Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran ECPAT dalam Menanggulangi Eksploitasi Seks Anak dan Perempuan dalam Sektor Pariwisata di Thailand Ayu Setyowati, Kinanti Diah; Aprilia, Zahra Aura; Rahmad, Savina; Nurhaliza, Siti; Santosa, Annisa Ramadhani; Syafira, Nabilah Nurul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19908

Abstract

Thailand dikenal sebagai salah satu destinasi wisata populer di Asia Tenggara. Namun, dibalik citra eksotis dan daya tarik pariwisatanya, tersembunyi realitas kelam berupa praktik eksploitasi seksual terhadap anak dan perempuan, khususnya di kawasan wisata seperti Bangkok, Pattaya, dan Phuket. Fenomena ini telah berkembang menjadi masalah transnasional yang kompleks akibat tingginya permintaan wisata seks, lemahnya penegakan hukum, serta ketimpangan sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis ECPAT (End Child Prostitution and Trafficking) dalam menanggulangi eksploitasi seksual anak dan perempuan di sektor pariwisata Thailand. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan dari studi literatur berbagai sumber sekunder seperti jurnal akademik, laporan organisasi internasional, dokumen kebijakan, dan media daring terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ECPAT memiliki kontribusi signifikan melalui berbagai strategi, seperti kampanye edukatif, pelatihan bagi pelaku industri pariwisata, advokasi kebijakan, serta pemanfaatan teknologi digital untuk pelaporan dan identifikasi dini korban. Salah satu inisiatif yang menonjol adalah proyek “Together to End Sexual Exploitation of Children in Travel & Tourism in Phang-Nga” yang menunjukkan efektivitas sinergi antara ECPAT dan pemerintah Thailand dalam membentuk sistem perlindungan anak yang responsif dan berkelanjutan. Kesimpulannya, ECPAT tidak hanya berperan sebagai pelindung korban, tetapi juga sebagai agen transformasi yang mendorong terciptanya ekosistem pariwisata yang etis, aman, dan ramah anak,sejalan dengan perspektif Human Security yang menempatkan keselamatan, kesejahteraan, dan martabat individu sebagai prioritas utama dalam agenda keamanan global.
The World Food Programme’s Contribution to Addressing the Food Crisis in Syria 2021-2023 Syafira, Nabilah Nurul; Argenti, Gili
Journal of Integrative International Relations Vol. 11 No. 1 (2026): May
Publisher : Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jiir.2026.11.1.63-78

Abstract

Syria experienced a severe food crisis during 2021-2023 driven by to multiple overlapping crises; prolonged armed conflict since 2011, economic collapse, the COVID-19 pandemic, and the devasting February 2023 earthquake. This study analyzes the contribution of the World Food Programme (WFP) in addressing Syria’s food crisis during this period. Adopting a qualitative descriptive approach with document analysis techniques and a Neoliberal Institutionalism theoretical framework, this research examines WFP's programmes, operational strategies, and concrete contributions. Findings reveal that WFP reached 5.5 million people in 2023 through emergency food distribution (averaging 1,700 kcal/day), cash-based transfers for 1.5 million beneficiaries and nutrition programmes for 400,000 children and pregnant or lactating women. Despite a 37% funding gap, humanitarian access restrictions, and persistent security threats, WFP demonstrated adaptive capacity in responding to the crisis. This study contributes to understanding the role of international organizations in managing complex food crises in conflict-affected contexts, while also highlighting the structural limitations of donor-dependent assistance systems.