Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Kampanye Digital Partai Keadilan Sejahtera Menghadapi Pemilu 2024 Yahya, Arif; Febrianti, Diani; Rasyad, Irfan Fadli
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 1 (2024): JUPIN Februari 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.254

Abstract

Seiring perkembangan era digital, partai politik turut memanfaatkan media digital termasuk media sosial untuk meningkatkan dukungan dan suara mereka. Penggunaan media digital sebagai sarana kampanye dinilai cukup efektif untuk memenangkan suara terutama dari kalangan generasi millennial dan generasi Z yang akan suara mayoritas dalam Pemilu 2024. Partai politik menggunakan big data yang bersumber dari media sosial untuk menyusun kampanye digital. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai salah satu peserta pemilu 2024 turut menggunakan media digital untuk kampanyenya. PKS perlu Menyusun strategi kampanye digital dengan tujuan untuk meningkatkan popularitas, elektabilitass dan akseptabilitas sehingga dapat memenangkan pemilu 2024. Dalam penelitian ini ada sejumlah rumusan masalah yang menjadi batasan masalah yang dibahas, diantaranya peran teknologi digital dalam membantu PKS dalam mengimplementasikan strategi kampanye untuk Pemilu 2024, strategi kampanye digital yang dan oleh PKS dalam menghadapi Pemilu 2024, dan dampak dari strategi kampanye digital PKS meningkatkan popularitas, elektabilitas dan akseptabilitas partai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mendeskripsikan tujuan dari penggunaan media digital sebagai sarana kampanye dalam pemilu 2024. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan paradigma konstruktivisme, untuk memahami cara PKS dalam merancang strategi kampanye digital yang efektif. Kampanye digital dengan memanfaatkan media sosial, cukup efektif digunakan di kota besar seperti Jakarta, namun penggunaan kampanye digital belum cukup efektif di daerah karena sejumlah faktor seperti topografi wilayah yang tidak terjangkau akses internet. Untuk memaksimalkan dan melengkapi kamapnye tersebuat, maka PKS juga masih terus menggunakan kammpanye konvensional. Dengan menggabungkan strategi konvensional dan digital, PKS dapat meningkatkan popularitas dan peluangnya untuk terpilih pada Pemilu 2024.
Framing Kegagalan Pemerintah Pada Media Sosial Partai Keadilan Sejahtera Jelang Pemilu 2024 Febrianti, Diani; Saptawan, Eddi Kurnianto
Jurnal Pustaka Komunikasi Vol 6, No 2 (2023): Accredited by Kemendikbud Dikti SK No. 79/E/KPT/2023
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/pustakom.v6i2.3142

Abstract

The 2024 Indonesian election campaign time has not officially started, but the fight for public sympathy and votes has already begun long before it. Candidates and Parties, already busy performing, either positive publicity for themselves, or negative campaign for the opposing party. This research aims to observe framing strategies that already appear on social media, ahead of the 2024 elections. The topic chosen was the framing of government failure, with the social media studied is the Instagram account of the Keadilan Sejahtera Party (PKS), which can be considered the government's opposition party. The data that will be discussed is content in June to July 2023 which is considered relevant enough to show PKS's political communication ahead of the 2024 elections. This article uses a descriptive qualitative research methodology with Entman model framing analysis. The focus of the research is problem identification, causal interpretation, moral evaluation, treatment recommendation, which appear in the Instagram content. The research conclusion states that there is indeed a framing of state failure in the content studied. PKS carried out framing which essentially explained that the government did not side with its citizens, and the government betrayed the community's mandate. This framing was also accompanied by strengthening the PKS political brand; “PKS is always with the People”.