Yuriesa, Diah Ajeng
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Terapi Tertawa Untuk Peningkatan Kesejahteraan Subjektif Lansia Setyaningrum, Dyah Titi; Yuriesa, Diah Ajeng
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 10 No 1 (2024): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jurnal.v10i1.177

Abstract

Kesejahteraan lansia merupakan hal yang perlu mendapat perhatian agar dalam masa tua nya para lansia tetap dapat hidup bahagia dan produktif. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan subjektif lansia adalah dengan memberikan terapi tertawa sebagai intervensi komplementer yang bertujuan memberi peningkatan kepuasan atas evaluasi hidup yang telah dijalani dan meningkatkan emosi positif terhadap kehidupan saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimental dengan rancangan pre-experimental dan jenis rancangan one group pretest - post test design. Subjek pada penelitian ini berjumlah 12 lansia yang tinggal di panti “X” dengan rentang usia 60 - 97 tahun. Jenis sampling yang digunakan adalah non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Satisfaction With Life Scale/SWLS dan Positive Affect and Negative Affect Schedule Scale/PANAS. Alat ukur SWLS memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,720 dan alat ukur PANAS memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,826 (Alpha Cronbach > 0,7), sedangkan uji validitas menggunakan validitas content menggunakan skor Aiken’s V yang berkisar 0,9 - 1. Hasil uji wilcoxon menunjukan bahwa terapi tertawa memiliki pengaruh terhadap subjective well - being lansia. Nilai p pada variabel kepuasan hidup sebesar 0,016 dan nilai p pada variabel positive affect sebesar 0,004 dan variabel negative affect sebesar 0,023. Pada penelitian ini ditemukan bahwa terdapat peningkatan kesejahteraan subjektif/subjective well being lansia setelah diberikan terapi tertawa, dimana kepuasan hidup dan afek positif meningkat dan terdapat penurunan pada afek negatif lansia. Berdasarkan temuan tersebut, panti sosial diharapkan dapat menjadikan terapi tertawa sebagai kegiatan rutin untuk membantu memelihara kesejahteraan subjektif lansia.