Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Stratifikasi Pendidikan Kolonial Di Tapanoeli Selatan 1842-1908 Siregar, Dendy Reza Juliansyah; Sara, Siti; Pujiati
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i1.6962

Abstract

Pendidikan pada masa pemerintahan kolonial Belanda merupakan hal yang sangat Eksklusif bagi para penduduk pribumi di Hindia Belanda. Jauh sebelum awal abad 20 pendidikan hanya diberikan kepada beberapa kalangan yang dianggap belanda layak dan cocok untuk menerima sistem pendidikan pemerintah Belanda, dalam hal ini anak-anak raja dan para pejabat pemerintahan menjadi target utama pemerintah kolonial dalam pemberian akses pendidikan. Pada wilayah Tapanoeli pendidikan merupakan suatu hal yang penting, namun tidak semua wilayah Tapanoeli mendapatkan pendidikan yang sama. Wilayah Mandailing dan Angkola menjadi wilayah yang cukup tersohor dalam bidang pendidikan, ini dapat terlihat dari banyak tokoh-tokoh Nasional yang berasal dari wilayah ini, pendidikan yang ada diwilayah ini dipengaruhi ketertarikan dari seorang Assistant Residentie Afdeeling Angkola en Mandeiling A.P. Godon yang memberikan pendidikan kepada beberapa anak pribumi Angkola dan Madailing, hal ini didasari dari minat pendidikan yang sangat minim diwilayah tersebut dengan hanya berkisar 2% pada pertengahan abad 19. Lewat pengaruh dari Godon lahirlah beberapa tokoh penting bagi perkembangan pendidikan di Afdeeling Mandailing en Angkola, tokoh-tokoh tersebut antara lain seperti Si Asta, Si Angan dan Sutan Sati Nasution yang mendapatkan pendidikan bahkan ke negeri Belanda. Namun pendidikan yang diperoleh oleh masyarakat selatan Tapanoeli ini tidak tersebar secara merata ada Stratifikasi yang menjadikan pendidikan tidak bisa dirasakan dan dinikmati oleh penduduk Tapanoeli dibagian Selatan. Studi ini dilakukan dengan pendekatan Sejarah dengan menggunakan Metode Sejarah lewat tahapan Heuristik, Verifikasi, Interpretasi dan Historiografi, penelitian ini  juga menggunakan bantuan pendekatan Ilmu Sosial lewat Teori Stratifikasi Sosial Max Weber.
Pelabuhan Natal Sebagai Penopang Ekonomi Residentie Tapanoeli 1850-1937 Siregar, Dendy Reza Juliansyah; Sara, Siti; Pujiati, Pujiati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas peranan Pelabuhan Natal sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi di wilayah Residentie Tapanoeli pada masa kolonial Belanda antara tahun 1850 hingga 1937. Sebagai pelabuhan yang terletak strategis di pesisir Samudera Hindia dan berdekatan dengan jalur distribusi komoditas dari Mandailing dan Angkola, Pelabuhan Natal menjadi simpul utama dalam perdagangan regional, khususnya pada masa booming kopi pertengahan abad ke-19. Melalui kajian historis dengan menelaah arsip kolonial, laporan resmi pemerintahan, serta literatur sejarah maritim dan ekonomi, penelitian ini menunjukkan bahwa Pelabuhan Natal berfungsi sebagai pusat pengumpulan dan pengangkutan kopi menuju Pelabuhan Padang. Infrastruktur jalan dan jaringan sungai yang mendukung turut memperkuat posisi pelabuhan ini dalam dinamika perdagangan Tapanoeli. Namun, sejak tahun 1882 peran Pelabuhan Natal mengalami kemunduran akibat perubahan jalur transportasi, pemindahan pusat pemerintahan Residentie Tapanoeli, serta kebijakan kolonial yang memusatkan ekspor komoditas ke Sibolga. Reorganisasi administratif tahun 1918 dan 1937 menandai semakin merosotnya kedudukan Natal sebagai pusat pelabuhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun mengalami kemunduran pada awal abad ke-20, Pelabuhan Natal memiliki kontribusi signifikan dalam pembangunan ekonomi Tapanoeli, khususnya dalam jaringan perdagangan kopi pada masa kolonial Belanda. Penulisan artikel ini menggunakan Metode Sejarah lewat tahapan Heuristik, Verifikasi, Interpretasi dan Historiografi, penulisan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dan studi arsip dengan menggunakan arsip-arsip kolonial Belanda.
Ingatan Kolektif dan Pelestarian Tradisi Keislaman di Dayah Malikussaleh Aceh Utara Siregar, Dendy Reza Juliansyah; Sara, Siti; Pujiati, Pujiati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dayah merupakan salah satu institusi Islam tradisional yang memainkan peran penting dalam pembentukan identitas keagamaan dan sosial masyarakat Aceh. Penelitian ini mengkaji fungsi dayah di Panton Labu, Aceh Utara, sebagai ruang sosial dan budaya yang menjadi wadah penyimpanan serta pewarisan memori kolektif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dan wawancara dengan dewan guru atau pengurus Dayah Malikussaleh, penelitian ini menganalisis bagaimana ritual, praktik keagamaan, dan tradisi lisan berfungsi sebagai mekanisme reproduksi ingatan komunitas. Kerangka teori Maurice Halbwachs tentang memori kolektif dan Pierre Nora tentang lieux de mémoire digunakan untuk memahami peran dayah sebagai situs ingatan yang menghubungkan masa lalu dan masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan seperti haul, wirid rutin, pengajian kitab, serta kisah keteladanan ulama tidak hanya memperkuat dimensi spiritual, tetapi juga menjaga kesinambungan nilai-nilai Islam Aceh. Dayah di Panton Labu terbukti menjadi lembaga yang tidak hanya mendidik secara religius, melainkan juga memelihara identitas budaya dan solidaritas sosial masyarakat di tengah tantangan modernitas.