Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Environmental Information System for Disaster Risk Management at Kota Surakarta Sunarhadi, R. Muhammad Amin; Setyono, Prabang; Kusumaningrum, Lia; Kurniaaji, Bayu; Ally, Haydar; Ahsani Taqwim, Muhammad Hanif; Ulhaq Fil'ardiani, Nida; Achmad Zaky, Fadhil; Abdul Jabbar, Sa'ad
Journal of Geography Science and Education Vol. 5 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jgse.v5i1.4215

Abstract

Through this activity, disaster volunteers in Surakarta City can conduct disaster risk reduction (DRR) efforts based on ecosystem data and information management. Climate change has an increasing impact on ecosystems, resulting in environmental damage, thereby increasing the intensity of disaster events that need to be studied and monitored. Managing this disaster risk data and information requires using an environmental information system for ecosystem-based disaster risk reduction (ECO-DRR). The capacity of volunteers is vital in dealing with the risks of natural disasters and the impact of climate change by using SIL. Currently, volunteers manage using a form that has yet to accompany the presentation of information for decision-making and management of disaster risk knowledge. Requires remedial action by increasing the ability of volunteers to manage disaster risk data and information, report disaster events, and present them in dashboards. The method used is the parameters for development of SIL as a solution for ecosystem-based disaster risk reduction (ECO-PRB). The parameters were conducted on the topics of disaster risk, disaster incident reporting, and dashboard information management. The development of ECO-DRR SIL uses Quality Function Deployment (QFD) to obtain information on improvements in developing a user-based digital platform.
Analisis Spatio-Temporal Dampak Pertumbuhan Penduduk pada Indeks NDVI di Kota Surakarta Ally, Haydar; Daniswara, Agnar Pradipa
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surakarta merupakan salah satu kota besar di Jawa Tengah yang mendukung perkembangan kota-kota lain. Pertumbuhan penduduk sering dikaitkan dengan pengurangan jumlah tutupan vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkorelasikan atau menghubungkan Indeks NDVI dengan NDBI pada tahun 2013 dan 2023. Hasil dari penelitian ini akan memberikan manfaat bagi para perencana kota dan pengambil kebijakan dalam merencanakan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan di Kota Surakarta. Data yang digunakan adalah menggunakan data citra satelit Landsat 8 yang diambil pada tahun 2013 dan 2023. Hasil penelitian menunjukan bahwa keadaan kota Surakarta pada tahun 2013 ke tahun 2023 mengalami perubahan yang signifikan. Pertumbuhan jumlah penduduk memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap penurunan nilai NDVI. Menurunnya nilai kerapatan vegetasi di Kota Surakarta diakibatkan peningkatan nilai NDBI. Maka, diperlukan upaya-upaya untuk menghadapi peningkatan jumlah penduduk, serta perencanaan wilayah perkotaan dengan baik.
Analisis Jasa Lingkungan di Taman Hutan Kota, GBK, Jakarta Ally, Haydar; Wahyuningtyas, Junieta; Rahmadana, Muhammad Irfan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13234

