Penelitian ini membahas penamaan orang dalam bahasa Jawa di Blitar dengan menyoroti aspek bentuk, makna, dan fungsi penamaan. Masyarakat Blitar dalam memberikan nama anak banyak mempertimbangkan unsurāunsur filosofis dan spiritual, seperti makna baik dari kata dalam bahasa Jawa, nilai-nilai moral budaya Jawa, dan doa yang tersirat dalam nama anak. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, terjadi pergeseran pola penamaan yang dipengaruhi oleh modernisasi, globalisasi, dan budaya luar daerah. Penelitian ini diharapkan dapat membantu menjaga kelestarian budaya Jawa dalam penamaan orang menggunakan bahasa Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola pembentukan nama (bentuk), mengetahui makna penamaan, serta menjelaskan fungsi penamaan orang yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan semantik. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan orang yang bersangkutan terhadap namanya. Hasil penelitian memperlihatkan penamaan orang bahasa Jawa di Blitar memiliki 4 bentuk, yaitu: (1) satu kata, (2) dua kata, (3) tiga kata, dan (4) empat kata. Dari segi makna ditemukan 3 makna, yaitu 2 makna, 3 makna, dan 4 makna. Dari sisi fungsi, penamaan Jawa memuat 3 fungsi, yaitu genealogis, harapan, dan eponim. Melalui kombinasi 4 bentuk, 3 makna, dan 3 fungsi tersebut, penamaan menjadi sarana untuk menjaga kesinambungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Penelitian ini dapat menjadi pijakan bagi studi lanjutan mengenai penamaan di wilayah lain yang ada di Indonesia, baik dalam perspektif perbandingan antarbudaya maupun pendekatan multidisipliner. Penelitian ini tidak hanya menggambarkan realitas penamaan di Blitar, tetapi juga membuka ruang dialog tentang makna nama dan identitas manusia.