Pulau Jawa merupakan pulau dengan tingkat kepadatan dan rata-rata Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pertumbuhan Ekonomi (Produk Domestik Bruto), Islamic Human Development Index (I-HDI), dan Upah Minimum (UMP) terhadap Penyerapan Tenaga Kerja (TPAK) di enam provinsi yang ada di Pulau Jawa selama periode 2018–2023. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel, dan model yang digunakan adalah Fixed Effect Model (FEM). Tahapan pengujian meliputi statistik deskriptif, uji Chow, uji Hausman, uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²) dengan bantuan software EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Islamic Human Development Index (I-HDI) dan Upah Minimum berpengaruh negatif terhadap Penyerapan Tenaga Kerja, sedangkan Pertumbuhan Ekonomi tidak memiliki pengaruh terhadap Penyerapan Tenaga Kerja. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh terhadap Penyerapan Tenaga Kerja. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak secara langsung meningkatkan penyerapan tenaga kerja di Pulau Jawa, sedangkan pembangunan manusia (I-HDI) dan kebijakan upah minimum berdampak negatif terhadap penyerapan tenaga kerja di Pulau Jawa. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan perlu lebih difokuskan pada peningkatan kesempatan kerja, serta reformulasi kebijakan upah yang tidak menghambat penciptaan lapangan kerja