Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ETIKA PENGGUNAAN LIDAH DALAM NASKAH SERAT TASAWUF: ETIKA PENGGUNAAN LIDAH DALAM NASKAH SERAT TASAWUF Rohmayani, Yani; Kosasih, Ade; Syabana, Muntazhar Nur
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i2.156

Abstract

Lidah merupakan cikal bakal utama tersebarnya ujaran kebencian, cacian, hinaan, makian, hingga ungkapan-ungkapan kasar dan rasial beredar menyakiti hati orang. Oleh karena itu, penting untuk menjaga lidah sesuai dengan etika penggunaannya. Artikel ini mengkaji tentang etika penggunaan lidah yang tertuang dalam Naskah Serat Tasawuf. Metode penelitian adalah deksriptif-analitik dengan jenis penelitian kualitatif. Kandungan naskah ST dikaji dan didialogkan dengan teks-teks keagamaan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anjuran penggunaan lidah dalam naskah ST terangkai dalam 5 hal, yaitu agar lidah digunakan dalam: banyak berdzikir, rajin membaca al-Quran, berdakwah, amar maruf nahi munkar, serta berdoa. Sedangkan larangan penggunaan lidah dalam naskah ST terurai pada 8 hal, yaitu: jangan berbohong, jangan mengingkari janji, jangan ghibah, jangan menyela omongan orang lain, jangan sombong, jangan melaknat, jangan mendoakan keburukan, jangan bersenda gurau berlebihan.
RAHMATAN LIL 'ALAMIN SEBAGAI LANDASAN KONSEPSI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT: KONTEKSTUALISASI QS. AL-ANBIYA AYAT 107 DALAM PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Kosasih, Ade; Sofianto, Kunto; Syabana, Muntazhar Nur
Midang Vol 4 No 2 (2026): Midang, Juni 2026
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v4i2.64087

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi yang bertujuan meningkatkan kapasitas individu maupun kelompok agar mampu menyelesaikan berbagai persoalan sosial secara mandiri dan berkelanjutan. Dalam perspektif Islam, pemberdayaan masyarakat tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan material, tetapi juga diarahkan pada pembentukan kehidupan yang berkeadilan, bermartabat, dan membawa kemaslahatan bagi seluruh makhluk. Artikel ini bertujuan mengkontekstualisasikan makna rahmatan lil 'alamin dalam QS. Al-Anbiya ayat 107 sebagai landasan konseptual pemberdayaan masyarakat pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-kualitatif melalui studi kepustakaan yang dipadukan dengan pendekatan partisipasi dalam pelaksanaan program pengabdian. Analisis dilakukan terhadap ayat Al-Quran, kitab tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur mengenai pemberdayaan masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep rahmatan lil 'alamin mengandung nilai kasih sayang, keadilan, inklusivitas, penghormatan terhadap martabat manusia, serta keberlanjutan yang sangat relevan dijadikan paradigma dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program pemberdayaan masyarakat. Nilai-nilai tersebut mendorong transformasi masyarakat secara holistik melalui peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan, partisipasi aktif, dan kemandirian sosial. Dengan demikian, QS. Al-Anbiya ayat 107 memiliki relevansi yang kuat sebagai dasar konseptual dalam membangun model pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kemaslahatan universal.