Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Media SAC untuk Meningkatkan Hasil Belajar Menjadi Lebih Baik Atau Meningkat pada Masa Pandemi Covid 19 Haryani, Leni
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 9 No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i1.260

Abstract

Tujuan dari Best Practice ini adalah 1) Mendeskripsikan efektivitas media SAC untuk meningkatkan pembelajaran pada masa Pandemi Covid 19. 2) Mendeskripsikan hasil belajar dengan menggunakan media SAC. Belajar merupakan hasil konstruksi sendiri sebagai hasil interaksinya terhadap lingkungan belajar melalui proses asimilasi atau akomodasi. Merujuk paradigma konstruktivisme tentang belajar, maka prinsip SAC media Smart Apps Creator cukup strategis dalam rangka mewujudkan kegiatan pembelajaran secara efektif . Sasaran kegiatan best practice ini adalah siswa SMK Muhammadiyah Kalibawang Kelas XI. Langkah-langkah pembelajaran dengan media SAC adalah (1) tahap awal pembelajaran sebelum menggunakan media Smart Apps Creator SAC (2) tahab pembelajaran menggunakan media SAC saat pandemi covid 19 (3) tahap penilaian setelah pembelajaran menggunakan media SAC di masa pandemi covid 19. Pengalaman menunjukkan bahwa hasil belajar siswa SMK Muhammadiyah Kalibawang pada materi tekanan khususnya pembelajaran di masa pandemi covid 19 berada pada nilai ketuntasan KKM. Agar pembelajaran materi berjalan efektif kami inovasikan media SAC. Desain media SAC dalam pembelajaran di masa pandemi covid 19 ditunjukkan dengan gambar berupa foto. Hal ini dilakukan agar mudah ditiru bagi siapa saja yang ingin mengembangkannya. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa media SAC dalam pembelajaran di masa pandemi covid 19 efektif untuk melaksanakan pembelajaran materi dengan hasil belajar yang lebih baik.
Gambaran Faktor Risiko Pasien HIV dengan Tuberkulosis di RSUD Kota Bogor Haryani, Leni; Ramadhani, Nur Rizky; Meirawan, Rizky Fajar; Burmanajaya, Bram
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis merupakan infeksi opportunistik yang mematikan. WHO melaporkan bahwa TB menjadi penyebab kematian 187.000 pasien HIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko pasien HIV yang menderita TB berdasarkan karakteristik demografi, stadium klinis HIV, status sosial ekonomi dan faktor risiko HIV/AIDS di RSUD Kota Bogor tahun 2016-2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain studi cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan cara purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 60 responden. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan jumlah pasien HIV TB (+) periode 2016-2021 di RSUD Kota Bogor sebagian besar berusia < 35 Tahun (73,7%), berjenis kelamin laki laki (90,2%), belum menikah (82,8%) tingkat pendidikan tinggi (71,7%), status tidak bekerja (80%), berada pada stadium klinis 3 dan 4 (82,6%) dan memiliki status sosial ekonomi kurang mampu (81,6%) serta faktor risiko perilaku seksual (72,4%). Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat tiga karakteristik yang dapat menyebabkan perbedaan status infeksi TB pada pasien HIV yaitu jenis kelamin dengan p value