Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Efektivitas Metode Ceramah dan Demonstrasi Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Praktik Upaya Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri Angelia, Savira; Noor, Zairin; Herawati, Herawati; Sanyoto, Didik Dwi; Suhartono, Eko
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.23372

Abstract

The low level of efforts to prevent anemia in adolescent girls is one of the causes of the high rate of anemia in adolescent girls in the working area of ??the Bukit Hindu Community Health Center, Palangka Raya City, namely 49.82%. One effort to prevent anemia in young women is by promoting health through the video media Isi Piringku using lecture methods and demonstration methods which are expected to increase knowledge, attitudes and practices. To analyze the influence of the Isi Piringku video media using lecture and demonstration methods on the knowledge, attitudes and practices of young women. The research used a Quasi Experiment design with a pre-test and post-test group design approach. The total sample was 93 people, taken using a purposive sampling technique. The data obtained were then analyzed using the Wilcoxon statistical test for paired differences tests, and the Kruskall Wallis test for unpaired differences tests with a = 0.05. Based on the results of statistical analysis from research, it shows that all methods that have overall effectiveness have a p value <0.05. Of the 3 video media methods, Isi Piringku, which is more effective, uses lecture and demonstration methods in influencing changes in the level of knowledge, attitudes and practices of anemia prevention efforts among respondents. Using modified lecture and demonstration methods in conveying the contents of my plate video media about efforts to prevent anemia, the process of female students receiving the information presented will be more deeply impressive, thus forming a good and perfect understanding. The effectiveness of the contents of my plate video media with effective lecture and demonstration methods increases knowledge, attitudes and practices of preventing anemia
Studi Literatur: Gambaran Prevalensi Kejadian Anemia pada Remaja dan Faktor Risiko Anemia: Literatur Review: Overview Of Anemia Prevalence In Adolescent and Risk Factors For Anemia Angelia, Savira; Ana Mutriqah, Dian
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.11388

Abstract

Anemia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi di mana kadar hemoglobin atau jumlah sel darah merah berada di bawah normal (kurang dari 12 g/dL). Oksigen diperlukan untuk transportasi hemoglobin. Kapasitas tubuh untuk mengalirkan darah ke jaringan berkurang karena kadar hemoglobin yang rendah. Fase remaja usia 10-19 tahun rentan terhadap risiko kesehatan karena remaja terjadi pertumbuhan tinggi badan, massa otot, dan massa lemak yang pesat mengakibatkan kebutuhan harian zat besi dan zat gizi mikro yang lebih besar. Tujuan studi literatur ini untuk menelaah dan menganalisis hasil penelitian yang berkaitan dengan prevalensi anemia remaja dan faktor risiko anemia. Metode penelitian menggunakan studi literatur dari database Google Scholar, Pubmed, Research Gate, ScienceDirect dengan kata kunci “anemia” “remaja” “prevalensi” dan “faktor risiko” serta kata “and” sebagai kombinasi. Hasil penelitian literatur didapatkan dua puluh artikel sesuai dan relevan dengan topik penelitian. Kesimpulan keseluran jurnal yang telah ditelaah prevalensi anemia pada remaja tertinggi Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat yaitu 76% dan prevalensi terendah yaitu Barito Utara, Kalimantan Tengah 10,2%. Faktor risiko yang mempengaruhi anemia yaitu pengetahuan anemia, status gizi, usia remaja, body image/persepsi tubuh, pendidikan remaja, pola makan, frekuensi makan, lama menstruasi, infeksi cacing dan obat cacing, kepatuhan sumplemen zat besi (TTD/IFA), sosio-ekonomi dan pendidikan orang tua, konsumsi penghambat penyerapan zat besi, pola tidur dan gaya hidup, penyakit menular dan kronis, jamban dan jumlah anggota keluarga. Pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait anemia dapat ditingkatkan dengan meningkatkan pendidikan kesehatan melalui pengajaran berbasis sekolah.