Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Terhadap Kemampuan Kognitif dan Minat Siswa SMK Pada Implementasi Model Problem Based Learning Berbantuan ChatGPT dan Perplexity Novita, Salma; Hariyanti, Uun; Agung Wicaksono, Satrio
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 10 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) telah terbukti efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa, namun guru masih menghadapi kendala dalam memberikan umpan balik yang konstruktif. Integrasi teknologi AI seperti ChatGPT dan Perplexity berpotensi mengatasi tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas implementasi kedua aplikasi AI tersebut dalam model PBL terhadap hasil belajar kognitif dan minat belajar siswa. Menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pre-test dan post-test pada 58 siswa kelas X TKJ di SMK Islam 2 Wlingi, penelitian ini membagi siswa ke dalam kelompok pengguna ChatGPT dan Perplexity. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar kognitif antara kedua kelompok (p=0,899), meskipun keduanya sama-sama mengalami peningkatan setelah perlakuan. Sebaliknya, pada aspek minat belajar, ditemukan perbedaan yang signifikan (p=0,017), pada kelompok Perplexity menunjukkan peningkatan minat yang lebih tinggi dibandingkan kelompok ChatGPT. Disimpulkan bahwa kedua aplikasi AI sama-sama efektif meningkatkan hasil kognitif, namun Perplexity lebih unggul dalam meningkatkan minat belajar siswa, kemungkinan besar karena kemampuannya menyajikan informasi terstruktur dengan sitasi yang jelas. Kata kunci: chatGPT, perplexity, pembelajaran berbasis masalah, hasil belajar kognitif, minat belajar
Pengaruh Program Pelatihan, Lingkungan Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan, Mediasi Peran Motivasi Kerja Karyawan Novita, Salma; Padmantyo, Sri
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 1 (2026): November - Januari
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i1.2082

Abstract

Perubahan cepat akibat globalisasi dan kemajuan teknologi digital menuntut perusahaan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia agar mampu mempertahankan produktivitas dan daya saing. PT Pos Indonesia Solo sebagai bagian dari industri logistik nasional menghadapi tekanan untuk meningkatkan efektivitas operasional melalui pengembangan kompetensi karyawan. Meskipun pelatihan kerja, motivasi, dan lingkungan kerja dikenal sebagai fakcor strategis dalam peningkatan produktivitas, hubungan di antara ketiga variabel tersebut belum sepenuhnya dipahami dalam konteks perusahaan BUMN sektor pos. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari Program Pelatihan dan Lingkungan Kerja pada Produktivitas Karyawan dengan Motivasi Kerja sebagai variabel mediasi pada PT Pos Indonesia Kantor Cabang Solo. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif, di mana data primer dihimpun melalui penyebaran kuesioner kepada sampel yang terdiri dari 107 karyawan. Penelitian ini menganalisis data menggunakan PLS-SEM (Partial Least Squares) dengan dukungan software SmartPLS. Hasil analisis PLS-SEM menunjukkan bahwa program pelatihan, lingkungan kerja, dan motivasi kerja secara simultan menjelaskan 83,8% variasi produktivitas karyawan (R² = 0,838), sedangkan program pelatihan dan lingkungan kerja menjelaskan 72,9% variasi motivasi kerja (R² = 0,729). Secara langsung, program pelatihan berpengaruh signifikan terhadap produktivitas karyawan dengan β = 0,304; t = 3,818; p = 0,000, motivasi kerja memberikan pengaruh paling kuat dengan β = 0,476; t = 4,592; p = 0,000, dan lingkungan kerja juga berpengaruh signifikan dengan β = 0,191; t = 2,086; p = 0,038. Selain itu, pengaruh tidak langsung menunjukkan bahwa program pelatihan meningkatkan produktivitas melalui motivasi kerja (β = 0,215; t = 3,515; p = 0,000) dan lingkungan kerja juga meningkatkan produktivitas melalui motivasi kerja (β = 0,210; t = 3,526; p = 0,000), sehingga secara kuantitatif menegaskan peran motivasi kerja sebagai mediator utama dalam peningkatan produktivitas karyawan.