Penelitian ini bertujuan (1) untuk memperoleh bagaimana pengaruh penerapan simpang bersinyal terhadap kinerja simpang eksisting. (2) untuk memperoleh seberapa besar dampak kinerja simpang setelah dilaksanakan penerapan simpang bersinyal. (3) Apa saja kelebihan dan kekurangan dari pelaksanaan simpang bersinyal. Simpang yang menjadi studi kasus pada penelitian ini merupakan simpang empat tidak bersinyal dan merupakan simpang prioritas di Kabupaten Bogor karena menjadi jalur utama menuju Kota Depok dan Jakarta. Simpang ini memiliki empat kaki simpang yaitu Jalan Raya Parung (U-S), Jalan Mad Nur (B) dan Jalan Raya Bojonggede – Kemang. Tata guna lahan di sekitar simpang merupakan area perdagangan berupa pertokoan, pedagang kaki lima, sekolahan. Angka-angka dari data analisis terhadap survei langsung terhadap lapangan Kapasitas untuk peak pagi 2514 smp/jam dengan (DS) 075. Untuk peak siang Kapastitas 2800 smp/jam dengan (DS) 0,79. Dan untuk peak sore kapasitas 2732 smp/jam dengan (DS) 0,74. Analisis ini telah memenuhi MKJI, 1997. Dari hasil analisis menunjukan sistem simpang bersinyal sangat berpengaruh menguraikan kepadatan lalulintas.
Copyrights © 2024