Dayah merupakan salah satu institusi Islam tradisional yang memainkan peran penting dalam pembentukan identitas keagamaan dan sosial masyarakat Aceh. Penelitian ini mengkaji fungsi dayah di Panton Labu, Aceh Utara, sebagai ruang sosial dan budaya yang menjadi wadah penyimpanan serta pewarisan memori kolektif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dan wawancara dengan dewan guru atau pengurus Dayah Malikussaleh, penelitian ini menganalisis bagaimana ritual, praktik keagamaan, dan tradisi lisan berfungsi sebagai mekanisme reproduksi ingatan komunitas. Kerangka teori Maurice Halbwachs tentang memori kolektif dan Pierre Nora tentang lieux de mémoire digunakan untuk memahami peran dayah sebagai situs ingatan yang menghubungkan masa lalu dan masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan seperti haul, wirid rutin, pengajian kitab, serta kisah keteladanan ulama tidak hanya memperkuat dimensi spiritual, tetapi juga menjaga kesinambungan nilai-nilai Islam Aceh. Dayah di Panton Labu terbukti menjadi lembaga yang tidak hanya mendidik secara religius, melainkan juga memelihara identitas budaya dan solidaritas sosial masyarakat di tengah tantangan modernitas.
Copyrights © 2025