Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMAKNAAN KEBAHAGIAAN OLEH REMAJA BROKEN HOME Zafira, Amanda Irma; Ariana , Atika Dian
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 3 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi berbagai aspek kesejahteraan psikologis, perilaku, dan mekanisme koping remaja dari keluarga Broken Home, yang sering menghadapi tantangan dalam mengembangkan resiliensi untuk mengelola stres dan kesulitan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memahami makna kebahagiaan dari sudut pandang remaja Broken Home, dengan data dikumpulkan melalui studi literatur dari artikel penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis remaja dari keluarga Broken Home bervariasi dari tingkat yang tinggi hingga rendah, berdampak pada kesehatan mental mereka secara keseluruhan. Dampak dari keluarga yang berantakan meluas ke berbagai bidang kehidupan remaja, termasuk perilaku sosial, prestasi akademik, dan potensi keterlibatan dalam kegiatan kriminal. Tidak adanya dukungan keluarga dan lingkungan rumah yang stabil dapat berkontribusi pada kesulitan dalam kegiatan belajar dan kesehatan mental remaja. Pengalaman Broken Home juga memengaruhi konsep diri, penerimaan diri, dan pengungkapan diri remaja, sehingga memengaruhi kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Kesimpulannya, remaja dari keluarga Broken Home menghadapi tantangan unik yang dapat memengaruhi kesejahteraan dan kebahagiaan mereka secara keseluruhan. Faktor-faktor seperti ketahanan, strategi mengatasi emosi, penerimaan diri, dan kesadaran telah diidentifikasi sebagai elemen penting dalam menentukan tingkat kebahagiaan remaja dari keluarga yang berantakan. Intervensi yang disesuaikan, termasuk konseling, dukungan sosial, dan inisiatif pendidikan, sangat penting untuk mempromosikan kesejahteraan dan perkembangan positif remaja dari keluarga Broken Home.
HUBUNGAN LITERASI KESEHATAN MENTAL DAN STIGMA DIRI DENGAN INTENSI MENCARI BANTUAN PADA REMAJA Pakerti, Mar'ati Indah; Ariana , Atika Dian
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/sikontan.v2i4.758

Abstract

Adolescents are vulnerable to mental health problems, but this is not matched by the intention of reaching out to mental health professionals for help to their mental health problems. Low rates of help-seeking intentions are thought to be due to low levels of mental health literacy and high self-stigma related to help-seeking. This study aimed to examine the relationship between mental health literacy, self-stigma, and help-seeking intention in adolescents using a quantitative approach with survey methods. Involving 276 adolescent participants (aged 13–18), measurements were made using Mental Health Literacy (MHL), Self-Stigma of Seeking Help (SSOSH) and Mental Help Seeking Intention Scale (MHSIS). Results showed that there was evidence suggesting correlations between mental health literacy, self-stigma and help-seeking intention in adolescents.