Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan antara Campuran Pasir Baik dengan Pasir Buruk pada Perbaikan Tanah Dasar Jalan Terhadap Daya Dukung Setelah Dilakukan dan Tidak Dilakukannya Swelling Potential Ditinjau Terhadap Tebal Perkerasan Jalan Qurrahman, Taufiq; Iswan, Iswan; Sulistyiorini, Rahayu
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 9 No. 2 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i2.1775

Abstract

Swelling of clay soil has an impact on building construction. The problem that occurs in Marga Kaya Village, in the rainy season the soil is mushy and the carrying capacity becomes low so that the road is bumpy and the road body decreases. This study uses good sand stabilization material and bad sand with a mixture variation of 5%, 10% and 15% This study aims to find out the thick decrease in road pavement from each addition of mixed variations. Cbr results unsoaked and soaked maximum good sand occurs in a mixture of sand 15% with a value of 14.2% and 3.2%. The thickness of pavement on CBR unsoaked and soaked sand is well efficient on a mixture of sand 15% with a thickness of D1 = 2.25 cm, D2 = 20 cm and D3 = 10 cm, and soaked D1 = 8.75 cm, D2 = 20 cm and D3 = 10cm. Cbr unsoaked and soaked maximum value of bad sand occurs in 15% sand mixture with values of 13.9% and 2.6%. Thickness of pavement on CBR unsoaked and soaked bad sand maximum on the sand mixture 15% with thickness D1 = 2.5 cm, D2 = 20 cm and D3 = 10 cm, and soaked with thickness D1 = 9.25 cm, D2 = 20 cm and D3 = 10 cm. The value of swelling decreased from 11.4% to 5.7% and 8% in the addition of sand 15%.
Alternatif Penanganan Permasalahan Infrastruktur Kebutuhan Air Bersih di Kota Bandar Lampung Melalui Rain Water Harvesting Sulistyiorini, Rahayu
Jurnal Sinergi Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal SINERGI
Publisher : LPPM Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsi.v1i1.3

Abstract

Permasalahan di perkotaan salah satunya adalah pemenuhan sarana dan prasarana dasar diantaranya kebutuhan akan air bersih minimal air baku. Berlebihnya volume air pada musim penghujan seperti terjadi di Kota Bandar Lampung dimana periode musim penghujan menjadi lebih singkat sementara durasi hujan dalam satu hari semakin panjang. Hal ini menimbulkan permasalahan yaitu banjir akibat berlebihnya debit aliran air terutama air permukaan atau air limpasan. Sementara pada musim kemarau akibat banyaknya pemukiman melakukan pengeboran untuk sumur maka mengakibatkan kekurangan air. Untuk itu sangatlah perlu melakukan penampungan air di setiap unit rumah untuk cadangan air baku dan mengurangi aliran air limpasan yang terbuang. Metode kegiatan ini adalah penyuluhan dan pelatihan pembuatan desain konstruksi pemanenan air hujan secara sederhana. Kegiatan ini merupakan rintisan penanaman kesadaran bagi masyarakat kota Bandar Lampung dimulai dari warga kecamatan Rajabasa untuk diberi pemahaman melalui penyuluhan dan ketrampilan membuat desain bangunan penampung air hujan di halaman rumah mereka. Kelemahan sistem Pemanenan Air Hujan (PAH) adalah ketidakpastian air hujan (kuantitas) dan kualitas air hujan yang hanya memenuhi standar kualitas air bersih. Dukungan dan tantangan dari pemangku kebijakan dan masyarakat akan mempermudah penerapan sistem PAH pada skala rumah tangga.