Abstract

Jasa lingkungan merupakan pemanfaatan potensi lingkungan tanpa merusak dan mengurangi fungsi utamanya. Taman Hutan Kota GBK memberikan manfaat seperti jasa wisata alam, perlindungan tata air, kesuburan tanah, pengendalian erosi dan banjir, serta keindahan dan keunikan alam. Artikel ini mengevaluasi persepsi masyarakat tentang kemampuan taman dalam menyediakan jasa lingkungan melalui survei. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat mengakui peran penting taman dalam mitigasi perubahan iklim, penyerapan air, penyediaan air bersih, pencegahan erosi dan banjir, pengendalian angin kencang, dan peningkatan kualitas udara. Selain itu, taman hutan kota GBK yang memberikan jasa budaya yang mencakup rekreasi, spiritual, pendidikan, dan estetika.
Pengaruh Aktivitas Masyarakat Sempadan Sungai terhadap Kualitas Fisik Air Studi Kasus RW.07, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari Ally, Haydar
Ekosains VOL 17 (02) 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Kelurahan Sumber, Banjarsari, Surakarta terdiri dari 17 Rukun Warga (RW) salah satunya adalah RW.07, kawasan RW.07 dilewati oleh anak sungai Gajah Putih yang menuju yang akan bermuara ke Sungai Bengawan Solo. Pada lokasi sekitar anak sungai Gajah Putih Digunakan sebagai kawasan pemukiman. Kondisi bangunan permukiman yang berada di wilayah sekitar sungai menghasilkan limbah rumah tangga yang langsung dibuang ke badan air. Kualitas air yang berada di sungai sangat dipengaruhi oleh aktivitas manusia pada lingkungan sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pengaruh aktivitas masyarakat di sekitar sungai terhadap kualitas fisik air di daerah Rw.07, Kelurahan Banjarsari. Data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari observasi secara langsung dengan teknik wawancara, dan pengukuran kualitas air anak sungai Gajah Putih. Metode analisis data yang digunakan adalah membandingkan hasil analisis dengan baku mutu sungai kelas 2 menurut Peraturan Pemerintah (PP)  nomor 22 tahun 2021. Berdasarkan hasil penelitian, kualitas fisik air anak sungai Gajah Putih yang berada di RT.02, RW.07 belum menunjukkan angka yang melebihi baku mutu berdasarkan PP nomor 22 tahun 2021. Namun, kondisi anak sungai Gajah Putih yang berada di RT.02, RW.07 yang memprihatinkan akibat aktivitas masyarakat di daerah sempadan sungai terutama dalam pengelolaan sampah domestik perlu dilakukan upaya dari stakeholder terkait.
Analisis Temperature Humidity Index (THI) secara Time-Series Menggunakan Sistem Monitoring berbasis Internet of Things (IoT) di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Surakarta Zaky, Fadhil Achmad; Fajar Herbowo, Ardia Candra; Abrari, Faisya Haqqin; Ally, Haydar; Adib Al-Dzahabi, Muhammad; Ahsani Taqwim, Muhammad Hanif; Ibriza, Naila Maulida; Fil'ardiani, Nida Ulhaq; Surya Agustin, Yonanda; Daniswara, Agnar Pradipa
Ekosains Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTemperature Humidity Index (THI) merupakan indeks yang digunakan untuk mengukur kenyamanan udara. THI yang tinggi dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan bahkan gangguan kesehatan. Pemantauan THI secara berkala perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi udara dan mengambil tindakan yang diperlukan. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis THI secara time-series menggunakan sistem monitoring berbasis IoT di Kelurahan Sumber, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Sistem monitoring terdiri dari sensor suhu dan kelembaban udara yang dipasang di beberapa titik di Kelurahan Sumber. Data sensor kemudian dikirim ke cloud untuk diolah dan dianalisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa THI di Kelurahan Sumber memiliki pola yang bervariasi sepanjang hari, THI tertinggi terjadi pada hari Minggu pada tanggal 15 Oktober 2023 dengan rata-rata 31,9℃. THI terendah terjadi pada hari Rabu pada tanggal 25 Oktober 2023 dengan rata-rata 29,2℃. Hasilnya menunjukkan variasi suhu dan kelembaban dengan THI dalam rentang 29–31℃. Kondisi ini menggambarkan bahwa sebagian besar waktu tergolong dalam kategori sebagian nyaman atau tidak nyaman.Sehingga penelitian ini menunjukkan bahwa sistem monitoring berbasis IoT dapat digunakan untuk pemantauan THI secara time-series. Hasil analisis THI dapat digunakan untuk mengetahui kondisi udara dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan masyarakat yaitu dengan peningkatan vegetasi untuk mengurangi pemanasan langsung dan menyerap polutan udara, beralih ke transportasi ramah lingkungan, dengan pengelolaan sampah efisien: dapat mempengaruhi suhu mikro lingkungan, serta efisiensi energi fosil. Namun, perlu diingat selain dari partisipasi masyarakat harus ada tindakan bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga, dan