Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

[RETRAKSI] DINAMIKA PRAKTIK JURNALISME WARGA MELALUI MEDIA BARU Yuniar, Ananda Dwitha
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 11 No.1, Maret 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v10i3.6272

Abstract

Artikel dengan judul "DINAMIKA PRAKTIK JURNALISME WARGA MELALUI MEDIA BARU" ditarik dari publikasi di Volume 11, No.1 Tahun 2019 karena materi artikel ini sudah diterbitkan melalui Jurnal Nomosleca Vol. 4, No. 2 Tahun 2018 dengan judul "CITIZEN MOVE TO JOURNALIST? DINAMIKA PRAKTIK JURNALISME WARGA MELALUI MEDIA BARU" yang diunggah secara daring melalui laman http://jurnal.unmer.ac.id/index.php/n/article/view/2545
Literasi Privasi dan Perilaku Proteksi Konsumen Belanja Daring Generasi Y Yuniar, Ananda Dwitha; Fibrianto, Alan Sigit
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jik.v17i1.1686

Abstract

Kondisi yang terbatas dalam proses komunikasi belanja daring memunculkan perdebatan mengenai isu privasi. Beberapa penelitian sebelumnya menyatakan bahwa kekhawatiran konsumen terhadap privasi tidak memiliki konsistensi terhadap perilaku (paradoks privasi). Pengukuran literasi privasi memiliki peran yang cukup penting untuk mengisi gap paradoks privasi tersebut. Pengukuran kausalitas antarvariabel ini menggunakan moderated regression analysis (MRA) dengan pengalaman pelanggaran privasi sebagai variabel moderasi. Total responden yang berpartisipasi berjumlah 283 orang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat literasi daring pengguna, semakin sadar pula pengguna tersebut terhadap pelanggaran privasi dan memiliki kemampuan bersikap protektif. Namun, pelanggaran privasi tidak bisa dianggap sebagai pemicu tindakan protektif konsumen.
Literasi Privasi dan Perilaku Proteksi Konsumen Belanja Daring Generasi Y Ananda Dwitha Yuniar; Alan Sigit Fibrianto
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.698 KB) | DOI: 10.24002/jik.v17i1.1686

Abstract

Kondisi yang terbatas dalam proses komunikasi belanja daring memunculkan perdebatan mengenai isu privasi. Beberapa penelitian sebelumnya menyatakan bahwa kekhawatiran konsumen terhadap privasi tidak memiliki konsistensi terhadap perilaku (paradoks privasi). Pengukuran literasi privasi memiliki peran yang cukup penting untuk mengisi gap paradoks privasi tersebut. Pengukuran kausalitas antarvariabel ini menggunakan moderated regression analysis (MRA) dengan pengalaman pelanggaran privasi sebagai variabel moderasi. Total responden yang berpartisipasi berjumlah 283 orang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat literasi daring pengguna, semakin sadar pula pengguna tersebut terhadap pelanggaran privasi dan memiliki kemampuan bersikap protektif. Namun, pelanggaran privasi tidak bisa dianggap sebagai pemicu tindakan protektif konsumen.
[RETRAKSI] DINAMIKA PRAKTIK JURNALISME WARGA MELALUI MEDIA BARU Ananda Dwitha Yuniar
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 11 No.1, Maret 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v10i3.6272

Abstract

Artikel dengan judul "DINAMIKA PRAKTIK JURNALISME WARGA MELALUI MEDIA BARU" ditarik dari publikasi di Volume 11, No.1 Tahun 2019 karena materi artikel ini sudah diterbitkan melalui Jurnal Nomosleca Vol. 4, No. 2 Tahun 2018 dengan judul "CITIZEN MOVE TO JOURNALIST? DINAMIKA PRAKTIK JURNALISME WARGA MELALUI MEDIA BARU" yang diunggah secara daring melalui laman http://jurnal.unmer.ac.id/index.php/n/article/view/2545
PENINGKATAN KESADARAN BERETIKA DI MEDIA SOSIAL BAGI PESERTA DIDIK PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA MALANG Megasari Noer Fatanti; Kun Sila Ananda; Rani Prita Prabawangi; Ananda Dwitha Yuniar
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 4 No 4 (2021): APTEKMAS Volume 4 Nomor 4 2021
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.308 KB) | DOI: 10.36257/apts.v4i4.4349

Abstract

Media sosial saat ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari manusia. Terlebih lagi pada generasi Z yang merupakan digital native. Maka dari itu, remaja perlu dibekali etika komunikasi dalam media sosial, hal ini karena seringnya kabur antara ranah privat dan publik di media sosial. Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada siswa SMA di Kota Malang dan Guru MGMP PPKn Kota Malang. Dalam kegiatan ini, kami melaksanakan sosialisasi partisipatif mengenai etika bermedia sosial serta perilaku cyber bullying yang dapat dialami peserta didik di internet. Hasil yang didapatkan bahwa siswa belum banyak memahami etika yang harus dilakukan dalam bersikap di media sosial. Namun sosialisasi ini membantu mereka memperbaiki etika dan perilaku saat berselancar di dunia maya.
Literacy of Sexual Harassment and Abuse Toward Adolescent Protection Behavior Ananda Dwitha Yuniar; Ananda Nur Azahra; Adenia Qonitalillah; Anggaunitakiranantika
Muwazah Vol 14 No 1 (2022)
Publisher : UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/muwazah.v14i1.4811

