Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pembuatan Gerak 3D Animate Pada Serial Animasi Little Ammar Season 3 Episode 14 Shot 16-18 Triadisti, Fadila; Falma, Fris Okta
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19134

Abstract

Proyek akhir ini bertujuan untuk mengimplementasikan prinsip dasar animasi pose to pose dan timing dalam proses pembuatan gerak animasi 3D pada serial animasi Little Ammar Season 3 Episode 14 Shot 16–18. Proyek ini dilaksanakan di bawah supervisi PT Piapi Creative Media yang bekerja sama dengan Durioo+, Malaysia sebagai pemilik hak kekayaan intelektual serial tersebut. Little Ammar merupakan serial animasi edukatif bernuansa Islami yang ditujukan untuk anak-anak usia pra-sekolah. Fokus utama dalam proyek ini adalah pada pengembangan gerakan karakter yang natural, ekspresif, dan komunikatif guna memperkuat penyampaian pesan moral dan ajaran agama Islam secara visual yang menarik dan mudah dipahami anak-anak. Metode produksi yang digunakan mengikuti pipeline standar industri animasi 3D, dimulai dari tahap layouting, blocking, pembuatan keyframe, polishing, hingga compiling dan revisi. Penulis berperan sebagai animator yang bertanggung jawab dalam pengerjaan tiga shot (shot 16–18) dengan tingkat kesulitan berbeda, serta menerapkan teknik-teknik seperti child of constraint dan inverse kinematics untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi. Setiap shot dikerjakan dengan mengedepankan prinsip pose to pose untuk memastikan ekspresi karakter tersampaikan secara kuat dan jelas, serta timing yang disesuaikan agar ritme pergerakan karakter selaras dengan alur cerita dan emosi yang ingin disampaikan. Evaluasi hasil menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip dasar animasi sangat berpengaruh dalam menciptakan kualitas gerakan yang halus dan realistis. Selain itu, penggunaan perangkat lunak Blender versi 3.4 mendukung penciptaan animasi yang efisien dan fleksibel. Kendala utama selama produksi adalah manajemen waktu dan keterbatasan perangkat keras, serta tantangan komunikasi lintas bahasa dengan klien dari luar negeri. Namun, hambatan tersebut dapat diatasi dengan manajemen waktu yang baik, penggunaan referensi visual, serta kerja sama tim yang solid. Proyek ini membuktikan bahwa pendekatan teknis dan artistik yang tepat dapat menghasilkan animasi edukatif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki nilai moral dan keagamaan yang kuat. Dengan demikian, karya ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam pengembangan konten animasi Islami berkualitas untuk anak-anak di Indonesia dan pasar global.