities and creativity. It can be concluded from this study of several article that the government has attempted to improve child development to provide good care through daily stimulation to children, which also involves health service workers in improving children's growth and development
BERAT LAHIR, STIMULASI DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 12-24 BULAN Mufarrahah, Intan Nur Laylatul; Baroya, Ni'mal; Kusumawardani, Devi Arine
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.50818

Abstract

Masa perkembangan anak merupakan proses perubahan fungsi tubuh secara bertahap dengan meningkatnya kemampuan dalam melakukan gerakan kasar, gerakan halus, berbicara, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Pada perkembangannya, anak dengan usia kurang dari 2 tahun masih sering mengalami gangguan perkembangan jika tidak diberikan perhatian secara khusus. Penelitian ini  bertujuan menganalisis hubungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan pemberian stimulasi dengan perkembangan anak usia 12-24 bulan di Puskesmas Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini 112 anak berusia 12-24 bulan. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan uji chi square. Diketahui sebagian besar balita berusia 21-24 bulan (35,7%) dan berjenis kelamin perempuan (57,1%). Sebagian besar ibu balita berusia 26-35 tahun (63,4%), berpendidikan menengah (58%), tidak bekerja (65,2%), pendapatan dibawah UMR (63,4%). Sebagian besar balita berusia 12-24 bulan memiliki riwayat Berat Badan Lahir Rendah (70%), Sebagian besar orang tua sudah memberikan stimulasi dengan baik (77%), dan perkembangan anak usia 12-24 sudah sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara karakteristik keluarga yang terdiri dari usia ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu dan pendapatan keluarga. Riwayat BBLR tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan perkembangan anak usia 12-24 bulan, namun pemberian stimulasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan dengan perkembangan anak (nilai p=0,011). Saran yang dapat diberikan yaitu orang tua aktif membawa anak dalam kegiatan posyandu, membiasakan sedari dini memberikan stimulasi pada anak, dan rutin cek perkembangan anak ke fasilitas kesehatan.