Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Café Acme Canggu. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi, penelitian ini mengungkap bahwa meskipun SOP telah disusun secara sistematis dan disosialisasikan kepada seluruh staf, pelaksanaannya di lapangan belum berjalan secara optimal. Salah satu pelanggaran yang ditemukan adalah tidak digunakannya sarung tangan (hand gloves) saat meracik minuman seperti jus dan smoothies, yang mencerminkan ketidakkonsistenan dalam penerapan prosedur kebersihan. Kesenjangan antara standar dan praktik ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti beban kerja tinggi saat jam sibuk, kurangnya pelatihan lanjutan, dan lemahnya pengawasan langsung. Temuan ini menegaskan pentingnya pelatihan formal yang berkelanjutan, penguatan supervisi, serta pembiasaan budaya kerja berbasis SOP guna memastikan pelayanan yang higienis, profesional, dan konsisten. This study aims to evaluate the implementation of standard operating procedures (SOPs) in improving service quality at Café Acme Canggu. Using a qualitative approach with data collection techniques such as interviews, observations, and documentation, this study reveals that although SOPs have been systematically developed and disseminated to all staff, their implementation in the field has not been optimal. One of the violations identified was the failure to use gloves when preparing beverages such as juices and smoothies, reflecting inconsistency in the implementation of hygiene procedures. The gap between standards and practices is influenced by several factors, including high workloads during peak hours, insufficient ongoing training, and weak direct supervision. These findings underscore the importance of ongoing formal training, strengthened supervision, and the cultivation of a SOP-based work culture to ensure hygienic, professional, and consistent service.