Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Jasa Lingkungan di Taman Hutan Kota, GBK, Jakarta Ally, Haydar; Wahyuningtyas, Junieta; Rahmadana, Muhammad Irfan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13234

Abstract

Jasa lingkungan merupakan pemanfaatan potensi lingkungan tanpa merusak dan mengurangi fungsi utamanya. Taman Hutan Kota GBK memberikan manfaat seperti jasa wisata alam, perlindungan tata air, kesuburan tanah, pengendalian erosi dan banjir, serta keindahan dan keunikan alam. Artikel ini mengevaluasi persepsi masyarakat tentang kemampuan taman dalam menyediakan jasa lingkungan melalui survei. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat mengakui peran penting taman dalam mitigasi perubahan iklim, penyerapan air, penyediaan air bersih, pencegahan erosi dan banjir, pengendalian angin kencang, dan peningkatan kualitas udara. Selain itu, taman hutan kota GBK yang memberikan jasa budaya yang mencakup rekreasi, spiritual, pendidikan, dan estetika.
Pengaruh Pemberian Pakan Ikan Terhadap Baku Mutu Air di Kolam Pemancingan di Desa Pondok, Kecamatan Karanganom Wahyuningtyas, Junieta
Ekosains Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemancingan merupakan kegiatan yang popular dalam dunia perikanan dan rekreasi di banyak daerah, termasuk Desa Pondok, Kecamatan Karanganom yang mana didominasi oleh jenis ikan tombro (tor putitora). Kualitas air dalam kolam pemancingan di Desa Pondok menjadi faktor kritis yang mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan ikan yang dipelihara. Parameter air yang perlu diperhatikan antara lain pH, suhu air, dan TDS (total dissolved solid). Pemberian pakan ikan baik alami maupun buatan merupakan salah satu faktor penting agar dapat memproduksi ikan yang sehat dan berkualitas. Tujuan dilakukannya penelitian ini diharapkan dapat mengetahui pengaruh pemberian pakan ikan terhadap baku mutu air di kolam pemancingan Desa Pondok, Kecamatan Karanganom dan mengidentifikasi parameter baku mutu air yang dapat dipengaruhi oleh pemberian pakan ikan di kolam pemancingan. Penelitian dilakukan di kolam pemancingan Desa Pondok, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten dengan titik yang berbeda, yaitu pada titik hulu, tengah dan hilir. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah data primer dan data sekunder dengan menganalisis parameter kimia dan fisika air. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Kemudian hasil dibandingkan dengan Baku Mutu Air Kelas III yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021.  Metode pemberian pakan ikan dibagi menjadi tiga yaitu ad satiation, ad libitum, biomassa. Hasil menunjukkan bahwa parameter DO dan suhu melampaui baku mutu dan parameter pH dan TDS masih berada dibawah baku mutu. Strategi pengelolaan pemberian pakan agar meminimalisir dampak negatif terhadap kualitas air diantaranya dengan metode fish feeder dengan sistem IoT dan biofilter.
Analisis Spatio temporal Pengaruh Aktivitas industri terhadap fenomena UHI dan LST di Kota Jakarta Timur wahyuningtyas, junieta
Ekosains VOL 17 (02) 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena Urban Heat Island (UHI) di Jakarta Timur telah menjadi perhatian karena dampaknya terhadap peningkatan suhu permukaan tanah (Land Surface Temperature/LST) dan kenyamanan lingkungan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara UHI dan LST dengan menggunakan data citra satelit Landsat 8 dari tahun 2021 hingga 2023. Metode penelitian melibatkan pengolahan citra satelit Landsat 8 untuk mengidentifikasi perubahan LST dan UHI. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan suhu permukaan berkaitan erat dengan peningkatan aktivitas industri di kawasan tersebut, terutama di daerah dengan tingkat urbanisasi tinggi di mana vegetasi digantikan oleh beton dan aspal. Selain itu, distribusi LST selama periode penelitian menunjukkan variasi yang signifikan, dengan peningkatan luas area yang terkena suhu tinggi pada tahun 2022 dan penurunan pada tahun 2023. Temuan ini menekankan pentingnya perencanaan kota yang lebih hijau dan konservasi vegetasi untuk mengurangi dampak negatif urbanisasi terhadap iklim lokal. Oleh karena itu, upaya peningkatan ruang terbuka hijau sangat dianjurkan untuk menurunkan suhu permukaan dan meningkatkan kesejahteraan lingkungan perkotaan.Kata kunci: UHI, LST, Industri, Jakarta Timur
Sebaran Land Surface Temperature, Indeks Kerapatan Vegetasi dan Indeks Kerapatan Bangunan Di Desa Pondok, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten Wahyuningtyas, Junieta; Rahmadana, Muhammad Irfan; Fatin, Salma Kamiliya; Wela, Syahita Martha De; Wardha'adlina, Wian Ayu
Ekosains VOL 17 (01) 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan lahan mengacu pada aktivitas manusia yang terjadi pada sebidang tanah tertentu dan cara pemanfaatannya. Penelitian dilakukan pada bulan November 2023 di Desa Pondok, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah data sekunder yang didapat dari citra landsat yang diolah dengan software arcgis menggunakan indeks kerapatan vegetasi dan Land Surface Temperature. Berdasarkan hasil interpretasi visual dan pengetahuan analis terhadap karakteristik sebaran tutupan lahan di Desa Pondok, teridentifikasi lima tipe, merupakan jenis tutupan lahan terakhir yaitu lahan bangunan, sawah, semak belukar, kebun, ladang dan lahan kosong. Berdasarkan hasil NDVI Badan Air memiliki kontribusi yang sangat kecil terhadap total luas area, yaitu hanya 0.09 Ha atau 0.07%. Sementara Non-Vegetasi memiliki luas area 2.4 Ha yang menyumbang 1.81% dari total luas area. Tidak Rapat memperlihatkan luas area sebesar 32.8 Ha atau 24.69% dan Cukup Rapat dengan 46.57 Ha atau 35.04%. Klasifikasi dengan luas area terbesar adalah Rapat, mencapai 50.96 Ha atau 38.35%. Hasil analisis LST menunjukkan variasi suhu yang signifikan, dengan suhu terendah 25,66°C dan suhu tertinggi mencapai 30,77°C. Hasil NDBI total luas keseluruhan adalah 133,04 Ha dengan wilayah dengan suhu Permukiman jarang mendominasi, mencakup 48,12 hektar dari total luas area. Permukiman Rapat memiliki luas area sekitar 35,08 hektar atau hampir 26,37%. Non Permukiman, menyumbang sekitar 31,28 hektar atau 23,51%. Permukiman sangat rapat memiliki luas sekitar 18,57 hektar atau 13,96%.
Kajian Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan (Green Waste) Yang Diterapkan Rw 9 Dalam Mendukung Konsep Green Economy Di Desa Pondok, Kab. Klaten Wahyuningtyas, Junieta; Rahmadana, Muhammad Irfan; Fatin, Salma Kamiliya; Wela, Syahita Martha De; Wardha'adlina, Wian Ayu
Ekosains VOL 17 (01) 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, pertumbuhan populasi manusia dan aktivitas industri telah menyebabkan peningkatan signifikan dalam produksi sampah. Konsep green waste dan green economy secara holistik menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan kembali limbah organik sebagai sumber daya berharga, yang tidak hanya mendukung upaya penciptaan lingkungan bebas sampah (zero waste), tetapi juga memperluas pasar baru dan menciptakan lapangan kerja dalam sektor ekonomi hijau, sambil mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam yang terbatas. Dalam esensinya, transisi ini mendorong pola konsumsi dan produksi yang lebih berkelanjutan dengan mengubah paradigma limbah dari sesuatu yang harus dibuang menjadi potensi bernilai, menjunjung tinggi prinsip efisiensi, daur ulang, dan pemanfaatan kembali dalam upaya melindungi lingkungan dan mendorong inovasi dalam pengelolaan sumber daya. Tujuan dari pembuatan artikel ini yaitu untuk menganalisis pengembangan tata kelola sampah ramah lingkungan (green waste) yang diterapkan oleh warga RW 9 Desa Pondok dalam mendukung konsep green economy di Desa Pondok. Penelitian ini dilakukan di RW 9 Desa Pondok, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode Purposive Sampling. Informan pada penelitian ini adalah masyarakat RW 9 yang secara luas dianggap representatif atau mewakili. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan pengelolaan sampah ramah lingkungan (Green Waste) di RW 9 Desa Pondok telah sukses mendukung konsep Green Economy. Masyarakat RW 9 tidak hanya memahami konsep-konsep tersebut, tetapi juga aktif berperan dalam pengelolaan sampah yang dapat didaur ulang, menghasilkan manfaat berupa lapangan pekerjaan, pemasukan ekonomi dari produk daur ulang, serta efisiensi penggunaan sumber daya untuk mengurangi dampak lingkungan negatif dan meningkatkan produktivitas ekonomi.
Analisis Spatio temporal Pengaruh Aktivitas industri terhadap fenomena UHI dan LST di Kota Jakarta Timur Ally, Haydar; Wahyuningtyas, Junieta; Rahmadana, Muhammad Irfan
ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research Vol 26, No 1 (2024): March
Publisher : Center for Environmental Research, LPPM, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/enviro.v26i1.93086

