Abstrak Regenerasi petani merupakan isu penting bagi keberlanjutan sektor agrikultur di Indonesia. Kecenderungan berkurangnya ketertarikan kaum muda untuk berkarir di bidang pertanian disebabkan oleh berbagai pengaruh sosial dan budaya yang tertanam dalam tatanan masyarakat. Tulisan ini berupaya memaparkan faktor-faktor hambatan dalam regenerasi petani melalui pengembangan sebuah karya seni yang didasarkan pada penelitian berbasis praktik (practice-based research). Proses penciptaan karya dilaksanakan dengan pendekatan eksploratif dengan teknik paper sculpture, yang menyatukan unsur visual simbolis dan material dasar sarana representasi. Karya ini merepresentasikan figur manusia, simbol pendidikan, ekonomi, dan keluarga, serta kata “regenerasi” sebagai perumpamaan tekanan sosial, tuntutan budaya, dan tantangan kelangsungan profesi petani. Kebaruan karya terletak pada pemanfaatan material kertas yang melambangkan kerentanan dan ketidakpastian dalam regenerasi sektor pertanian, ditambah dengan perpaduan visual anak dan keluarga untuk menggambarkan transisi nilai-nilai antar generasi. Temuan dari proses penciptaan ini mengindikasikan bahwa karya seni dapat berfungsi sebagai sarana refleksi untuk menyikapi isu-isu struktural dan kultural menjadi hambatan bagi regenerasi petani. Proses penciptaan ini diharapkan dapat memicu dialog konstruktif mengenai kedudukan petani dalam tatanan sosial masyarakat masa kini. Abstract Farmer regeneration is a crucial issue for the sustainability of Indonesia’s agricultural sector. The declining interest of young people in pursuing careers in agriculture is influenced by various social and cultural factors embedded within societal structures. This paper seeks to describe these factors through the development of an artwork based on practice-based research. The creative process was carried out using an exploratory approach with a paper sculpture technique, integrating symbolic visual elements and basic materials as a means of representation. The artwork represents human figures, symbols of education, economy, and family, as well as the word “regeneration” as a metaphor for social pressures, cultural demands, and challenges to the continuity of the farming profession. The novelty of the work lies in the use of paper as a material, symbolizing vulnerability and uncertainty in the regeneration of the agricultural sector, combined with visual elements of children and family to depict the transition of values across generations. The findings from this creative process indicate that art can function as a reflective medium to address structural and cultural issues that hinder farmer regeneration. This creative process is expected to stimulate constructive dialogue regarding the position of farmers within contemporary social structures.
Copyrights © 2026