Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perlindungan Hukum Terhadap Profesi Guru Tarigan, Abdillah; Siregar, Achmad Zulfikar
Jurnal Sosial Politik dan Hukum Vol. 1 No. 01 (2024): Jurnal Sosial Politik dan Hukum
Publisher : Jurnal Sosial Politik dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Legal protection for educational institutions is like teachers interpreted as efforts made by the government to protect teachers and other education personnel in carrying out their professional duties, both protection in legal, welfare, professional, and social aspects. Through research conducted in a normative juridical manner, this study concluded that legal protection for teachers in the educational process related to violent crimes has been fully regulated in various laws such as Law Number 14 of 2005 concerning Teachers and Lecturers and Government Regulation Number 74 of 2008 concerning Teachers. Where explained in both laws, punishment or sanction of students for the purpose of teaching by teachers is not a violent crime. Legal protection of teachers in the educational process related to acts of violence in the field of education should be applied using penal policies and non-penalty policies. The use of the policy by looking at the factors and background of criminal acts in the field of education occurs, especially by considering the purpose of the teaching process carried out by teachers.
Perlindungan Hukum Korban Kekerasan Seksual di Pesantren dalam Perspektif Viktimologi Lubis, Muhammad Rafly; Tarigan, Abdillah
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/y2f2zj26

Abstract

Kekerasan seksual di lingkungan pesantren merupakan fenomena yang semakin mengkhawatirkan dan menuntut perhatian serius dari berbagai pihak, baik akademisi, praktisi hukum, maupun pembuat kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap korban kekerasan seksual di pesantren dalam perspektifviktimologi serta mengkaji relevansi nilai-nilai hukum Islam dalam memberikan keadilan bagi korban. Metode yangdigunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa meskipun instrumen hukum seperti Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak PidanaKekerasan Seksual dan Peraturan Menteri Agama Nomor 73 Tahun 2022 telah memberikan kerangka perlindungan yang lebih kuat, implementasinya di lingkungan pesantren masih menghadapi hambatan struktural, kultural, dankelembagaan. Perspektif viktimologi menegaskan bahwa korban berhak mendapatkan perlindungan, pemulihan, danakses keadilan yang substantif bukan sekadar formal. Integrasi nilai-nilai hukum Islam yang menjunjung tinggikeadilan dan perlindungan hak asasi manusia menjadi landasan penting dalam membangun sistem perlindungankorban yang lebih responsif.