The Kedawung Village Office is one of the government institutions at the village level. They will collect data on goods and assets. However, the current data collection process has not been running optimally, which results in obstacles like the fact that inventory reports of goods and assets owned by the village are not well recorded and there is no recording of reports when there is damage to goods. This research aims to create a prototype system to facilitate the Head of General Affairs and Planning, the Village Secretary, and the Village Head in recording goods and reports on damage to goods. The system was developed using the System Development Life Cycle (SDLC) method and the prototyping method. After testing the system using the black box method, the system is tested with several scenarios, and the system can perform all its functions properly. This system can facilitate the Head of General Affairs and Planning in collecting data on goods quickly and precisely, as well as the Village Secretary and Village Head in verifying the condition of goods.Kantor Desa Kedawung sebagai salah satu lembaga pemerintahan di tingkat desa tidak lepas dari pendataan barang maupun aset. Namun, proses pendataan saat ini belum berjalan secara optimal dikarenakan masih dilakukan secara konvensional yang mengakibatkan kendala seperti data laporan inventaris barang dan aset yang dimiliki oleh desa tidak terdata dengan baik dan tidak adanya pencatatan laporan ketika terjadi kerusakan barang. Penelitian ini bertujuan membuat purwarupa sistem untuk mempermudah Kepala Urusan Umum dan Perencanaan, Sekretaris Desa, serta Kepala Desa dalam pencatatan barang serta laporan kerusakan barang. Sistem dikembangkan menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) menggunakan metode prototyping. Setelah dilakukan pengujian sistem menggunakan metode blackbox, sistem diuji dengan beberapa skenario dan sistem dapat menjalankan semua fungsinya dengan baik. Sistem ini dapat memudahkan Kepala Urusan Umum dan Perencanaan dalam melakukan pendataan barang dengan cepat dan tepat serta Sekretaris Desa dan Kepala Desa dalam melakukan verifikasi kondisi barang