Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan memori kolektif mengenai K.H. Samanhudi di Kelurahan Sondakan, praktik sejarah publik mengenai K.H. Samanhudi, dan peran masyarakat dalam menggali dan menjaga memori kolektif tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Populasi penelitian adalah masyarakat di Kelurahan Sondakan, sedangkan sampel ditentukan secara purposive, meliputi tokoh masyarakat, pengelola Museum Samanhudi, dan warga yang terlibat dalam kegiatan sejarah publik. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, studi dokumen, dan studi pustaka. Instrumen penelitian adalah pedoman wawancara dan lembar observasi. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif yang mencakup empat tahapan: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Sondakan membangun memori kolektif terhadap K.H. Samanhudi melalui empat dimensi utama: sebagai tokoh lokal, politik, ekonomi, dan agama. Memori ini diwujudkan dalam bentuk jejak fisik, narasi sejarah, nilai perjuangan, dan praktik keagamaan. Sejarah publik tentang K.H. Samanhudi termanifestasi dalam Festival Napak Budaya Samanhudi dan pendirian Museum Samanhudi. Masyarakat berperan aktif dalam pelestarian warisan budaya melalui pengelolaan museum, pertunjukan seni, serta kegiatan komunitas, mencerminkan kesadaran kolektif yang kuat dalam menjaga identitas dan nilai sejarah secara berkelanjutan.