Hipertensi merupakan penyakit yang memerlukan terapi jangka panjang dalam penggunaan obat. Maka sangat diperlukan management hipertensi yang didasarkan pada kepatuhan terapi agar dapat mencapai dan mempertahankan tekanan darah sistolik dibawah 140 mmHg dan tekanan darah diastolik dibawah 90 mmHg serta dapat mengontrol faktor risiko. Metode Penelitian : Menggunakan Cross sectional. Teknik penentuan responden menggunakan Purposive sampling dengan menggunakan uji statistik Spearman Rank. Sampel adalah penderita hipertensi ringan-sedang yang berobat ke Poliklinik Pemerintah Kota Palangka Raya pada 8 November – 8 Desember 2022 berjumlah 46 responden dengan menggunakan alat ukur yaitu kuesioner. Hasil Penelitian : Hasil uji spearman rank menunjukkan bahwa didapat p value = 0,008 atau tingkat signifikasi p < 0,05 sehingga ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat penderita hipertensi di Poliklinik Pemerintah Kota Palangka Raya. Hasil uji spearman rank menunjukkan bahwa didapat p value = 0,049 atau tingkat signifikasi p < 0,05 sehingga ada hubungan sikap dengan kepatuhan minum obat penderita hipertensi di Poliklinik Pemerintah Kota Palangka Raya. Kesimpulan : Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat penderita hipertensi dibuktikan dengan hasil p < α dengan tingkat signifikasi 0,05 menunjukkan hubungan yang signifikan dan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat penderita hipertensi di Poliklinik Pemerintah Kota Palangka Raya. Ada hubungan antara sikap dengan kepatuhan minum obat penderita hipertensi dibuktikan dengan hasil p < α dengan tingkat signifikasi 0,05 menunjukkan hubungan yang signifikan dan bermakna antara sikap dengan kepatuhan minum obat penderita hipertensi di Poliklinik Pemerintah Kota Palangka Raya.