Azmi, Muhammad Khairul
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Hasil Panen Dan Ketahanan Pangan Di Desa Bagik Payung Selatan Melalui Pemberdayaan Masyarakat Dengan Pemanfaatan Pupuk Trichokompos Shaqinah, Alya; Azmi, Muhammad Khairul; Atsmari, Rizki Prapitri; Akbar, Zulfikar Ibnu Ali; Iemaaniah, Zuhdiyah Matienatul
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i2.8215

Abstract

Bagik Payung is one of the villages located in Suralaga Sub-district, East Lombok , West Nusa Tenggara . The village has an area of 1,606.47 km2 with a population of 4,456 inhabitants. The majority of the population of Kunden Village is male with a percentage of 51%, and 49% female. The majority of occupations in Kunden Village are farm laborers with a percentage of 28%, employees at 26%, self-employed at 19%, farmers at 17%, carpenters at 5%, retirees at 4%, and services at 1%. The high percentage of farm laborers is certainly a concern for the local village government. Therefore, through the community service program, the PKL Group of the Agricultural Extension Unit (UPT) seeks to improve the knowledge and skills of the community. One of the programs carried out to improve community knowledge and skills is Training in Making Trichocompost Fertilizer and Liquid Organic Fertilizer.
Tertolaknya Keimanan Fir‘aun dalam QS. Yunus: 90–92: Analisis Praktik Penafsiran Nawawi al-Bantani dan Kojin Mashudi Zullian, Muhammad Pajri; Habibullah , Ahmad Fajar; Husni, Suhefri; Azmi, Muhammad Khairul; Hadi, Putri Amelia; Novela , Devina
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 6 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v6i2.678

Abstract

Penelitian ini membahas praktik penafsiran mengenai tertolaknya keimanan Fir‘aun dalam QS. Yunus: 90–92 dengan menelaah dua mufasir berbeda generasi, Nawawi al-Bantani dan Kojin Mashudi. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan memahami tafsir tidak hanya pada hasil akhir, tetapi juga pada proses dan kerangka penafsirannya. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan corak penafsiran masing-masing tokoh serta menganalisis perbedaan orientasi yang mereka gunakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi dan perbandingan tafsir. Hasil menunjukkan bahwa Nawawi al-Bantani menafsirkan ayat tersebut secara teologis-normatif, menegaskan bahwa taubat pada saat sakaratul maut tidak diterima. Sebaliknya, Kojin Mashudi menafsirkan secara kontekstual-reflektif, menekankan aspek moral dan urgensi beriman sebelum ajal. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa meskipun sama-sama menyatakan keimanan Fir‘aun tertolak, perbedaan corak penafsiran mencerminkan dinamika tafsir Al-Qur’an yang berkembang mengikuti konteks zaman dan kebutuhan umat.