Hafizh Maulana Syah Putra
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Adaptive Strategies of Kampoeng Batik Laweyan Community in Response to the Late 20th Century Decline in Batik Industry: Strategi Adaptasi Masyarakat Kampoeng Batik Laweyan Pasca Penurunan Industri Batik Akhir Abad 20 Ilham Cahyo Widodo; Hafizh Maulana Syah Putra
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 8 No 1 (2024): Santhet : Jurnal Sejarah, Pendidikan, dan Humaniora
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v8i1.3405

Abstract

The decline of Laweyan batik industry in the late 20th century can be attributed to factors such as the advent of printing technology in the 1970s, economic crises, and a lack of generational continuity. The affordability and rapid production of printed batik led to a shift in consumer preference, causing traditional batik to lose its market share. The 1998 monetary crisis further exacerbated the industry's challenges. A crucial aspect was the reluctance of the younger generation to continue the batik tradition, contributing to the decline. The impact reverberated socially and economically, with bankruptcies forcing the sale of iconic Laweyan batik houses. However, the establishment of the Laweyan Batik Village Development Forum (FPKBL) in 2004 marked a strategic effort to revive the industry and promote batik tourism. The community adapted through diversification and tourism initiatives, turning Kampoeng Batik Laweyan into a cultural destination. Local collaboration and harmonious relationships among businesses in Kampoeng Batik Laweyan have played a pivotal role in sustaining both the industry and tourism. This initiative demonstrates that the sustainability of a tourism destination is not solely determined by external factors but also by internal community involvement and cooperation.
PERAN MASYARAKAT SONDAKAN DALAM MENGGALI DAN MENJAGA MEMORI KOLEKTIF K.H. SAMANHUDI MELALUI SEJARAH PUBLIK Hafizh Maulana Syah Putra; Sutiyah
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 15 No. 1 (2026): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 15, Nomor 1, Tahun 2026
Publisher : Program Magister Pendidikan Sejarah FISH UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.151.06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan memori kolektif mengenai K.H. Samanhudi di Kelurahan Sondakan, praktik sejarah publik mengenai K.H. Samanhudi, dan peran masyarakat dalam menggali dan menjaga memori kolektif tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Populasi penelitian adalah masyarakat di Kelurahan Sondakan, sedangkan sampel ditentukan secara purposive, meliputi tokoh masyarakat, pengelola Museum Samanhudi, dan warga yang terlibat dalam kegiatan sejarah publik. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, studi dokumen, dan studi pustaka. Instrumen penelitian adalah pedoman wawancara dan lembar observasi. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif yang mencakup empat tahapan: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Sondakan membangun memori kolektif terhadap K.H. Samanhudi melalui empat dimensi utama: sebagai tokoh lokal, politik, ekonomi, dan agama. Memori ini diwujudkan dalam bentuk jejak fisik, narasi sejarah, nilai perjuangan, dan praktik keagamaan. Sejarah publik tentang K.H. Samanhudi termanifestasi dalam Festival Napak Budaya Samanhudi dan pendirian Museum Samanhudi. Masyarakat berperan aktif dalam pelestarian warisan budaya melalui pengelolaan museum, pertunjukan seni, serta kegiatan komunitas, mencerminkan kesadaran kolektif yang kuat dalam menjaga identitas dan nilai sejarah secara berkelanjutan.