Abstract

Cases of harassment in Indonesia are increasingly starting with victims voicing on social media regarding what happened to them. KOMNAS Perempuan noted that the spectrum of sexual harassment and violence against women has increased to reach 792% to 800%. This seems to be an alarm for all of us to have the knowledge of self-protection to avoid sexual harassment and violence. This study aims to measure the extent of literacy of sexual harassment and violence on the level of self-protection in Malang. It is known that the quantitative research method uses a questionnaire questionnaire with several question items from the X variable and Y variable, the questionnaire is distributed to students throughout the city of Malang and the results show that there is a relationship between literacy regarding sexual harassment and violence with the level of self-protection in individuals. . From the results of the study, it was found that most of the respondents had high scores in literacy about sexual harassment and violence, regarding this literacy they knew at least basic knowledge about violence and sexual harassment and were able to increase self-protection anywhere with literacy.
MENCIPTAKAN PEREMPUAN CERDAS BERINTERNET MELALUI PENANAMAN LITERASI DIGITAL KOMUNITAS ‘RUANG BERKARYA PEREMPUAN’ Ananda Dwitha Yuniar; Alan Sigit Fibrianto; Rani Prita Prabawangi; Kun Sila Ananda
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol. 2, No. 2, Oktober 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.048 KB) | DOI: 10.17977/um032v2i2p47-53

Abstract

Berbagai fitur menarik yang ditawarkan oleh gadget smartphone telah menyebabkan ketergantungan dalam kehidupan sehari-hari mulai generasi orang tua hingga balita. Ketergantungan akan pemakaian smartphone juga tidak terlepas dari akses penggunaan internet yang semakin mudah. Pertumbuhan internet begitu banyak membawa pengaruh positif seperti banyaknya terserap tenaga kerja, media aktualisasi diri, dan kemudahan akses informasi. Namun, pertumbuhan internet juga tak dapat dilepaskan dari pengaruh negatif antara lain hoaks yang terdiri dari misinformasi, malinformasi, dan disinformasi. Selain itu, orangtua khususnya ibu memiliki peran yang fundamental dalam menavigasi segala tantangan yang disajikan oleh teknologi internet. Penggunaannya menjadi candu bagi balita, hingga banyak menimbulkan kekhawatiran orangtua akan berpengaruh terhadap daya tumbuh kembang anak. Melalui program literasi digital diharapkan akan menciptakan ibu-ibu cerdas untuk generasi anak selanjutnya.
Persepsi kepercayaan dan orientasi mahasiswa dalam pemanfaatan belanja daring Anugrah Mahirah Al Kharisma; Ananda Nur Azahra; Davin Wahyu Widodo; Mifta Huljannah; Kiki Amelia Sari; Rita Arsyantie; Ananda Dwitha Yuniar
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.322 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i2p214-218

Abstract

In the increasingly rapid development of science and technology, it is inseparable from several problems, especially the misuse of technology in everyday life, such as cyber crime or crimes committed in cyberspace. This article aims to determine the trust of 2019 FIS UM students in the practice of buying and selling online. This article uses the concept of dramaturgy which explains how humans live their lives by acting and considers that the universe is actually a stage as a place to play for the people. In this concept, it focuses on how the behavior patterns that occur in an individual are tied to how existing actions are in society. This article uses a descriptive qualitative method with the research subjects being students of the State University of Malang class 2019. The results of this article indicate that students of the State University of Malang have done online shopping and some of them have positive and negative perceptions about online shopping activities. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, tidak terlepas dari beberapa permasalahan terutama penyalahgunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, seperti cyber crime atau kejahatan yang dilakukan di dunia maya. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui kepercayaan mahasiswa FIS UM angkatan 2019 pada praktek jual beli secara online. Artikel ini menggunakan Konsep dramaturgi yang menjelaskan tentang bagaimana manusia menjalankan kehidupan mereka dengan bersandiwara dan menganggap bahwa sebenarnya jagat raya ini adalah sebuah panggung sebagai tempat untuk bersandiwara bagi para masyarakat. pada konsep ini, menitikberatkan tentang bagaimana pola perilaku yang terjadi pada suatu individu terikat dari bagaimana tindakan yang ada pada masyarakat. Artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek penelitiannyaadalah mahasiswa Universitas Negeri Malang angkatan 2019. Hasil dari artikel ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Negeri Malang pernah melakukan belanja secara online dan beberapa diantaranya memiliki persepsi positif dan negatif mengenai kegiatan belanja secara online.
Penggunaan Bahasa Indonesia yang benar sebagai representasi kesantunan mahasiswa Dewi Ayu Anggraeni; Ananda Dwitha Yuniar
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.098 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i5p558-565

