Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANCANGAN DESAIN KRIYA BANTAL SOFA SEBAGAI DEKORASI PADA RUANG TAMU Atika , Juli; Azzahra, Faiska
JURNAL WIDYA Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Widya, April 2024
Publisher : Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Widya Loka Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54593/awl.v5i1.277

Abstract

Kriya adalah kata yang berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti kerja. Seni kriya adalah bentuk seni yang melibatkan keterampilan tangan manusia (kerja) untuk menciptakan karya seni yang indah dan bermakna. Teknik seni kriya mencakup beragam bidang seperti anyaman, batik, sulam, tenun, kerajinan dari logam, keramik, kulit, dan lainnya. Bantal adalah sebuah benda yang digunakan sebagai alas kepala, alas duduk, atau sandaran punggung yang dijahit menyerupai bentuk karung lalu diisi dengan kapuk, kapas, atau bahan lainnya. Kebutuhan manusia akan bantal pun meningkat seiring dengan perkembangan teknologi berbagai macam bantal mulai bermunculan hingga bantal dapat di klasifikasikan sesuai dengan fungsinya. Kain blacu merupakan jenis kain yang terbuat dari serat katun yang tebal dan kasar. Kain ini memiliki tekstur yang kaku dan kokoh, sehingga sering digunakan untuk berbagai keperluan seperti membuat tas, perlengkapan rumah tangga, hiasan, hingga digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat boneka atau mainan. Karakteristik kain blacu yang kuat dan tahan lama membuatnya menjadi pilihan yang populer untuk proyek jahitan yang membutuhkan kekuatan dan ketahanan. Kain blacu biasanya tersedia dalam berbagai warna dan pola.
Re-Design Arena Skatepark Taman Cadika Kota Medan dengan Pendekatan Urban Youth Culture sebagai Fasilitas Gen-Z Fajar, Helmi; Atika , Juli
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7957

Abstract

Perkembangan gaya hidup generasi muda, khususnya Gen-Z, mendorong kebutuhan akan ruang publik yang tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas rekreasi, tetapi juga sebagai wadah ekspresi, interaksi sosial, dan pembentukan identitas komunitas. Salah satu ruang publik yang erat kaitannya dengan budaya anak muda urban adalah skatepark. Di Kota Medan, Arena Skatepark Taman Cadika memiliki peran penting sebagai fasilitas olahraga ekstrem sekaligus ruang berkumpul komunitas skateboard. Namun, kondisi eksisting skatepark dinilai belum mampu memenuhi standar kenyamanan, keamanan, serta karakter ruang yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup Gen-Z. Permasalahan tersebut meliputi keterbatasan fasilitas, kurangnya identitas visual, serta desain ruang yang belum mencerminkan karakter budaya anak muda urban. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan redesain Arena Skatepark Taman Cadika Kota Medan dengan menerapkan pendekatan Urban Youth Culture sebagai strategi perancangan ruang yang adaptif, ekspresif, dan kontekstual terhadap generasi muda. Pendekatan ini diwujudkan melalui pengolahan tata ruang, bentuk, material, warna, serta elemen visual yang merepresentasikan semangat kebebasan, kreativitas, dan dinamika budaya urban. Metode perancangan yang digunakan mengacu pada tahapan design thinking, meliputi empathize, define, ideate, prototype, dan evaluate. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan konsep Urban Youth Culture mampu meningkatkan kualitas ruang, baik dari segi fungsi, estetika, maupun kenyamanan pengguna, serta memperkuat identitas skatepark sebagai ruang publik yang inklusif, interaktif, dan representatif bagi komunitas Gen-Z di Kota Medan.