masyarakat, untuk menurunkan THI dan meningkatkan kenyamanan lingkungan di Kelurahan Sumber. Kata kunci: THI, IoT, time-series, Kelurahan Sumber, monitoring udara, tingkat kenyamanan ABSTRACTTemperature Humidity Index (THI) is an index used to measure air comfort. This high can cause discomfort and even health problems. Therefore, regular THI monitoring needs to be carried out to determine air conditions and take necessary action. In this research, time-series THI analysis was carried out using an IoT-based monitoring system in Sumber Village, Surakarta City, Central Java. The monitoring system consists of temperature and humidity sensors installed at several points in Sumber Village. The sensor data is then sent to the cloud to be processed and explained. The analysis results show that the THI in Sumber Subdistrict has a varying pattern throughout the day, the highest THI occurred on Sunday, October 15 2023 with an average of 31.9℃. The lowest THI occurred on Wednesday 25 October 2023 with an average of 29.2℃. The results show variations in temperature and humidity with THI in the range 29– 31℃. This condition illustrates that most of the time is classified as partially comfortable or uncomfortable. So this research shows that an IoT-based monitoring system can be used to monitor THI in a time-series manner. The results of the THI analysis can be used to determine air conditions and take necessary actions to maintain public comfort and health, namely by increasing vegetation to reduce direct heating and absorbing air pollutants, switching to environmentally friendly transportation, with efficient waste management: can influence the temperature of the micro environment, as well as fossil energy efficiency. However, it should be remembered that apart from community participation, there must be joint action from various parties, including the government, institutions and the community, to reduce THI and increase environmental comfort in Sumber Village.Keywords: THI, IoT, time-series, Sumber sub-district, air monitoring, comfort level
ANALISIS KETERSEDIAAN DAN KUALITAS FISIK AIR TANAH DI KOTA SURAKARTA (STUDI KASUS KECAMATAN BANJARSARI) Ally, Haydar; Kusuma, Alvina Novelinda; Dwiki, Anggi; Charsyah, Ceciliana; Digta, Chandra; Gestan, DistayanaAlda; Meilani, Farah; Zahra, Jasmine Aisyah; Alfiyah, Lunetta Khalis
Ekosains Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Banjarsari merupakan salah satu kecamatan di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia dengan penduduk mencapai 168.873 jiwa pada tahun 2021. Kecamatan Banjarsari menjadi peringkat ketiga dengan penduduk terbanyak di Kota Surakarta. meningkatnya jumlah penduduk maka semakin banyak permintaan kebutuhan air tanah. Kebutuhan air yang terus meningkat dan tidak diimbangi dengan ketersediaan air dapat memicu konflik. Penurunan kuantitas diikuti oleh penurunan kualitas air tanah, berdampak pada fungsi air tanah yang tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Identifikasi kualitas fisik dan kuantitas air tanah dapat menggunakan bantuan Sistem Informasi Lingkungan (SIL). Penyusunan peta merupakan bentuk penyajian basis data lingkungan yang bermanfaat dalam pengambilan kebijakan terhadap pembangunan. Penelitian ini dilakukan pada Kecamatan Banjarsari. Metode pengumpulan data dilakukan secara observasi secara langsung, wawancara pihak terkait, pengambilan dan uji sampel. Data sekunder digunakan studi literatur yang dapat mendukung penelitian dan dilakukan pencarian data kepada pihak terkait diantaranya yaitu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan kelurahan yang berada pada Kecamatan Banjarsari. Analisis data pemetaan D3TLH dengan tahapan awal pemetaan yaitu pembuatan peta status air tanah dari setiap kelurahan yang diteliti. Analisis ketersediaan air dan kebutuhan akan air yang ditekankan pada daya dukung dan daya tampung air yang belum terlampaui atau telah terlampaui. kebutuhan air total di Kecamatan Banjarsari yaitu 20.498.209 m3/tahun. Kualitas air tanah dari 15 kecamatan, 4 kecamatan memiliki kualitas air berbahaya bagi kesehatan. 11 kecamatan sisanya tergolong air bersih. supply-demand air tanah di Kecamatan Banjarsari tergolong surplus. Hal tersebut mengartikan bahwa kebutuhan air di Kecamatan Banjarsari terpenuhi dari beberapa peruntukkan kebutuhan yaitu peruntukkan untuk kebutuhan domestik dan kegiatan ekonomi.
Analisis Spatio temporal Pengaruh Aktivitas industri terhadap fenomena UHI dan LST di Kota Jakarta Timur Ally, Haydar; Wahyuningtyas, Junieta; Rahmadana, Muhammad Irfan
ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research Vol 26, No 1 (2024): March
Publisher : Center for Environmental Research, LPPM, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/enviro.v26i1.93086