Abstract

In an educational environment, Lecturers apply the correct way of speaking in Indonesian to students as a sign of maintaining social and cultural values. Students are the younger generation who play an important role for the nation, so students are trained to be polite according to ethics, especially in language. So that students are expected to use the correct Indonesian language in communicating. The correct Indonesian language is used as a unifying language for the nation besides that it also functions as a form of language politeness for students. Therefore, this paper describes the representation of politeness of the State University of Malang Sociology students in using the correct Indonesian language. The research method used is qualitative and data collection techniques by interview. The results obtained are that for students using the correct Indonesian language is something important because lecturers are parents at campus, have high knowledge, have a lot of experience than students, and are older than students. To realize politeness towards lecturers, when students communicate with lecturers it is very necessary to use correct Indonesian so that students have a good image in front of the lecturer, so that the lecturer will label students as polite to lecturers. Dalam lingkungan pendidikan, Dosen menerapkan cara bertutur kata dengan menggunakan bahasa Indonesia yang benar kepada mahasiswa sebagai tanda untuk menjaga nilai sosial dan budaya. Mahasiswa adalah generasi muda yang berperan penting bagi bangsa, sehingga mahasiswa dilatih untuk bersikap santun sesuai etika terutama dalam berbahasa. Sehingga mahasiswa diharapkan menggunakan Bahasa Indonesia yang benar dalam berkomunikasi. Bahasa Indonesia yang benar digunakan sebagai bahasa pemersatu bangsa, selain itu juga berfungsi sebagai wujud kesantunan berbahasa bagi Mahasiswa. Oleh karena itu, tulisan ini menjelaskan representasi kesantunan mahasiswa Sosiologi Universitas Negeri Malang dalam menggunakan bahasa Indonesia yang benar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan teknik pengumpulan data dengan wawancara. Hasil yang diperoleh yaitu bagi mahasiswa menggunakan Bahasa Indonesia yang benar adalah sesuatu yang penting karena dosen adalah orangtua di kampus, memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi, memiliki banyak pengalaman daripada mahasiswa, serta lebih tua daripada mahasiswa. Untuk mewujudkan kesantunan terhadap dosen, ketika mahasiswa berkomunikasi dengan dosen sangat diperlukan menggunakan bahasa Indonesia yang benar agar mahasiswa memiliki citra yang baik didepan dosen, sehingga dosen akan memberi labelling sebagai mahasiswa yang santun terhadap dosen.
Interelasi kecerdasan sosial dengan interaksi sosial mahasiswa luar Jawa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang Mochamad Ilham Akbar; Tasya Kartika Chandra; Riska Ayu Setyowati; Faizah Isnaeni; Safira Lailatuz Zahro; Ananda Dwitha Yuniar
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.487 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i5p598-604

Abstract

Social intelligence is an individual's ability to take action and mindset in living life as a social being. Social intelligence is used by individuals to interact and understand other individuals, phenomena or the environment around them. This social intelligence consists of basic empathy, listening, empathic accuracy, and social understanding or cognition. Meanwhile, this social facility consists of synchrony, self-presentation, influence, and care. At this time in the world of academia, it focuses more on critical thinking which tends to lead to intellectual intelligence. Social intelligence is very important for students in the world of academia and for their adjustment to the social environment which is useful as a support for social life. It is important for a student to have social intelligence so that his life is balanced between his intellectual and social abilities. Because with social intelligence, students will find it easier to build good relationships with the community. the importance of social intelligence for students needs to be studied in academia at this time. To study this, the researcher examined the interrelation of social intelligence with the social interaction of students outside Java at the Faculty of Social Sciences, State University of Malang. The research method used was a qualitative method with a descriptive approach. The data collection techniques used were observation and interviews. Kecerdasan sosial merupakan kemampuan individu dalam melakukan tindakan dan pola pikir dalam menjalani kehidupan sebagai makhluk sosial. Kecerdasan sosial digunakan oleh individu untuk berinteraksi dan memahami individu lain, fenomena atau lingkungan disekitarnya. Kecerdasan sosial ini terdiri dari empati dasar, mendengarkan, ketepatan empatik, dan pengertian atau kognisi sosial. Sedangkan fasilitas sosial ini terdiri dari sinkroni, presentasi diri, pengaruh, dan kepedulian. Pada saat ini dalam dunia akademisi lebih menitik beratkan pada pemikiran kritis yang cenderung mengarah pada kecerdasan intelektual. Kecerdasan sosial sangat penting bagi mahasiswa dalam dunia akademisi dan untuk penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial yang berguna sebagai penunjang kehidupan bermasyarakat. Kecerdasan sosial penting dimiliki oleh seorang mahasiswa agar kehidupannya seimbang antara kemampuan intelektual dan sosialnya. Karena dengan adanya kecerdasan sosial maka mahasiswa akan lebih mudah membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. pentingnya kecerdasan sosial bagi mahasiswa ini perlu untuk dikaji dalam dunia akademisi pada saat ini. Untuk mengkaji hal ini, peneliti mengkaji interelasi kecerdasan sosial terhadap interaksi sosial mahasiswa luar jawa di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang dengan metode penelitian yang peneliti gunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan teknik observasi dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data.