Perkuatan kolom beton bertulang melalui metode concrete jacketing merupakan solusi efektif dalam rehabilitasi struktur untuk meningkatkan kapasitas aksial, lentur, dan daktilitas tanpa pembongkaran total. Meskipun telah banyak diteliti, studi komparatif yang secara spesifik menganalisis perbedaan kinerja jacketing dengan tulangan dan tanpa tulangan terhadap hubungan momen–kurvatur serta titik keruntuhan pada variasi beban aksial masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan membandingkan perilaku keruntuhan kolom beton bertulang yang diperkuat dengan dua tipe jacketing tersebut pada variasi beban aksial 0 kN hingga 2500 kN. Metode yang digunakan adalah pemodelan numerik menggunakan perangkat lunak CSI COL dengan dimensi kolom eksisting 600 × 600 mm dan dimensi jacketing 1000 × 1000 mm. Analisis dilakukan melalui kurva momen–kurvatur untuk mengidentifikasi kondisi beton retak, leleh tulangan pertama, dan beton hancur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jacketing dengan tulangan secara konsisten memberikan kapasitas dan daktilitas yang lebih tinggi dibandingkan tanpa tulangan. Pada beban aksial maksimum 2500 kN, kolom dengan jacketing bertulangan mengalami keruntuhan pada 1463 kN, sedangkan tanpa tulangan hanya mencapai 847 kN. Temuan ini menegaskan bahwa keberadaan tulangan pada jacketing berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kapasitas dan ketahanan deformasi kolom. Implikasi penelitian ini memberikan dasar teknis dalam pemilihan metode perkuatan kolom yang lebih efektif dan aman pada proyek rehabilitasi struktur.
Copyrights © 2026