Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

TINJAUAN PERSPEKTIF BALANCED SCORE CARD (BSC) ATAS KINERJA BANK SYARIAH Putu Widhi Iswari
ISLAMINOMICS: JOURNAL OF ISLAMIC ECONOMICS, BUSINESS AND FINANCE Vol 5, No 2 (2014): ISLAMINOMICS: Journal of Islamic Economics, Business and Finance
Publisher : STES Islamic Village

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47903/ji.v5i2.35

Abstract

Partisipasi dan penawaran produk dan layanan berbasis syariahtidak hanya dilakukan oleh perbankan syariah saja, melainkan jugadiikuti oleh perbankan konvensional. Dua kubu tersebut tentu sajaberbeda dalam beberapa hal prinsip. Hal ini kemudian menjaditantangan bagi pelaku perbankan syariah untuk terus meningkatkanproses operasional, selain juga melakukan pengembangan produksyariah sehingga dapat bersaing dalam tataran global. Kinerjasangat erat hubungannya dengan sejauh mana bisnis proses yangefektif dan efisien dijalankan oleh semua elemen organisasi yangterlibat dalam perbankan syariah. Bisnis Proses berkaitan eratdengan tujuan bisnis dari sebuah organisasi. Tulisan ini dirancanguntung mengkaji hal tersebut.
Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah: Negara vs Swasta Putu Widhi Iswari; Amanah Amanah
ISLAMINOMICS: JOURNAL OF ISLAMIC ECONOMICS, BUSINESS AND FINANCE Vol 6, No 2 (2015): ISLAMINOMICS: Journal of Islamic Economics, Business and Finance
Publisher : STES Islamic Village

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47903/ji.v6i2.36

Abstract

Kinerja Keuangan diukur dengan Capital Adequacy Ratio(CAR), Non Performing Finance (NPF), Return on Asset (ROA),Return on Equity (ROE) dan Financing Deposit to Ratio (FDR).Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatifdeskriptif dan alat analisis data menggunakan Independent SampelT Test. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah datasekunder, didapati dari laporan keuangan empat bank umumsyariah yang dikelompokan menjadi dua kelompok yaitu BankUmum Syariah Milik Negara : Bank Negara Indonesia Syariah danBank Mega Syariah, Bank Umum Syariah Milik Swasta : BankMuamlat Indonesia dan Bank Syariah Mandiri. yang menjadisampel peneliti yang telah diaudit dan dipublikasikan periode tahun2010-2013.Penelitian Capital Adequacy Ratio (CAR) pada BUS Milik Negaradan BUS Swasta terdapat perbedaan, Non Performing Finance(NPF) pada BUS Milik Negara dan BUS Swasta terdapatperbedaan, Return on Asset (ROA) pada BUS Milik Negara dan BUSSwasta terdapat perbedaan, Return on Equity (ROE) pada BUSMilik Negara dan BUS Swasta terdapat perbedaan dan FinancingDeposit to Ratio (FDR) BUS Milik Negara dan BUS Swasta terdapatperbedaan. Hasil Penelitian menunjukan adanya perbedaan KinerjaKeuangan BUS Milik Negara dan BUS Swasta secara signifikandilihat dari rasio keuangan, dan Kinerja Keuangan BUS MilikNegara lebih baik dibandingkan dengan Kinerja Keuangan BUSSwasta.
ANALISIS SISTEM INFORMASI KESEHATAN KRAMA BALI SEHAT (SIK KBS) MENGGUNAKAN METODE HEURISTIC EVALUATION Putu Widhi Wagiswari; I Nyoman Mahayasa Adiputra; Viktorinus Alfred Saptiono Mulana; Putu Ayu Laksmini
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (State Health Polytechnic of Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dinas Kesehatan Provinsi Bali sedang merancang aplikasi SIK KBS. Untuk menguji SIK KBS, maka dilakukan analisis sistem. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah SIK KBS memenuhi prinsip HE atau tidak. Subjek dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampelnya adalah SIK KBS. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik sampel jenuh. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Hasil: Aspek dengan tingkat kategori permasalahan tertinggi yaitu prinsip heuristic evaluation ke-9 dengan rata-rata nilai severity rating adalah 3. Aspek dengan tingkat kategori permasalahan terendah yaitu prinsip heuristic evaluation ke-2 dengan rata-rata nilai severity rating adalah 0. Kesimpulan: SIK KBS menyediakan 10 fitur yang akan membantu user menemukan berbagai informasi kesehatan. Namun, masih terdapat beberapa bagian yang belum memenuhi prinsip HE sehingga diperlukan perbaikan guna meningkatkan efektifitas SIK KBS. Kata kunci: analisis sistem, SIK KBS, heuristic evaluation, severity rating, user experience
ANALISIS SISTEM INFORMASI KESEHATAN KRAMA BALI SEHAT (SIK KBS) MENGGUNAKAN METODE HEURISTIC EVALUATION Putu Widhi Wagiswari; I Nyoman Mahayasa Adiputra; Viktorinus Alfred Saptiono Mulana; Putu Ayu Laksmini
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v8i2.3411

