Alfita, Rizqi Ananda
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perubahan Sosial Masyarakat dalam Mengembangkan Kearifan Lokal Anyaman Purun di Kampung Purun Kota Banjarbaru Alfita, Rizqi Ananda; Apriadi, Deny Wahyu
Jurnal Perspektif Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v7i2.904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perubahan sosial yang terjadi dan dampak pada masyarakat setelah hadirnya kampung wisata ini. Penelitian ini dilakukan di Kampung Purun, Kelurahan Palam Kota Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan pada penelitian ini melalui purposive sampling dengan informan berjumlah 5 orang yang terdiri dari pengrajin purun, anggota POKDARWIS, dan pihak Kelurahan Palam. Analisis data yang dilakukan menggunakan teknik analisis yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Kampung Wisata Purun mengalami perubahan sosial yang terjadi pada beberapa aspek kehidupan masyarakat. Hal tersebut dianalisis melalui teori AGIL Talcott Parsons, yaitu adaptation (adaptasi), goal attainment (pencapaian tujuan), integration (integrasi), dan latency (pemeliharaan pola). Seperti yang ditemui pada perubahan kegiatan mata pencaharian masyarakat dulunya mayoritas perempuan menjadi ibu rumah tangga saat ini sudah memiliki tambahan penghasilan, perkembangan kreativitas pada produk anyaman purun, sistem kerjasama masyarakat yang saat ini tergabung dalam kelompok gallery, serta bentuk pemasaran saat ini melalui sistem online hingga ke luar daerah. Berbagai perubahan dan perkembangan yang hadir pada masyarakat tentunya disambut positif karena dapat membawa dampak baik bagi kehidupan masyarakat Kampung Wisata Purun.
DILEMA ANTARA KRISIS EKONOMI DAN TRADISI: EDUKASI MASYARAKAT DAMPAK PERNIKAHAN DINI DI DESA LUMBANG, KABUPATEN PASURUAN Nisa’u, Faline Izza; Yuniar, Ananda Dwitha; Syah, fahim; Egadiantasari, Florica Dwi; Alfita, Rizqi Ananda
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DILEMMA BETWEEN ECONOMIC CRISIS AND TRADITION: COMMUNITYEDUCATION ON THE IMPACT OF EARLY MARRIAGE IN LUMBANGVILLAGE, PASURUAN REGENCY Pernikahan dini menjadi salah satu bentuk fenomena yang banyak ditemui pada Desa Lumbang.Hal tersebut dilatarbelakangi oleh berbagai faktor mulai dari pendidikan, sosial budaya, danekonomi. Diperlukan usaha untuk menyadarkan masyarakat dalam mencegah terjadinyapernikahan dini, baik pada remaja dan juga orang tua. Berbagai upaya juga telah dilakukan olehperangkat desa untuk turut menekan pernikahan dini yang terjadi di Desa Lumbang. Oleh karenaitu, pengabdian ini bertujuan untuk memberikan materi pemahaman dampak melakukanpernikahan dini dari bidang kesehatan agar masyarakat menjadi peduli akan pentingnyakesehatan sebelum memutuskan untuk menikah dan dapat menekan angka pernikahan dini yangterjadi di Desa Lumbang. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini yakni menggunakanmetode partisipatoris, dimana penulis dapat memperoleh hasil berupa gambaran, arahan, danrespon mitra secara langsung. Hasil dari pengabdian ini menyimpulkan bahwa dari sebagianpeserta yang hadir pada sosialisasi masih banyak yang peduli akan kesehatan merekasementara itu mereka yang sudah menikah didasari karena faktor sosial dan ekonomi sehinggamereka terpaksa memilih menikah dini. Pasca kegiatan sosialisasi ini kelompok pelaksana melakukan monitoring dan meninjau tingkat pernikahan dini di Desa lumbang dengan datapernikahan melalui pengurus di Kantor Urusan Agama (KUA). Early marriage is a form of phenomenon that is often found in Lumbang Village, this is motivatedby various factors ranging from education, socio-culture, and economy. Efforts are needed toraise public awareness in preventing early marriage for adolescents and parents. Various effortshave also been made by village officials to help suppress early marriages that occur in LumbangVillage. So, this service aims to provide material on understanding the impact of early marriagefrom the health sector so that people become aware of the importance of health before decidingto get married and can reduce the number of early marriages that occur in Lumbang Village. Theresults of this field service concluded that most of the participants who attended the socializationstill cared about their health, while among those who were married, based on social and economicfactors, they were forced to choose early marriage. After this socialization activity, theimplementing group monitored and reviewed the level of early marriage in Lumbang Village withmarriage data through the Office of Religious Affairs (KUA) administrator.