Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Ibu Hamil Dengan Preeklampsia di Puskesmas Bukit Wolio Indah Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara Suhardin, Nur Isra Awaliyah; Fujiko, Masita; Syahruddin, Febie Irsandy; Mokhtar, Shulhana; Efendy, Rizki Amalia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.7827

Abstract

Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi frekuensi kejadian preeklampsia pada Ibu hamil, untuk mengetahui distribusi frekuensi kejadian preeklampsia pada Ibu hamil berdasarkan umur, untuk mengetahui distribusi frekuensi kejadian preeklampsia pada Ibu hamil berdasarkan paritas, untuk mengetahui distribusi frekuensi kejadian preeklampsia pada Ibu hamil berdasarkan pendidikan, untuk mengetahui distribusi frekuensi kejadian preeklampsia pada Ibu hamil berdasarkan pekerjaan, untuk mengetahui distribusi frekuensi kejadian preeklampsia pada Ibu hamil berdasarkan status gizi, untuk mengetahui distribusi frekuensi kejadian preeklampsia pada Ibu hamil berdasarkan riwayat paparan asap rokok, untuk mengetahui distribusi frekuensi kejadian preeklampsia pada Ibu hamil berdasarkan riwayat penyakit sistemik, untuk mengetahui  distribusi frekuensi kejadian preeklampsia pada Ibu hamil berdasarkan riwayat hipertensi dikehamilan sebelumnya. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi frekuensi kejadian preeklampsia pada ibu hamil sebagian besar terjadi pada kelompok umur tidak berisiko. Distribusi frekuensi kejadian preeklampsia pada ibu hamil sebagian besar terjadi pada kelompok peritas multigravida. Distribusi frekuensi kejadian preeklampsia pada ibu hamil sebagian besar terjadi pada kelompok tingkat pendidikan tinggi Distribusi frekuensi kejadian preeklampsia pada ibu hamil sebagian besar terjadi pada kelompok tidak bekerja. Distribusi frekuensi kejadian preeklampsia pada ibu hamil sebagian besar terjadi pada kelompok status gizi baik. Distribusi frekuensi kejadian preeklampsia pada ibu hamil sebagian besar terjadi pada kelompok tidak terpapar asap rokok. Distribusi frekuensi kejadian preeklampsia pada ibu hamil sebagian besar terjadi pada kelompok tidak memiliki riwayat penyakit sistemik. Distribusi frekuensi kejadian preeklampsia pada ibu hamil sebagian besar terjadi pada kelompok tidak memiliki riwayat hipertensi pada kehamilan sebelumnya.
HUBUNGAN INDEKS MASA TUBUH (IMT) DENGAN RISIKO PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL Suhardin, Nur Isra Awaliyah; Fujiko, Masita; Rahman, Abdul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55053

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal serta perinatal. Salah satu faktor risiko yang diduga berperan dan bersifat dapat dimodifikasi adalah Indeks Massa Tubuh (IMT). Peningkatan prevalensi overweight dan obesitas pada wanita usia reproduksi menjadikan IMT sebagai indikator penting dalam upaya pencegahan preeklampsia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang tercatat dalam rekam medis di fasilitas kesehatan tempat penelitian. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, sehingga diperoleh 49 subjek penelitian. Variabel independen adalah Indeks Massa Tubuh yang dihitung dari berat badan awal kehamilan dan tinggi badan, sedangkan variabel dependen adalah kejadian preeklampsia. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran rekam medis, dan analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk menilai hubungan antara IMT dan preeklampsia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil dengan preeklampsia berada pada kategori IMT normal hingga tinggi, dengan proporsi IMT tinggi (overweight dan obesitas) yang lebih besar dibandingkan IMT rendah. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara IMT dan kejadian preeklampsia (p < 0,05). Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh dan kejadian preeklampsia pada ibu hamil. IMT tinggi berperan sebagai faktor risiko yang perlu mendapat perhatian dalam pelayanan antenatal sebagai upaya pencegahan preeklampsia.