Abstract

Latar Belakang: Dinas Kesehatan Provinsi Bali sedang merancang aplikasi SIK KBS. Untuk menguji SIK KBS, maka dilakukan analisis sistem. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah SIK KBS memenuhi prinsip HE atau tidak. Subjek dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampelnya adalah SIK KBS. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik sampel jenuh. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Hasil: Aspek dengan tingkat kategori permasalahan tertinggi yaitu prinsip heuristic evaluation ke-9 dengan rata-rata nilai severity rating adalah 3. Aspek dengan tingkat kategori permasalahan terendah yaitu prinsip heuristic evaluation ke-2 dengan rata-rata nilai severity rating adalah 0. Kesimpulan: SIK KBS menyediakan 10 fitur yang akan membantu user menemukan berbagai informasi kesehatan. Namun, masih terdapat beberapa bagian yang belum memenuhi prinsip HE sehingga diperlukan perbaikan guna meningkatkan efektifitas SIK KBS.
TINJAUAN PRINSIP GOOD GOVERNANCE DAN PERSPEKTIF ISLAM DALAM OPERASIONAL LEMBAGA ZIS Iswari, Putu Widhi; Rosyid, Maskur
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 1 No. 1 (2020): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.403 KB) | DOI: 10.22515/finalmazawa.v1i1.2367

Abstract

Abstract The Zakat and Alms (ZIS) Institution, as a non-profit organization are required to work professionally and proportionally. The complex of challenges in managing operational from other institution and also satisfaction as a target for all the stakeholders. Neglecting and ignoring of these challenges can stimulate the stagnation and less of trust from all the component in this institution. Therefore, alternative solutions are needed in order to minimize the negative possibilities. Through of this review of study, that using the perspective of principles Good Governance and Islamic perspectives, this paper intends to discuss both of the approaches as an input for the ZIS institution in Higher Education Institution within their operating system all the business process run efficient and effective. Nine principles of Good Governance within the Islamic principles are necessary to apply and to implement a good way. Abstrak Lembaga Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS), sebagai lembaga non-profit, dituntut untuk bekerja secara profesional dan proporsional. Tuntutan semacam itu muncul dibarengi dengan tantangan zaman yang semakin kompleks. Menafikan tantangan berakibat pada kemandegan dan kehilangan kepercayaan dari stakeholders. Oleh karenanya, dibutuhkan solusi alternative dalam rangka menyiasati akibat negative tersebut. Melalui kajian pustaka, menggunakan perspektif prinsip-prinsip good governance dan prinsip Islam, tulisan ini hendak membincang kedua pendekatan tersebut sebagai alat baca pada tata kelola Lembaga ZIS pada perguruan tinggi. Sembilan prinsip good governance yang sejalan dengan prinsip Islam, menjadi mutlak untuk diterapkan pada tata kelola Lembaga ZIS di perguruan tinggi.
Community-Based Islamic Philanthropy in Strengthening the Resilience of Muslim Muallaf in the Belu Border Area, NTT M Usman; Roykhatun Nikmah; Putu Widhi Iswari
Jurnal Al-Hakim: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Studi Syariah, Hukum dan Filantropi Vol. 8 No. 1 May 2026
Publisher : Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/jurnalalhakim.v8i1.14411

Abstract

This study analyzes the contribution of community-based Islamic philanthropy to strengthening the resilience of Muslim muallaf families in the Belu border area, NTT. Muallaf families in this region face multiple challenges, including economic hardship, adaptation to a new religious identity, and social vulnerability as a minority group. In this context, recitation communities play an important role in implementing Islamic philanthropic practices based on socio-religious solidarity to support the sustainability of Muslim family life. This study employs a qualitative field study with a sociological approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving muallaf families, religious leaders, and Muslim worshippers in Belu, NTT. The data were analyzed descriptively and analytically to identify forms of Islamic philanthropic practices and their contribution to family resilience. The findings reveal that Islamic philanthropy is distributed in both material and non-material forms through consumptive-traditional and consumptive-creative patterns. Based on Froma Walsh’s framework of family resilience, philanthropy contributes positively to the belief-system dimension by fostering acceptance and optimism among muallaf families as they cope with social and economic pressures. However, in the family organization dimension, philanthropic assistance has not fully fostered flexibility or long-term improvement in family resilience, as most practices remain charitable and short-term rather than empowerment-oriented. In the aspect of social support and communication, regular religious mentoring has strengthened family resilience. The study highlights the need to transform Islamic philanthropy from consumptive charity into sustainable, productive empowerment for muallaf families in border areas.