Abstract

Fenomena Urban Heat Island (UHI) di Jakarta Timur telah menjadi perhatian karena dampaknya terhadap peningkatan suhu permukaan tanah (Land Surface Temperature/LST) dan kenyamanan lingkungan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara UHI dan LST dengan menggunakan data citra satelit Landsat 8 dari tahun 2021 hingga 2023. Metode penelitian melibatkan pengolahan citra satelit Landsat 8 untuk mengidentifikasi perubahan LST dan UHI. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan suhu permukaan berkaitan erat dengan peningkatan aktivitas industri di kawasan tersebut, terutama di daerah dengan tingkat urbanisasi tinggi di mana vegetasi digantikan oleh beton dan aspal. Selain itu, distribusi LST selama periode penelitian menunjukkan variasi yang signifikan, dengan peningkatan luas area yang terkena suhu tinggi pada tahun 2022 dan penurunan pada tahun 2023. Temuan ini menekankan pentingnya perencanaan kota yang lebih hijau dan konservasi vegetasi untuk mengurangi dampak negatif urbanisasi terhadap iklim lokal. Oleh karena itu, upaya peningkatan ruang terbuka hijau sangat dianjurkan untuk menurunkan suhu permukaan dan meningkatkan kesejahteraan lingkungan perkotaan.