Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERENCANAAN SIMPANG BERSINYAL (STUDI KASUS SIMPANG JALAN RAYA PARUNG – JALAN MAD NUR – JALAN RAYA BOJONG GEDE - KEMANG) KABUPATEN BOGOR Dwi, Herkalita; Haidar Nur, Doni
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 23 No. 1 (2024): EDISI BULAN MEI 2024
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v23i1.175

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk memperoleh bagaimana pengaruh penerapan simpang bersinyal terhadap kinerja simpang eksisting. (2) untuk memperoleh seberapa besar dampak kinerja simpang setelah dilaksanakan penerapan simpang bersinyal. (3) Apa saja kelebihan dan kekurangan dari pelaksanaan simpang bersinyal. Simpang yang menjadi studi kasus pada penelitian ini merupakan simpang empat tidak bersinyal dan merupakan simpang prioritas di Kabupaten Bogor karena menjadi jalur utama menuju Kota Depok dan Jakarta. Simpang ini memiliki empat kaki simpang yaitu Jalan Raya Parung (U-S), Jalan Mad Nur (B) dan Jalan Raya Bojonggede – Kemang. Tata guna lahan di sekitar simpang merupakan area perdagangan berupa pertokoan, pedagang kaki lima, sekolahan. Angka-angka dari data analisis terhadap survei langsung terhadap lapangan Kapasitas untuk peak pagi 2514 smp/jam dengan (DS) 075. Untuk peak siang Kapastitas 2800 smp/jam dengan (DS) 0,79. Dan untuk peak sore kapasitas 2732 smp/jam dengan (DS) 0,74. Analisis ini telah memenuhi MKJI, 1997. Dari hasil analisis menunjukan sistem simpang bersinyal sangat berpengaruh menguraikan kepadatan lalulintas.
PENINGKATAN KINERJA LALU LINTAS PADA RUAS JALAN PASAR SETU KABUPATEN BEKASI (Studi Kasus: Jl. WR Supratman Pasar Setu) Dwi Pratama, Fikri; Haidar Nur, Doni
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 24 No. 2 (2025): EDISI BULAN NOVEMBER
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v24i2.234

Abstract

Kemacetan merupakan salah satu permasalahan khas perkotaan yang kerap terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di jalan raya pantura cibitung-pasar induk. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu kawasan dengan laju pertumbuhan ekonomi tercepat dibandingkan wilayah lain di Kabupaten Bekasi.Ruas Jalan Raya Pasar Setu Kabupaten Bekasi memiliki intensitas pergerakan lalu lintas yang tinggi serta memiliki tingkat pelayanan yang buruk. Ruas Jalan Raya Pasar Setu Kabupaten Bekasi memiliki kinerja ruas jalan eksisting dengan kapasitas sebesar 2.769,20 smp/jam, volume lalu lintas 1574 smp/jam, V/C Ratio sebesar 0,76, kecepatan arus bebas 34 km/jam, kecepatan perjalanan 20 km/jam dengan kepadatan sebesar 78 smp/km dan tingkat pelayanan ruas C. Usulan yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja ruas jalan pada ruas Jalan Raya Pasar Setu Kabupaten Bekasi yaitu dengan melakukan pemindahan parkir onstreet menjadi parkir off street pada lahan yang tersedia di ruas jalan.Kinerja ruas jalan meningkat setelah penerapan alternatif usulan. Kapasitas meningkat dari 2.070,88 smp/jam menjadi 2.769,2 smp/jam, V/C Ratio menurun dari 0,76 menjadi 0,57, kecepatan arus bebas meningkat dari 34,06 km/jam menjadi 40,1 km/jam, kecepatan tempuh meningkat dari 20 km/jam menjadi 32 km/jam, kepadatan menurun dari 78 smp/km menjadi 48,88 smp/km dan tingkat pelayanan ruas dari C menjadi B
PERKERASAN JALAN LENTUR ( FLEXIBLE PAVEMENT ) RUAS JALAN KARTINI – PANCORAN MAS KECAMATAN PANCORAN MAS – KOTA DEPOK Brata, Dony Tirta; Haidar Nur, Doni
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2026): EDISI BULAN MEI
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v25i1.276

Abstract

Perkerasan lentur adalah jenis perkerasan jalan yang menggunakan aspal sebagai bahan pengikat utama, sehingga struktur perkerasan bersifat Lentur ( Fleksibel ) dan mampu menyesuaikan diri terhadap deformasi kecil akibat beban lalu lintas tanpa mengurangi retak langsung. Konsep dari perencanaan perkerasan lentur (flexible pavement) cara Bina Marga berdasarkan konsep mekanistik emperis . Konsep Perencanaan perkerasan mengunakan Metode MDP 2024 diterbitkan sebagai penganti Metode MDP 2017. Desain Perkerasan yakni dengan mengumpulkan data lapangan,analisis tanah dasar dengan menguji CBR nilai nya nanti dapat digunakan dengan CESAL dalam menentukan ketebalan aspal serta menentukan struktur perkerasan.Perencanaan Perkerasan Jalan Lentur ( Flexible Pavement ) Ruas Jalan Kartini – Pancoran Mas Kecamatan Pancoran Mas – kota Depok menggunakan metode Bina Marga 2024.Penelitian ini untuk menentukan ketebelan lapisan perkerasan yang optimal untuk meningkatkan daya tahan jalan terhadap beban berat dan memastikan umur layanan jalan kuat selama 20 Tahun. Metode penelitian ini meliputi pengumpulan data primer dan sekunder, analisis lalu lintas harian, serta perhitungan desain struktur perkerasan. Hasil penelitian perencanaan menggunakan jenis aspal Laston, menunjukkan bahwa perkerasan lentur dengan tebal aspal 5 Cm dan struktur pondasi bawah yang dirancang sesuai standar Bina Marga dan mampu meningkatkan kinerja jalan, mengurangi kerusakan jalan, serta meminimalkan biaya perawatan jalan.