Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Prototyping Pada E-Catering Berbasis Android Abdillah, Maulana; Elsera, Marina; Lubis, Husni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi mempengaruhi kehidupan manusia pada segala bidang, termasuk dalam bidang bisnis. Tuntutan manusia yang ingin mendapatkan pelayanan cepat dan tepat, mudah dan praktis terjawab dengan adanya teknologi. Pengembangan bisnis pada bidang katering yang melayani penjualan produk makanan dapat memanfaatkan teknologi informasi agar bisa bersaing dan maju. Salah satu catering dimedan yang menyediakan layanan makanan kepada pelanggan yang memerlukan makanan untuk berbagai acara atau keperluan tertentu yaitu Maulana catering masih harus datang ke tempat untuk melakukan pemesanan catering. Hal ini menjadi satu kendala yang dapat membatasi ketertarikan konsumen untuk pemesanan catering terutama konsumen yang jauh dari lokasi. Selain itu laporan penjualan yang masih menggunakan buku masih kurang efektif, karena mengakibatkan hilangnya data penjualan dengan berbagai situasi. Oleh karena itu dibuat implementasi Prototyping pada e-catring berbasis android yaitu dengan menganalisis kebutuhan, membuat prototype awal, mengevaluasi pengguna menggunakan quissioner dan mengevaluasi sistem menggunakan blackbox testing serta menggunakan sistem. Dengan perancangan E-catering dapat membantu masyarakat supaya lebih mudah dalam pemesanan catering. Dan membantu catering mempermudah pekerjaan nya dan dapat melihat laporan penjualan.
Representasi Hambatan Regenerasi Petani Dalam Penciptaan Karya Seni Paper Sculpture Abdillah, Maulana
CILPA Vol 11 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v11i1.21498

Abstract

Abstrak Regenerasi petani merupakan isu penting bagi keberlanjutan sektor agrikultur di Indonesia. Kecenderungan berkurangnya ketertarikan kaum muda untuk berkarir di bidang pertanian disebabkan oleh berbagai pengaruh sosial dan budaya yang tertanam dalam tatanan masyarakat. Tulisan ini berupaya memaparkan faktor-faktor hambatan dalam regenerasi petani melalui pengembangan sebuah karya seni yang didasarkan pada penelitian berbasis praktik (practice-based research). Proses penciptaan karya dilaksanakan dengan pendekatan eksploratif dengan teknik paper sculpture, yang menyatukan unsur visual simbolis dan material dasar sarana representasi. Karya ini merepresentasikan figur manusia, simbol pendidikan, ekonomi, dan keluarga, serta kata “regenerasi” sebagai perumpamaan tekanan sosial, tuntutan budaya, dan tantangan kelangsungan profesi petani. Kebaruan karya terletak pada pemanfaatan material kertas yang melambangkan kerentanan dan ketidakpastian dalam regenerasi sektor pertanian, ditambah dengan perpaduan visual anak dan keluarga untuk menggambarkan transisi nilai-nilai antar generasi. Temuan dari proses penciptaan ini mengindikasikan bahwa karya seni dapat berfungsi sebagai sarana refleksi untuk menyikapi isu-isu struktural dan kultural menjadi hambatan bagi regenerasi petani. Proses penciptaan ini diharapkan dapat memicu dialog konstruktif mengenai kedudukan petani dalam tatanan sosial masyarakat masa kini. Abstract Farmer regeneration is a crucial issue for the sustainability of Indonesia’s agricultural sector. The declining interest of young people in pursuing careers in agriculture is influenced by various social and cultural factors embedded within societal structures. This paper seeks to describe these factors through the development of an artwork based on practice-based research. The creative process was carried out using an exploratory approach with a paper sculpture technique, integrating symbolic visual elements and basic materials as a means of representation. The artwork represents human figures, symbols of education, economy, and family, as well as the word “regeneration” as a metaphor for social pressures, cultural demands, and challenges to the continuity of the farming profession. The novelty of the work lies in the use of paper as a material, symbolizing vulnerability and uncertainty in the regeneration of the agricultural sector, combined with visual elements of children and family to depict the transition of values across generations. The findings from this creative process indicate that art can function as a reflective medium to address structural and cultural issues that hinder farmer regeneration. This creative process is expected to stimulate constructive dialogue regarding the position of farmers within contemporary social structures.
Local Dialect Interference and AI-Based Arabic Speech Recognition: Evidence from Madurese Learners Nasyithah, Indi Hulwun; Rahman, Habibur; Abdillah, Maulana
Alibbaa': Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Special Issue 2026 Vol. 01 | Artificial Intelligence in Arabic Language Education: Pedagogy, Media,
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ajpba.vi.24450

Abstract

This study investigates the influence of Madurese phonetic interference on the accuracy of AI-based Arabic Speech Recognition systems. The research focuses on vowel-shift deviations produced by Madurese native speakers in Arabic pronunciation and evaluates the performance of Google Speech-to-Text and OpenAI Whisper in recognizing dialect-influenced Arabic speech. Using a mixed-method approach, speech data were collected from 13 sixth-semester students of the Arabic Language Education Department at UIN Madura through direct voice recording involving isolated words, continuous Arabic sentences, and Qur’anic recitations. Acoustic observation using Praat identified systematic vowel shifts, particularly the transitions of /a/ to [e], /i/ to [e], and /u/ to [o], which generated acoustic variability in Arabic speech production. The findings reveal that OpenAI Whisper achieved higher recognition accuracy (84.0%) with a lower Word Error Rate (16.0%) compared to Google Speech-to-Text, which obtained an accuracy of 61.8% and a WER of 38.2%. The dominant errors included substitution, deletion, insertion, and segmentation errors, indicating instability in phoneme mapping caused by dialect-induced vowel transitions. The study concludes that current AI-based Arabic Speech Recognition systems remain sensitive to low-resource dialect interference and that acoustic variability significantly affects recognition stability in multilingual speech environments. These findings highlight the importance of developing more adaptive and linguistically inclusive ASR models for Arabic language learning contexts.