Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manfaat Musik Bagi Balita Putri, Khairunnisa Risnandar; Siregar, Achmad Zulfikar
Jurnal Sosial Politik dan Hukum Vol. 1 No. 02 (2024): Jurnal Sosial Politik dan Hukum
Publisher : Jurnal Sosial Politik dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As we know that children under the age of 5 years are an important age for brain development and mindset cultivation, or it can also be called the Golden Age. If the person who plays the role of a person wants their child to become someone who is an expert in music in the future, then parents can develop musical skills at this age. What about children who have numbness in speech, can children who have speech limitations not be able to play music? No, music can be used as an alternative medium in communication. Music also has several benefits for toddlers. Can all types of music be used for education and sharpen intelligence? No, only some types of music can be used for education and sharpening intelligence, and some can even create dependence. Music that can be used for education and media to sharpen human intelligence is music that has a balance of 3 elements.
Mengkategorikan Judi Online dan Pornografi Adiktif sebagai Tindak Pidana Non-Viktimisasi Abdillah, Meldyana Permata; Putri, Khairunnisa Risnandar
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/r060m198

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong munculnya berbagai bentuk kejahatan baru, termasuk judi online dan pornografi adiktif yang semakin mudah diakses oleh masyarakat. Fenomena ini sering dikaitkan dengan konsep non-victim crime, yaitu tindak pidana yang dianggap tidak memiliki korban langsung selain pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis apakah judi online dan pornografi adiktif dapat dikategorikan sebagai tindak pidana non-viktimisasi dalam konteks hukum pidana modern. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach), melalui analisis terhadap peraturan perundang-undangan, literatur ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua fenomena tersebut secara teoritis dapat dikategorikan sebagai non-victim crime, dalam praktiknya terdapat dampak sosial, ekonomi, dan psikologis yang meluas, sehingga melibatkan korban tidak langsung seperti keluarga dan lingkungan sosial. Selain itu, adanya unsur adiksi menyebabkan pelaku tidak sepenuhnya bertindak secara rasional, sehingga mengaburkan batas antara pelaku dan korban. Dengan demikian, konsep non-victim crime tidak dapat diterapkan secara kaku terhadap fenomena ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan pendekatan hukum yang lebih komprehensif dan kontekstual yang tidak hanya bersifat represif, tetapi juga mempertimbangkan aspek preventif dan rehabilitatif dalam menangani kejahatan berbasis digital di era modern.