Abstract

Fenomena Urban Heat Island (UHI) di Jakarta Timur telah menjadi perhatian karena dampaknya terhadap peningkatan suhu permukaan tanah (Land Surface Temperature/LST) dan kenyamanan lingkungan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara UHI dan LST dengan menggunakan data citra satelit Landsat 8 dari tahun 2021 hingga 2023. Metode penelitian melibatkan pengolahan citra satelit Landsat 8 untuk mengidentifikasi perubahan LST dan UHI. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan suhu permukaan berkaitan erat dengan peningkatan aktivitas industri di kawasan tersebut, terutama di daerah dengan tingkat urbanisasi tinggi di mana vegetasi digantikan oleh beton dan aspal. Selain itu, distribusi LST selama periode penelitian menunjukkan variasi yang signifikan, dengan peningkatan luas area yang terkena suhu tinggi pada tahun 2022 dan penurunan pada tahun 2023. Temuan ini menekankan pentingnya perencanaan kota yang lebih hijau dan konservasi vegetasi untuk mengurangi dampak negatif urbanisasi terhadap iklim lokal. Oleh karena itu, upaya peningkatan ruang terbuka hijau sangat dianjurkan untuk menurunkan suhu permukaan dan meningkatkan kesejahteraan lingkungan perkotaan.
Analisis Potensi Pengembangan Ekowisata Di Taman Tirtonadi, Kota Surakarta Agustin, Yonanda Surya; Aldzahabi, Muhammad Adib; Daniswara, Agnar Pradipa; Taqwim, Muhammad Hanif Ahsani; Ally, Haydar
ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research Vol 26, No 2 (2024): September
Publisher : Center for Environmental Research, LPPM, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/enviro.v26i2.98464

Abstract

Kota Surakarta merupakan salah satu kota yang memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkann dan dimanfaatkan. Salah satu wisata di Kota Surakarta yang memiliki potensi untuk dikembangkan adalah Taman Tirtonadi yang merupakan hasil revitalisasi pemukiman kumuh bantaran sungai dan dengan menganut konsep waterfront city dijadikan ruang terbuka hijau sehingga dapat dimanfaatkan. Taman Tirtonadi memadukan sungai dan taman menjadi daya tarik wisata bagi para pengunjung untuk datang ke Taman Tirtonadi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis potensi pengembangan ekowisata di Taman Tirtonadi dengan metode ADO-ODTWA & analisis SWOT. Metode ADO-ODTWA merupakan metode untuk menilai kelayakan suatu objek atau area alam yang memiliki potensi daya tarik sebagai destinasi wisata. Metode ini menjadi standar dalam mengevaluasi apakah suatu objek alam memenuhi kriteria untuk dijadikan tujuan wisata yang layak. Analisis SWOT dalam konteks kajian ekowisata adalah suatu pendekatan yang memungkinkan untuk memahami kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) yang terkait dengan pengembangan dan pengelolaan destinasi ekowisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada analisis ADO-ODTWA yang menggunakan 3 indikator meliputi daya tarik, aksesibilitas, juga sarana dan prasarana, menyatakan bahwa Tirtonadi memiliki potensi dan layak untuk dikembangkan. Sedangkan analisis SWOT menunjukkan pada ekowisata ini sudah bagus namun perlu ada peningkatan pada beberapa sisi seperti kenyamanan, perluasan area parkir, jumlah tempat sampah, jumlah kamar mandi, dan pengelolaan sampah yang lebih baik kedepannya.