Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Durasi dan Lama Kerja Penjahit dengan Kejadian Kelelahan Mata Rahman, Annisa; Amir, Suliati P.; Novriansyah, Zulfikri Khalil; Maharani, Ratih Natasya; Aulia, Nur
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.9999

Abstract

Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara durasi kerja perhari dengan kejadian kelelahan mata pada penjahit, serta untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara lama kerja dengan kejadian kelelahan mata pada penjahit. Peneliti menggunakan metode analitik observasional dan desain cross sectional. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa dari 32 pekerja penjahit terdapat 18 pekerja penjahit yang lama kerjanya >8 jam sehari dengan 15 pekerja penjahit mengalami keluhan kelelahan mata dan 3 tidak ada mengalami keluhan kelelahan mata sedangkan 14 pekerja penjahit yang memiliki lama kerja ≤8 jam dengan 4 pekerja penjahit mengalami keluhan kelelahan mata dan 10 tidak mengalami keluhan kelelahan mata. Hasil analisis dengan menggunakan chi-square diperoleh nilai p value 0,002 yang berarti ada hubungan yang bermakna antara durasi kerja dengan keluhan kelelahan mata. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 19 orang yang memiliki masa kerja > 5 jam dengan 16 orang yang memiliki kelelahan mata dan 3 orang yang tidak memiliki kelelahan mata sedangkan 13 orang yang memiliki masa kerja ≤5 jam dengan 3 orang yang memiliki kelelahan mata dan 10 orang yang tidak memiliki kelelahan mata. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara durasi kerja dengan kejadian kelelahan mata pada penjahit dibuktikan dengan nilai p = 0,002. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara masa kerja dengan kejadian kelelahan mata pada penjahit dibuktikan dengan nilai p = <0,001. Berdasarkan penelitian didapatkan 20 orang yang memiliki usia >40 tahun dengan 16 orang yang memiliki kelelahan mata (80,0%) dan 4 orang yang tidak memiliki kelelahan mata (20,0%) sedangkan 12 orang yang memiliki masa kerja <40 tahun dengan 3 orang yang memiliki kelelahan mata (25,0%) dan 9 orang yang tidak memiliki kelelahan mata (75,0%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara usia dengan kejadian kelelahan mata pada penjahit dibuktikan dengan nilai p = 0,006.
The Effect of Using The Eye Protection Feature on The Incidence Rate of Eye Fatigue (Asthenopia) Maharani, Ratih Natasya; Pratiwi Dahya, Dea Alya Dirgahayu; Jafar, Muh. Alfian; Rahmah Akib, Marlyanti Nur; Namira, Hanna Aulia
Jurnal Medisci Vol 3 No 6 (2026): Vol 3 No 6 June 2026 (In Progress)
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/medisci.v3i6.1168

Abstract

Background: The rapid increase in smartphone use among medical students has raised concerns about digital eye strain (asthenopia). Prolonged exposure to blue light from smartphone screens can lead to eye fatigue, including dry eyes, blurred vision, and headaches. Although smartphones are equipped with eye protection features, these are often underutilized. Aim: To examine the effect of smartphone eye protection features on asthenopia among medical students at the Faculty of Medicine, Universitas Muslim Indonesia. Methods: A quasi-experimental pretest–posttest control group study involving 104 medical students evaluated the effect of activating the smartphone eye protection feature on asthenopia using the Visual Fatigue Index, with changes analyzed by the McNemar test (p < 0.05). Results: Prior to intervention, 71 respondents (68.3%) experienced asthenopia, while none used the eye protection feature. After intervention, among the 52 respondents who activated the eye protection feature, 35 (67.3%) showed improvement in asthenopia symptoms, while only 15 (28.8%) continued to experience eye fatigue (p < 0.001). Conversely, in the control group (n=52), 29 respondents (55.8%) who initially had no symptoms developed asthenopia, demonstrating a significant worsening of eye health (p < 0.001). The findings indicate a statistically significant reduction in asthenopia incidence among users of the eye protection feature. Conclusions: The use of smartphone eye protection features significantly reduces the incidence and severity of asthenopia among medical students with prolonged smartphone use. By filtering blue light, this feature improves visual comfort and serves as an effective and practical preventive measure against digital eye strain.