Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Variasi Leksikon Aktivitas Keseharian Manusia dalam Ranah Rumah Tangga di Kota Blitar: Sosiodialektologi Rahmasari, Nadira; Suryadi, Muhammad
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 8 No 1 (2023): Volume 8 Nomor 1, Februari 2023
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v8i1.1139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi leksikon aktivitas keseharian manusia dalam rumah tangga di Kota Blitar. Ancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sosiodialektologi dengan menggunakan bahasa Jawa Dialek Blitar dan variasi leksikon yang terjadi pada penggunaan bahasa sehari-hari oleh masyarakat Blitar. Data penelitian ini diambil di Kecamatan Kepanjen Kidul, Kelurahan Kepanjenlor, Kota Blitar. Adapun informan yang dipilih yaitu terdapat 3 orang yang telah diseleksi sesuai dengan krieteria yang dibutuhkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode padan, yang dilengkapi dengan teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasar ialah teknik klasifikasi bahasa penentu dengan daya klasifikasi sebagai pembeda referen yang digunakan untuk memilah arti leksikal dan arti kultural dalam bahasa Jawa. Kemudian teknik lanjutan ialah teknik hubung banding (teknik HBB) yang digunakan untuk membandingkan arti leksikal dan arti kultural. Kebaruan temuan dalam penelitian ini adalah kekayaan variasi leksikon pada medan makna aktivitas keseharian kegiatan di rumah. Kekayaan variasi meliputi kekayaan arti kultural yang ditentukan oleh konteks budaya dan kebiasaan masyarakat. Muncul fenomena pergeseran makna akibat persentuhan budaya dan kearifan lokal. Hal yang lebih unik adalah adanya perubahan bentuk dari bentuk dasar ke dalam varian leksikon baik terjadi secara morfologis maupun parafrase. Perubahan yang terjadi tetap mencerminkan budaya lokal sehingga masih dapat dirunut fungsi dan bentuk aktivitas yang tertanam pada leksikon yang telah mengalami perubahan bentuk dan perluasan arti.
PENAMAAN ORANG DALAM BAHASA JAWA DI BLITAR: PENDEKATAN SEMANTIK Rahmasari, Nadira
KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra) Vol 9 No 2 (2025): KLAUSA Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/klausa.v9i2.1328

Abstract

Penelitian ini membahas penamaan orang dalam bahasa Jawa di Blitar dengan menyoroti aspek bentuk, makna, dan fungsi penamaan. Masyarakat Blitar dalam memberikan nama anak banyak mempertimbangkan unsur‐unsur filosofis dan spiritual, seperti makna baik dari kata dalam bahasa Jawa, nilai-nilai moral budaya Jawa, dan doa yang tersirat dalam nama anak. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, terjadi pergeseran pola penamaan yang dipengaruhi oleh modernisasi, globalisasi, dan budaya luar daerah. Penelitian ini diharapkan dapat membantu menjaga kelestarian budaya Jawa dalam penamaan orang menggunakan bahasa Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola pembentukan nama (bentuk), mengetahui makna penamaan, serta menjelaskan fungsi penamaan orang yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan semantik. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan orang yang bersangkutan terhadap namanya. Hasil penelitian memperlihatkan penamaan orang bahasa Jawa di Blitar memiliki 4 bentuk, yaitu: (1) satu kata, (2) dua kata, (3) tiga kata, dan (4) empat kata. Dari segi makna ditemukan 3 makna, yaitu 2 makna, 3 makna, dan 4 makna. Dari sisi fungsi, penamaan Jawa memuat 3 fungsi, yaitu genealogis, harapan, dan eponim. Melalui kombinasi 4 bentuk, 3 makna, dan 3 fungsi tersebut, penamaan menjadi sarana untuk menjaga kesinambungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Penelitian ini dapat menjadi pijakan bagi studi lanjutan mengenai penamaan di wilayah lain yang ada di Indonesia, baik dalam perspektif perbandingan antarbudaya maupun pendekatan multidisipliner. Penelitian ini tidak hanya menggambarkan realitas penamaan di Blitar, tetapi juga membuka ruang dialog tentang makna nama dan identitas manusia.