Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Ketentuan Keamanan Model Struktur dan Level Kinerja dari Bangunan Beton Bertulang Eksisting Akibat Beban Gempa Suranto, Jaka; Aswin, Muhammad; Nursyamsi, Nursyamsi
Action Research Literate Vol. 8 No. 3 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i3.320

Abstract

Struktur bangunan tahan gempa harus memiliki kekuatan, kekakuan dan stabilitas yang cukup untuk mencegah keruntuham bangunan. Untuk memenuhi hal tersebut, maka bangunan tahan gempa harus memenuhi mekanisme konsep bangunan tahan gempa. Berdasarkan hal ini, maka perlu dilakukan evaluasi ketentuan keamanan model struktur bangunan beton bertulang terhadap beban gempa berdasarkan peraturan dan ketentuan yang berlaku, serta penentuan level kinerja struktur dari bangunan tersebut, baik pada saat perencanaan maupun pada bangunan eksisting. Pada penelitian ini, ketahanan gempa dikaji terhadap bangunan eksisting. Sebagai sampel ditinjau Gedung SMP Muhammadiyah 5 yang berlokasi di Surabaya. Berdasarkan hasil pengecekan model struktur, diketahui bahwa struktur eksisting telah memenuhi ketentuan keamanan terhadap beban gempa. Dalam pemeriksaan simpangan antar tingkat, pengaruh P-delta, ketidakberturan struktur dan ketentuan Strong Column-Weak Beam (SC-WB), semua nilai memenuhi yang dipersyaratkan. Berdasarkan hasil dari analisis pushover pada arah x menunjukkan bahwa terjadinya sendi plastis dimulai pada step 3 dan berakhir pada step 26. Pada arah y menunjukkan bahwa terjadinya sendi plastis dimulai pada step 2 dan berakhir pada step 20. Berdasarkan hasil superposisi performance point terhadap kinerja struktur berdasarkan ASCE 41-13 NSP didapat bahwa level kinerja struktur termasuk dalam kategori Immediate Occupancy (IO). Selain itu, berdasarkan hasil FEMA-440 didapat rasio simpangan total maksimum pada arah x sebesar 0,0078 dan pada arah y sebesar 0,0080, dimana angka-angka ini menunjukkan nilai level kinerja struktur. Sesuai dengan ketentuan ATC-40, maka struktur eksisting ini berada pada kategori Immediate Occupancy (IO).
Evaluation on Effective Dimensions of Base Isolators Applied at Existing RC Building due to Earthquakes Suranto, Jaka; Aswin, Muhammad; Nursyamsi, Nursyamsi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i4.15761

Abstract

This study investigates the structural performance of High Damper Rubber Bearings (HDRB) as base isolators in reinforced concrete (RC) buildings subjected to seismic loads. Given the potential for damage or collapse in RC buildings during earthquakes, the utilization of base isolators offers a promising solution to mitigate seismic risks. Finite element analysis was employed to assess the displacement efficiency of different HDRB configurations, focusing on the SMP 5 Muhammadiyah building in Surabaya as a case study. Results indicate that HDRB type HH090X6R exhibits superior performance, achieving displacement efficiencies of 90.56% in the x-direction and 95.87% in the y-direction. These findings underscore the importance of selecting optimal base isolator configurations to enhance the seismic resilience of RC structures. The study's implications extend to seismic retrofitting and structural design practices, offering valuable insights for improving the seismic performance of existing buildings and bolstering community resilience to earthquakes.
Analisis Keruntuhan dari Kolom Beton Bertulang Jacketing Menggunakan Tulangan dan Tanpa Tulangan dengan Variasi Beban Aksial Suranto, Jaka
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i2.64039

Abstract

Perkuatan kolom beton bertulang melalui metode concrete jacketing merupakan solusi efektif dalam rehabilitasi struktur untuk meningkatkan kapasitas aksial, lentur, dan daktilitas tanpa pembongkaran total. Meskipun telah banyak diteliti, studi komparatif yang secara spesifik menganalisis perbedaan kinerja jacketing dengan tulangan dan tanpa tulangan terhadap hubungan momen–kurvatur serta titik keruntuhan pada variasi beban aksial masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan membandingkan perilaku keruntuhan kolom beton bertulang yang diperkuat dengan dua tipe jacketing tersebut pada variasi beban aksial 0 kN hingga 2500 kN. Metode yang digunakan adalah pemodelan numerik menggunakan perangkat lunak CSI COL dengan dimensi kolom eksisting 600 × 600 mm dan dimensi jacketing 1000 × 1000 mm. Analisis dilakukan melalui kurva momen–kurvatur untuk mengidentifikasi kondisi beton retak, leleh tulangan pertama, dan beton hancur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jacketing dengan tulangan secara konsisten memberikan kapasitas dan daktilitas yang lebih tinggi dibandingkan tanpa tulangan. Pada beban aksial maksimum 2500 kN, kolom dengan jacketing bertulangan mengalami keruntuhan pada 1463 kN, sedangkan tanpa tulangan hanya mencapai 847 kN. Temuan ini menegaskan bahwa keberadaan tulangan pada jacketing berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kapasitas dan ketahanan deformasi kolom. Implikasi penelitian ini memberikan dasar teknis dalam pemilihan metode perkuatan kolom yang lebih efektif dan aman pada proyek rehabilitasi struktur.