Estiko, Reza
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Fraktur Kompleks Zygomaticomaxillary Pada Kecelakaan Kerja: Sebuah Laporan Kasus Yusanti, Leni; Sunaryo; Estiko, Reza
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur kompleks Zygomaticomaxillary (ZMC) merupakan jenis fraktur wajah yang paling umum dan paling banyak kedua setelah fraktur hidung. Manifestasi ZMC dapat mengganggu fungsi tubuh dan estetika. Melakukan diagnosis dengan anamnesis yang komprehensif, pemeriksaan fisik yang lengkap, dan pemeriksaan penunjang seperti computed tomography (CT) scan sangat penting. Tujuan studi ini adalah untuk menyajikan kasus fraktur ZMC dari seorang tukang kayu berusia 51 tahun, laki-laki yang wajahnya terkena kayu berukuran 4x6 meter dengan tenaga gergaji mesin diesel. Khususnya, studi ini mengkaji penggunaan foto polos kepala untuk evaluasi pasca operasi. Berdasarkan pemeriksaan klinis, pasien didiagnosis mengalami fraktur ZMC. Sisipan dilakukan untuk prosedur reduksi terbuka dengan fiksasi internal menggunakan L-shaped mini plate and screws.
Perbandingan Citra Nefrokalsinosis Pada Modalitas Ultrasonografi Dan Foto Polos: Sebuah Tinjauan Singkat Dewanto, Prasetyo; Estiko, Reza
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Nefrokalsinosis (NK) mengacu pada pengendapan deposisi kristal seperti kalsium oksalat (CaOx) atau kalsium fosfat (CaPi) di dalam korteks ginjal atau medula dan berhubungan dengan batu saluran kandung kemih (BSK). Modalitas pencitraan ditentukan oleh kondisi klinis dan kecurigaan adanya batu ureter atau ginjal. Kajian mengenai perbandingan evaluasi antar modalitas pada NK masih sangat minim, terutama ultrasonografi (USG) dengan foto polos. Tujuan: untuk mengulas perbandingan gambaran modalitas USG dan foto polos abdomen pada NK karena kedua modalitas ini cukup terjangkau sehingga sering digunakan. Metode:  Metode telaah konvensional kami meliputi: (1) Menelusuri kata kunci; (2) Melakukan seleksi 7 artikel; dan (3) Membaca 4 artikel inti secara mendalam Hasil: Pada USG, karakteristik NK ditandai dengan kalsifikasi pada piramida ginjal, tepi piramida hyperechoic, dan bagian tengah yang lebih lusen. Sedangkan pada foto polos hanya memperlihatkan acoustic shadow posterior, yang setara dengan piramida hyperechoic pada USG. Meski demikian, foto polos abdomen dapat mengidentifikasi jenis batu, menilai ukuran batu, dan dapat digunakan untuk memantau perjalanan ukuran batu. Simpulan: Kedua modalitas ini dapat saling melengkapi untuk pasien dengan NK, dimulai dengan USG dan foto polos abdomen untuk konfirmasi diagnosis dan kemudian foto polos abdomen untuk evaluasi perjalanan kondisi NK dari waktu ke waktu.
Sistem Skoring untuk Menilai Luaran Pasien Kritis di Unit Perawatan Intensif (ICU) di Indonesia Sebuah Tinjauan Pustaka Kurniawan, Hanifa; Atmawan, Derajad; Murdiyanto , Joko; Purnomo, Heri; Estiko, Reza
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unit perawatan intensif (ICU) memiliki peran penting dalam penanganan pasien dengan kondisi kritis. Memprediksi mortalitas pasien menggunakan sistem skoring dapat membantu tenaga kesehatan mempersiapkan penatalaksanaan yang adekuat. Sistem skoring yang paling umum digunakan di ICU di seluruh dunia adalah Acute Physiology and Chronic Health Evaluation (APACHE), Simplified Acute Physiology Score (SAPS), dan Sequential Organ Failure Assessment (SOFA). Sistem-sistem skoring ini memiliki parameter untuk menghitung prediksi mortalitas dan diperbarui secara rutin. Sistem ini juga sering digunakan di Indonesia, dan berbagai penelitian telah mempublikasikan hasilnya. Artikel ini meninjau semua publikasi artikel antara Januari 2013 hingga Maret 2024 yang menggunakan sistem skoring ICU untuk memprediksi mortalitas pada populasi Indonesia. Dengan menggunakan Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-analysis (PRISMA), kami memperoleh 397 artikel dari basis data seperti PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, dan Taylor & Francis. Setelah melalui proses identifikasi, penyaringan, dan penentuan kelayakan, kami menyertakan enam artikel untuk ditelaah secara kritis. APACHE-II dan SOFA merupakan sistem skoring yang paling sering digunakan di Indonesia karena kemudahan variabelnya serta kemampuan prediksinya yang cukup baik terhadap mortalitas pasien kritis.